Keragaan Sumber Kitin untuk Mempertahankan Virulensi Beauveria bassiana (Bals.), Jamur Pengendali Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens Stal.)

https://doi.org/10.22146/jpti.28158

Nova Laili Wisuda(1*), Subur Sedjati(2)

(1) Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus Kampus Gondangmanis PO.BOX 53 Bae, Kudus, Jawa Tengah 59352
(2) Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus Kampus Gondangmanis PO.BOX 53 Bae, Kudus, Jawa Tengah 59352
(*) Corresponding Author

Abstract


Beauvaria bassiana is an entomopathogenic insect that effectively controls brown planthopper (BPH), but will decrease it virulences if nutrients containing chitin and protein is not added. The aim of this research is to find the best method of B. bassiana propagation with the addition of shrimp and cricket flour, both are chitin sources. Isolates were cultured with Potato Dextrose Agar (PDA) medium and continued with rice medium. This research method used non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with three treatments consisting of control, addition of shrimp flour and addition of cricket flour per treatment each with six replications. The research parameters consist of percentage of mortality, percentage of  conidia rising time, and LT50 test. The chitin sources could increases the growth rate from 0.69 cm per day to 1.449 cm per day and increases the spore density by 4.8×106 CFU (Colony Forming Unit) up to 8.2×106 CFU. Chitin also affects the virulence of B. bassiana in BPH where it can increase the percentage of death starting from 3%until10% and made lethal-time of BPH faster from 0.25 to 0.45 day. There is no significant difference between the sources of chitin between shrimp and cricket flour, so it is more advisable to use cricket flour because it is less expensive.

 

Intisari

Beauvaria bassiana merupakan serangga entomopatogen yang efektif mengendalikan wereng batang cokelat (WBC), namun akan mengalami penurunan virulensi bila tidak diberikan nutrisi yang mengandung khitin dan protein. Penelitian ini bertujuan menemukan metode terbaik perbanyakan B. bassiana yang dilakukan dengan penambahan tepung ebi dan penambahan tepung jangkrik yang merupakan sumber kitin. Isolat dibiakkan dengan medium per- banyakan Potato Dextrose Agar (PDA) dan diteruskan hingga perbanyakan beras. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan yang terdiri atas kontrol, tanpa tambahan kitin, penambahan tepung ebi dan penambahan tepung jangkrik. Parameter penelitian terdiri persentase mortalitas, persentase waktu munculnya konidia dan uji LT50. Pemberian sumber kitin meningkatkan kecepatan pertumbuhan hingga 0,69−1,49 cm per hari dan meningkatkan kerapatan spora berkisar 4,8×106−8,2×106 CFU (colony forming unit). Kitin juga berpengaruh terhadap virulensi B. bassiana pada WBC dimana mampu meningkatkan persentase kematian 3−10% dan waktu paruh kematian WBC 0,25−0,45 hari lebih cepat. Tidak ada perbedaan yang berarti antara sumber khitin dari tepung jangkrik dan tepung ebi sehingga lebih disarankan untuk menggunakan tepung jangkrik karena lebih murah dan mudah didapat.


Keywords


biological control; entomo-pathogen; fungi; insects; pest

Full Text:

PDF (Indonesian)


References

Afandhi, A., S. R. C. Syamsidi, S. M. Mimbar & B.Wiroatmojo. 2012. Isolation and Phenotypic Characterization of Morphology in Fungus Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin Colony Naturally from Leaf Surface, Soil, and Insect as Host in Tomato Plantation. AGRIVITA 34: 303–310.

Habibi, I., Witjaksono & A. Wijonarko. 2016. On the Migration Process of Brown Planthopper Fed Using Susceptible and Resistant Rice Varieties. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 20: 72–78.

Handiyanto, S., U. S. Hastuti & S. Prabaningtyas. 2013. Pengaruh Medium Air Cucian Beras terhadap Kecepatan Pertumbuhan Miselium Biakan Murni Jamur Tiram Putih, hlm. 1–6. Dalam S. Kubikazari, H. Rahmawati & A. N. Khalifah (ed.), Seminar Nasional X Pendidikan Biologi 6 Juli 2013. UNS Press, Surakarta.

Herlinda, S., K. A. Darmawan, Firmansyah, T. Adam, C. Irsan & R. Thalib. 2012. Bioesai Bioinsektisida Beauveria bassiana dari Sumatera Selatan terhadap Kutu Putih Pepaya, Paracoccus marginatus Williams & Granara De Willink (Hemiptera: Pseudococcidae). Jurnal Entomologi Indonesia 9: 81–87.

Herlinda, S., Hartono & C. Irsan. 2008. Efikasi Bioinsektisida Formulasi Cair Berbahan Aktif Beauveria bassiana (BALS.) VUILL. dan Metarhizium sp., hlm. 1–15. Dalam A. Hayati, A. Yanuarti, T.W. Widowati, H. Agustina, Hersyamsi, F. Pratama, A.N. Triana & Puspitahati (ed.), Seminar Nasional dan Kongres PATPI 14−16 Oktober 2008. PATPI, Palembang.

Herlinda, S., M. D. Utama & Y. Pujiastuti. 2006. Kerapatan dan Viabilitas Spora Beauveria bassiana (BALS.) Akibat Subkultur dan Pengayaan Media, serta Virulensinya terhadap Larva Plutella xylostella (Linn.). Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika 6: 70–78.

Nuryanti, N. S. P., L. Wibowo & A. Azis. 2012. Penambahan Beberapa Jenis Bahan Nutrisi pada Media Perbanyakan untuk Meningkatkan Virulensi Beauveria bassiana terhadap Hama Walang Sangit. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika 12: 64–70.

Ratna, Y., Y. A. Trisyono, Witjaksono & D. Indradewa. 2010. Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Deltametrin terhadap Resurjensi Nilaparvata lugens. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 16: 6–14.

Samson, R. A., H. C. Evans & J.-P. Latge. 1988. Atlas of Entomopathogenic Fungi. Springer-Verlag, Berlin. 187 p.

Suharto. 2004. Patogenisitas Beberapa Isolat Beauveria bassiana pada Plutella xylostella. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 10: 8–12.

Toledo, A.V., A. M. D. Lenicov & C. C. L. Lastra. 2010. Histopathology Caused by the Entomo-pathogenic Fungi, Beauveria bassiana and Metarhizium anisopliae, in the Adult Planthopper, Peregrinus maidis, a Maize Virus Vector. Journal of Insect Science 10: 1−10.

Ummidi, V. R. S., & Vadlamani, P. (2014). Preparation and Use of Oil Formulations of Beauveria bassiana and Metarhizium anisopliae against Spodoptera litura Larvae. African Journal of Microbiology Research 8: 1638–1644.



DOI: https://doi.org/10.22146/jpti.28158

Article Metrics

Abstract views : 379 | views : 628

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 


Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia ISSN 1410-1637 (print), ISSN 2548-4788 (online) indexed by: