KAJIAN TEOLOGI MORAL TERHADAP FASHION SEBAGAI ISU BUDAYA POPULER

https://doi.org/10.22146/kawistara.30412

Stella Y. E. Pattipeilohy(1*), Yahya Wijaya(2)

(1) Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana
(2) Scopus ID: 24072655700, Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana
(*) Corresponding Author

Abstract


The focus of this study is fashion as an issue in the discourses on popular culture. Fashion in this case is considered not merely a matter of basic human needs (clothing, eating, and living), but a meaningful cultural “text” and a “sign” of identity politics, moral value change, and spiritual preference. The moral theological response suggested here is the ideology criticism approach promoting the values of authenticity and simplicity, starting from the fashion practice of faithful communities.


Keywords


authenticity; fashion; ideology criticism; moral theology; popular culture

Full Text:

PDF


References

Adhi, P.N. 2012. Pergulatan Katekese dengan Budaya Pop: Sebuah Catatan Singkat Pengalaman Mewarta di Era Xer, Virtual dan Konvergensi Media. Dalam Pewartaan di Zaman Global. Editor B.A. Rukiyanto. Yogyakarta: Kanisius.

Baran, Z., dan E. Tuohy. 2011. Citizen Islam: The Future of Muslim Integration in the West. New York: Continuum.

Barnard, M. 2001. Fashion sebagai Komunikasi: Cara Mengomunikasikan Identitas Sosial, Seksual dan Gender. Yogyakarta: Jalasutra.

Baudrillard, J. 1992. Selected Writings. Editor Mark Poster. Cambridge: Polity Press.

Budiman, H. 2002. Lubang Hitam Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Chaney, D. 2002. Lifestyles: Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.

Chang, W. 2002. Menggali Butir-Butir Keutamaan. Yogyakarta: Kanisius.

Detweiler, C., dan B. Taylor. 2003. A Matrix of Meanings: Finding God in Pop Culture. Michigan: Baker Academic.

Effendy, B. 1998. Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Jakarta: Paramadina.

Hardiman, F.B. 2015. Seni Memahami: Hermeneutik dari Schleiermacher sampai Derrida. Yogyakarta: Kanisius.

Haryatmoko. 2016. Membongkar Rezim Kepastian: Pemikiran Kritis Post-Strukturalis. Yogyakarta: Kanisius.

Hoed, B.H. 2008. Semiotik & Dinamika Sosial Budaya. Depok: Komunitas Bambu.

Horell, H.D. 2003. Cultural Postmodernity and Christian Faith Formation. Dalam Horizons and Hope: The Future of Religious Education. Editor T.H. Groome dan H.D. Horell. New York: Paulist Press.

Ibrahim, I.S. 2011. Kritik Budaya Komunikasi: Budaya, Media dan Gaya Hidup dalam Proses Demokratisasi di Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra.

______ . 2002. Kamu Bergaya Maka Kamu Ada!”: Masyarakat Pesolek dan Ladang Persemaian Gaya Hidup. Dalam Lifestyles: Sebuah Pengantar Komprehensif. Editor D. Chaney. Yogyakarta: Jalasutra.

______ . 2001. Pakaian Anda Menunjukkan Siapa Anda? Semiotika Fashion dan Pakaian sebagai Komunikasi Artifaktual. Dalam Fashion sebagai Komunikasi: Cara Mengomunikasikan Identitas Sosial, Seksual dan Gender. Editor M. Barnard. Yogyakarta: Jalasutra.

Ismail, F. 1999. Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Ja’far, S. 2009. Pasang Surut Politik Kaum Sarungan. Yogyakarta: Kanisius dan Impulse.

Kurniawan, E. 2006. Cantik Itu Luka: Sebuah Novel. Jakarta: Gramedia.

Magnis-Suseno, F. 2011. Otentisitas dan Perkembangan Budaya. Basis, (50):12-17.

Marsh, C., dan V.S. Roberts. 2012. Personal Jesus: How Popular Music Shapes Our Souls. Michigan: Baker Academic.

Pancani. P. O. 2014. "Pesan Paus Fransiskus Untuk Hari Komunikasi Sedunia Ke-48 – 1 Juni 2014." Paroki Santo Paulus. Diakses pada tanggal 7 September 2017 <https://santopauluspku.wordpress.com/2014/03/19/pesan-paus-fransiskus-untuk-hari-komunikasi-sedunia-ke-48-1-juni-2014/>.

Prihartana, A. 2010. Teologi Tubuh: Refleksi dari Yohanes Paulus II. Info Gender, 51 (15):4-23.

Purwatma, M. 2016. Internet dan Pewartaan dalam Pesan Paus untuk Hari Komunikasi Sedunia 2002-2016. Orientasi Baru, 25 (01):57-73.

Ricoeur, P. 1970. Freud and Philosophy: An Essay on Interpretation. Terjemahan Denis Savage. New Haven: Yale University Press.

Saraswati, L.A. 2017. Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional. Serpong: Marjin Kiri.

Scheuerer, F.X. 2001. Interculturality: A Challenge for the Mission of the Church. Bangalore: Asian Trading Corporation.

Schreiter, R.J. 1998. The New Catholicity: Theology between the Global and the Local. New York: Orbis Books.

Shields, R. 2011. Virtual: Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.

Singgih, E.G. 2017. Keluar dari Dunia Maya, Masuk ke Dunia yang Sebenarnya: Spiritualitas untuk Masa Kini di Indonesia. Makalah Kuliah. Teologi, Spiritualitas dan Seni. Yogyakarta: Pascasarjana Ilmu Teologi UKDW.

Storey, J. 2010. Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop: Pengantar Komprehensif Teori dan Metode. Yogyakarta: Jalasutra.

Strinati, D. 2004. An Introduction to Theories of Popular Culture. London: Routledge.

Sugiharto, I.B. 1997. Postmodernisme: Tantangan bagi Filsafat. Yogyakarta: Kanisius.

The Voice of Italy. 2014. "The Voice IT | Serie 2 | Blind 2 | Suor Cristina Scuccia - #TEAMJ-AX." Video Youtube. Diakses pada tanggal 7 September 2017. <https://www.youtube.com/watch?v=TpaQYSd75Ak>.

Wibowo, A.S. 2013. Sophrosune: Keugaharian-Mawas Diri. Basis, (62):14-16.

Wijaya, Y. 2017. Tertarik kepada Tuhan yang Tidak Menarik: Memaknai Teologi Inkarnasi dalam Hidup Sehari-hari. Jakarta: Grafika KreasIndo.

Woodward, M.R. 2012. Islam Jawa: Kesalehan Normatif versus Kebatinan. Yogyakarta: LKiS.



DOI: https://doi.org/10.22146/kawistara.30412

Article Metrics

Abstract views : 762 | views : 703

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Kawistara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kawistara is published by the Graduate School, Universitas Gadjah Mada.


Copyright © 2019 Jurnal Kawistara