FANATISME, EKTREMISME, DAN PENYINGKIRAN CIRI ANTROPOLOGIS PENGETAHUAN

https://doi.org/10.22146/kawistara.3984

Najiyah Martiam(1*)

(1) Prodi Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana, UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


perlunya seorang ilmuwan atau agamawan mempunyai keyakinan yang  teguh, baik keyakinan agama atau keyakinan intelektual, tetapi tak terjebak pada dogmatisme keduanya. Menurut Supelli sikap dogmatis inilah yang melahirkan fanatisme dan ektrimisme yang pada gilirannya akan memunculkan tindakan kekerasan dan kebrutalan, baik atas
nama agama maupun ilmu pengetahuan

Keywords


Resensi

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/kawistara.3984

Article Metrics

Abstract views : 803 | views : 2103

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



Jurnal Kawistara is published by the Graduate School, Universitas Gadjah Mada.


Copyright © 2019 Jurnal Kawistara