MENEREOKA LUAR-DALAM WAYANG DAN GAMELAN DALAM ARAS GLOBAL

https://doi.org/10.22146/kawistara.38862

M Rizal Abdi(1*)

(1) Universtas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Diskursus wayang dan gamelan acapkali berkutat pada tinjauan historis dan filosofis bentuk seni ini sebagai sebuah media akulturasi agama dan budaya. Sayangnya, dari sisi historis, perbincangan kerap tak beranjak dari penisbatan bahkan pengultusan peran Wali Songo sebagai penggubah, pembaharu, bahkan penemu dari orkestra yang identik dengan budaya Jawa dan Islam ini. Penyaduran narasi yang sama secara berulang dengan persepektif yang tak jauh berkembang membuat pembahasan tema ini menjadi jumud. Hanya sedikit literatur yang berusaha menyisir perkembangan wayang dan gamelan pasca-Wali Songo atau bahkan mengkritisi peran Wali Songo tersebut. Buku Memaknai Wayang dan Gamelan: Temu Silang Jawa, Islam, dan Global (2018) karya Prof. Sumarsam adalah satu dari yang sedikit itu. Melalui buku setebal 346 halaman ini, Sumarsam dengan telaten menarik mula-buka keberadaan gamelan dan wayang pada masa pra-Wali Songo, menelisik perkembangannya pasca Wali-Songo hingga ke luar negeri, dan menempatkan dialektika tersebut dalam perbincangan aras budaya global.

Keywords


Wayang; Gamelan; Sumarsam

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/kawistara.38862

Article Metrics

Abstract views : 715 | views : 570

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 M Rizal Abdi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kawistara is published by the Graduate School, Universitas Gadjah Mada.


Copyright © 2019 Jurnal Kawistara