EKSPLORASI KEARIFAN LOKAL USAHATANI TEMBAKAU SRINTHIL DI LERENG GUNUNG SUMBING

https://doi.org/10.22146/kawistara.31457

Agus Ganjar Runtiko(1*), F. Trisakti Haryadi(2), Roso Witjaksono(3)

(1) Universitas Jenderal Soedirman
(2) Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Srinthil is the name of the high quality tobacco commodity in Temanggung District. The quality of Srinthil tobacco is indicated by the higher price compared to other tobacco. Nevertheless, the emergence of Srinthil tobacco is unpredictable. Tobacco farmers believe that the emergence of Srinthil is influenced by at least four factors; siti (land), wiji (seeds), wanci (time), and wahyu (luck). The four factors considered influencing the emergence of Srinthil tobacco are sought by farmers. Tobacco farmer’s effort to produce Srinthil resulting a variety of local wisdom. This study aims to describe the local wisdom constructed, believed, and practiced traditionally by tobacco farmers on the slopes of Mount Sumbing, Temanggung District. The method used in this study is qualitative with the case study approach, which focuses on the local wisdom of Srinthil tobacco farming. The study was conducted in Legoksari Village, Tlogomulyo sub-District in July-September 2017. Data collection was carried out by conducting in- depth interviews and focus group discussions on 15 farmers, as well as five traditional leaders and village officials, participatory observation, and secondary data searches. The results showed that the local wisdom of tobacco farming consisted of three main categories: traditional rituals, house design, and work ethic. Aside from being an effort to search for Srinthil, the local wisdom of tobacco farming also serves as a medium for intergenerational value transmission, means of prayer to God, preservation of nature/environment, and maintenance of social cohesion.

Keywords


Farmer; Local wisdom; Srinthil; The slopes of Mt. Sumbing; Tobacco farming

Full Text:

PDF


References

Akbar, A. 2011. “Studi Kearifan Lokal Peng- gunaan Api Persiapan Lahan: Studi Kasus di Hutan Mawas, Kalimantan Tengah”. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan 8(3): 211-230.

Alamsyah, A. R. 2011. Hitam­Putih Tembakau. Jakarta: FISIP UI Press.

Bappeda Kabupaten Temanggung 2016. Statistik Kabupaten Temanggung 2016. September. BAPPEDA Kabupaten Temanggung. Temanggung.

Beddu, S., A. Akil, W. W. Osman, dan B. Hamzah. 2014. Eksplorasi Kearifan Budaya Lokal sebagai Landasan Perumusan Tatanan Perumahan dan Permukiman Masyarakat Makassar. Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2014. Universitas Sriwijaya: 7­12.

Creswell, J. W. 2014. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset, Memilih di Antara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Darmastuti, R., A. Bajari, H. S. Martodirdjo, dan E. Maryani. “Gethok Tular, Pola Komunikasi Gerakan Sosial Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Samin di Sukolilo”. Jurnal ASPIKOM 3(1): 104- 118.

Dharmawan, A. H. 2007. “Sistem Peng- hidupan dan Nafkah Pedesaan: Pandangan Sosiologi Nafkah (Livelihood Sociology) Mazhab Barat dan Mazhab Bogor”. Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia 1(2): 169-192.

Djono, D., T. P. Utomo, dan S. Subiyantoro. 2012. “Nilai Kearifan Lokal Rumah Tradisional Jawa”. Humaniora 24(3): 269-278.

Flick, U. 2007. Designing Qualitative Research. California: SAGE Publications.

Haryanto, S. 2013. Dunia Simbol Orang Jawa. Yogyakarta: Kepel Press.

Hefni, M. 2008. “Local Knowledge Masya- rakat Madura: Sebuah Strategi Pemanfaatan Ekologi Tegal di Madura”. Karsa 14(2): 131-141.

Herawati, I. 2007. “Makna Simbolik Sajen Slametan Tingkeban”. Jantra 2(3): 145-151.

Hidayati, D. 2016. “Memudarnya Nilai Kearifan Lokal Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Air”. Jurnal Kependudukan Indonesia 11(1): 39-48.

