Pengaruh Pupuk Organik Cair dan Asap Cair dalam Pengendalian Xanthomonas oryzae pv. oryzae dan Pyricularia grisea pada Padi Gogo Galur G136

https://doi.org/10.22146/jpti.17690

Iqna Khayatina Rusli(1*), Loekas Soesanto(2), Ruth Feti Rahayuniati(3)

(1) Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok Jln. Enggano 17 Tanjung Priok, Jakarta Utara 14310
(2) Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Komplek Fakultas Pertanian Jln. dr. Suparno Kotak Pos 125 Purwokerto 53123.
(3) Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Komplek Fakultas Pertanian Jln. dr. Suparno Kotak Pos 125 Purwokerto 53123.
(*) Corresponding Author

Abstract


Increment of upland rice production in Indonesia faces many problems mainly from kresek caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae and blast caused by Pyricularia grisea. The use of Liquid Organic Fertilizer (LOF) and liquid smoke provides an alternative method to control the pathogen. This research aimed at knowing the potency of the leaf fertilizer applied to the soil and the liquid smoke to control the disease in G136 line’s rice and on the crop growth. Randomized Block Design was used with six treatments and replicated four times. The treatments were control without liquid smoke, control with 2% liquid smoke, using 2 ml l-1 LOF Biosena without or with 2% liquid smoke, and using 4 ml l-1 LOF Biosena without or with 2% liquid smoke. The variables observed were incubation period, disease intensity, infection rate, crop height, number of shoots, weight of 1,000 grains and rice production per hectare. The result of the research showed that treatment using the leaf LOF applied to the soil of 4 ml l-1 or 2 ml l-1, and combining with 2% liquid smoke was not able to suppress the kresek and blast development in G136 line. All treatment influenced the number of shoots and the crop height plants, but didn’t influence the weight of 1,000 grains and the rice production per hectare.

 

INTISARI


Peningkatan produksi padi gogo di Indonesia menemui banyak kendala di antaranya adalah penyakit kresek yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae dan penyakit blas yang disebabkan Pyricularia grisea. Penggunaan pupuk organik cair (POC) dan asap cair merupakan salah satu alternatif dalam pengendalian patogen ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi POC daun yang diaplikasikan pada tanah dan asap cair dalam menekan serangan penyebab penyakit pada padi gogo galur G136 serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok terdiri atas enam perlakuan dan empat ulangan, yaitu kontrol tanpa asap cair, kontrol menggunakan asap cair 2%, 2 ml/l POC Biosena tanpa asap cair dan menggunakan asap cair 2%, 4 ml/l POC Biosena tanpa asap cair dan menggunakan asap cair 2%. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot 1.000 bulir, dan produksi padi per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC daun yang diaplikasikan pada tanah dengan dosis 4ml/l dan 2 ml/l, serta asap cair 2% belum mampu menekan perkembangan penyakit kresek dan blas pada tanaman padi gogo galur G136. Perlakuan berpengaruh terhadap jumlah anakan dan tinggi tanaman tetapi tidak berpengaruh terhadap bobot 1.000 bulir dan produksi padi per hektar.


Keywords


asap cair; liquid organic fertilizer (LOF); liquid smoke; pupuk organik cair; Pyricularia grisea; Xanthomonas oryzae pv. oryzae

Full Text:

PDF


References

Agung, D.H.T. 2007. Interaksi Genotip X Lokasi Tanam terhadap Komponen Hasil Galur Padi Gogo Aromatik. Jurnal Pembangunan Perdesaan 7: 53−60.

Agrios, G.N. 2005. Plant Pathology, 5 th ed. Elsevier Academic Press, California. 992 p.

Anonim. 2008. Kandungan Asap Cair dan Komponen Senyawa Penyusun Asap Cair. http://www.produkkelapa.wordpress.cocobis-link/htm, diakses 19/10/09.

Anonim. 2010. Seminar Pengendalian Bakteri (BLB) Bacterial Leaft Blight oleh Nordox56-WP. http://bbpadi.litbang.deptan.go.id/index.phpoption=content&view=article&id=211%3Aseminar-pengendalian-bakteri-blBacterial-leaft-blight-olehnordox5 6wp&catid=38%3Aseminarlokakarya&Itemid=40&lang=in, diakses 13/4/10.

Harahap. I.S. & B. Tjahjono. 1999. Pengendalian Hama dan Penyakit Padi. Penebar Swadaya, Jakarta. 114 p.

Hardjowigeno, S. 1987. Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta. 218 p.

IRRI. 1996. Standart Evaluation System for Rice 4th Edition. Juli 1996 INGER Genetik Resources Center. Manila, Philipines. 52 p.

Mansur. 2008. Produk Olahan Hasil Kelapa. http://www.produkkelapa.wordpress.cocobis-link/htm. diakses 19/10/09.

Oka, I.N. 1993. Pengantar Epidemiologi Penyakit Tanaman. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 380 p.

Rizqiani, N.F., E. Ambarwati, & N.W. Yuwono. 2007. Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Dataran Rendah. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 7: 43−53.

Santika, A. & Sunaryo. 2008. Teknik Pengujian Galur Padi Gogo terhadap Penyakit (Pyricularia grisea). Jurnal Buletin Teknik Pertanian 13: 1−8.

Sastrosiswojo, S., T.S. Uhan, & R. Sutarya. 2005. Penerapan Teknologi PHT pada Tanaman Kubis. Balai Tanaman Sayuran, Lembang, Bandung. 64 p.

Semangun, H. 2004. Penyakit-Penyakit Tanaman Pangan Indonesia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 451 p.

Soedarmono. 2005. Epidemiologi Penyakit Tumbuhan. Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Van der Plank, J.E. 1963. Plant Disease: Epidemics and Control. Academic Press, New York. 349 p.



DOI: https://doi.org/10.22146/jpti.17690

Article Metrics

Abstract views : 3850 | views : 2218

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia ISSN 1410-1637 (print)ISSN 2548-4788 (online) is published by the Department of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada, in collaboration with Indonesian Entomological Society (Perhimpunan Entomologi Indonesia, PEI) and Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia, PFI). The content of this website is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  

View website statistics