Dampak Erupsi Merapi 2010 terhadap Serangga Penyerbuk Bunga Salak

https://doi.org/10.22146/jpti.15570

F. X. Wagiman(1*), Ferryko Efendi(2), Tri Harjaka(3)

(1) Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(2) Alumni Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(3) Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


The research was aimed at determining the impact of Merapi eruption in 2010 on pollinator insect of Salacca edulis. The research was conducted at Keringan hamlet, Wonokerto village, Turi District, Sleman Regency, Yogyakarta Special Territory. Species and population of the insect were observed at salacca plantation that were damaged by Merapi eruption in 2010 in the following category: heavy damage, medium damage, light damage, and undamaged. Five respondents and 10 salacca plants/respondent were sampled for each of the damage category. Respondents were interviewed to understand their perception on the eruption impact against the pollinator insect. Results showed that the pollinator insect was Nodocnemis sp. The insect population was significantly influenced by the eruption. Population average on the damage category of heavy, medium, light, and undamaged were 8.59, 17.33, 31.35, and 61.10 individuals/flower, respectively. The insect population was also significantly influenced by the flower development, the highest population was observed on blooming stage (92.33 individuals/flower), while on stage of pre-and post blooming were 17.37 and 8.14 individuals/flower, respectively. The farmer respondents understood about the role of pollinator insect. They thought that the Merapi eruption influenced negatively to the pollinator insect.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak erupsi Merapi terhadap serangga penyerbuk bunga salak (Salacca edulis). Penelitian dilakukan di kebun salak di Dusun Keringan, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, selama bulan Maret−Mei 2011. Jenis dan populasi serangga penyerbuk diamati in situ pada bunga salak yang belum mekar, mekar, dan lewat mekar. Bunga salak diamati di kebun salak yang rusak akibat erupsi Merapi 2010 berdasarkan kategori rusak berat, rusak sedang, rusak ringan, dan tidak rusak. Pada setiap kategori kerusakan kebun diambil sampel 5 (lima) petani salak responden dan 10 pohon salak jantan yang berbunga diambil dari kebun milik masing-masing responden. Wawancara terhadap petani dimaksudkan untuk mengetahui kesan petani terhadap dampak erupsi Merapi terhadap serangga penyerbuk bunga salak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis serangga penyerbuk adalah Nodocnemis sp. Populasi Nodocnemis sp. secara signifikan (P <0.05) dipengaruhi oleh erupsi Merapi. Rerata populasi (ekor/tandan bunga jantan) pada kebun yang rusak berat, rusak sedang, rusak ringan, dan tidak rusak sebesar 8,59; 17,33; 31,35; dan 61,10. Populasi Nodocnemis sp. juga dipengaruhi oleh tingkat perkembangan bunga salak; paling tinggi pada bunga mekar (92,33 ekor/tandan bunga jantan), sedang pada bunga belum mekar dan lewat mekar sebesar 17,37 dan 8,14 ekor/tandan bunga jantan. Petani responden paham tentang peran serangga penyerbuk bunga salak dan berkesan bahwa erupsi Merapi berdampak negatif terhadap serangga  penyerbuk tersebut.

 


Keywords


Erupsi merapi; Merapi eruption; Nodocnemis sp.; Salacca edulis

Full Text:

PDF


References

Anonim. 2009. Teknik Penyerbukan pada Bunga Salak. http://gustiandri.blogspot.com/2010/06, diakses 2/1/11.

Mangoendihardjo, S. 1979. Nodocnemis sp. (Coleoptera: Curculionidae) Perusak bunga Salak di Kabupaten Sleman. Kongres Entomologi I. Jakarta, 9−11 Januari 1979.

Purnomo. 2011. Kerugian Erupsi Merapi Kian Membengkak. http://nasional.vivanews.com/news/ read/204273, diakses 5/4/11. Suwandi. 2010. Salak Pondoh Banyak yang Rusak Akibat Erupsi Merapi. http://yogyanews.com, diakses 5/4/11.

Wagiman, F.X., S. Mangoendihardjo, & A. Prasetyo. 1998.Kajian Aspek Biologi Nodocnemis sp. (Coleoptera: Curculionidae) dan Peranannya Sebagai Penyerbuk dan Hama Bunga Salak. Pusat Studi Pengendalian Hayati Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.



DOI: https://doi.org/10.22146/jpti.15570

Article Metrics

Abstract views : 1285 | views : 1227

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2014 Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 height=auto

Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia ISSN 1410-1637 (print)ISSN 2548-4788 (online) is published by Department of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada in collaboration with Indonesian Entomological Society (Perhimpunan Entomologi Indonesia, PEI) and Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia, PFI). The content of this website is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  

View website statistics