Kasno, A. 2018. Kearifan Lokal sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Tanah dan Tanaman. Prosiding Konser Karya Ilmiah Tingkat Nasional 2018 Salatiga. Universitas Kristen Satya Wacana: 93- 104.

Koentjaraningrat. 1964. Masyarakat Desa Masa Kini. Jakarta: Balai Penerbitan Fakultas Ekonomi UI.

Kurniasari, N. dan Reswati, E. 2011. “Kearifan Lokal Masyarakat Lamalera: Sebuah Ekspresi Hubungan Manusia dengan Laut”. Buletin Riset Sosek Kelautan dan Perikanan 6(2): 29-33.

Laily, E. 2016. Srinthil, Pusaka Saujana Lereng Sumbing. Yogyakarta: Pustaka Indonesia.

Liliweri, A. 2016. Konfigurasi Dasar Teori-Teori Komunikasi Antarbudaya. Bandung: Penerbit Nusa Media.

Mamat, H. S., S. R. P. Sitorus, H. Hardjomidjojo, dan A. K. Seta. 2006. “Analisis Mutu, Produktivitas, Keberlanjutan, dan Arahan Pengembangan Usahatani Tembakau di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah”. Littri 12(4): 146-153.

Matualage, A. 2011. “Keefektifan Pembelajar- an Sosial Kearifan Lokal Budidaya Ubi Jalar di Kalangan Suku Arfak Kabupaten Manokwari”. Jurnal Kawistara 1(1): 68-78.

Meliono, I. 2011. “Understanding the Nusantara Thought and Local Wisdom as an Aspect of the Indonesian Education”. TAWARIKH: International Journal for Historical Studies 2(2): 221-234.

Pranadji, T. 2009. “Penguatan Kelembagaan Gotong Royong dalam Perspektif Sosio Budaya Bangsa: Suatu Upaya Revitalisasi Adat Istiadat dalam Penyelenggaraan Pemerintahan”. Forum Penelitian Agro Ekonomi 27(1): 61-72.

Purwaningsih, E., S. Suwarno dan I. Fibiona. 2016. Kearifan Lokal dalam Tradisi Nyadran Masyarakat Sekitar Situs Liangan. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB).

Saleh, S. 2014. “Agama, Kepercayaan, dan Kelestarian Lingkungan (Studi terhadap Gaya Hidup Orang Rimba Menjaga Lingkungan di Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD)- Jambi)”. Jurnal Kawistara 4(3): 312-322.

Sartini, N. W. 2009. “Menggali Nilai Kearifan Lokal Budaya Jawa Lewat Ungkapan (Bebasan, Saloka, Paribasa)”. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra 5(1): 28-37.

Syani, A. 2016. Strategi dan Pendekatan Nilai Kearifan Lokal Lampung dalam Pemeliharaan Ketenteraman dan Ketertiban Masyarakat Desa. Prosiding Seminar Nasional “Pember­ dayaan Masyarakat Menuju Kemandiri­ an Desa” Bandar Lampung. Universitas Lampung: 1-12.

Wagiran. 2012. “Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Hamemayu Hayuning Bawana”. Jurnal Pendidikan Karakter 2(3): 329-339.

Widodo, S. 2009. “Analisis Peran Perempuan dalam Usahatani Tembakau”. Embryo 6(2): 148-153.

Yenrizal, Y., A. Rahmat, A. Bajari, dan J. Iskandar. 2015. “Makna Simbolik Sawah di Masyarakat Pedesaan (Tinjauan Komunikasi Lingkungan Pada Masyarakat Semende Darat Tengah Kabupaten Muara Enim – Sumatera Selatan)”. Jurnal Kawistara 5(3): 287-297.



DOI: https://doi.org/10.22146/kawistara.31457

Article Metrics

Abstract views : 686 | views : 332

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Kawistara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kawistara is published by the Graduate School, Universitas Gadjah Mada.


Copyright © 2019 Jurnal Kawistara