Penapisan PGPF untuk Pengendalian Penyakit Busuk Lunak Lidah Buaya (Aloe vera) di Tanah Gambut

https://doi.org/10.22146/jpti.11768

Supriyanto Supriyanto(1*), Achmadi Priyatmojo(2), Triwidodo Arwiyanto(3)

(1) Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
(2) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Aloe (Aloe vera) planted in West Borneo peat soil is well known as having the best product quality in Indonesia. Soft rot disease is one of the constraints of Aloe cultivation on peat soil. Many methods have no significant result for controlling this disease. This research objectives are to obtain Plant Growth Promoting Fungi (PGPF) for controlling Aloe bacterial soft rot in peat soil. The research was conducted in Clinical Laboratory of Plant Pathology and glass house of Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Yogyakarta from October 2008 to September 2009. The methods included fungal isolation from peat land, hypovirulent and PGPF ability test, and biological control test in the glass house. Among 42 peat soil fungi tested, 28 isolates were hypovirulent and only 2 isolates i.e. SNTH001 (Penicillium sp.) and SNTH003 (Aspergillus sp.) showed the PGPF ability. Glass house trial showed that single application of SNTH001 and SNTH003 isolates were able to increase the growth of Aloe. In the biological control of Aloe soft rot disease test showed that the lowest intensity (25%) might be obtained by using SNTH001 isolate.

 

Lidah buaya (Aloe vera) asal tanah gambut Kalimantan Barat dikenal mempunyai kualitas terbaik di Indonesia. Penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh bakterimerupakan salah satu kendala dalam pengembangan tanaman lidah buaya dilahan gambut dan beberapa cara pengendalian yang telah dilakukan belum memberikan hasil nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jamur asal tanah gambut yang mampu berperan sebagai Pemacu Pertumbuhan Tanaman untuk pengendalian penyakit busuk lunak di tanah gambut. Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan Klinik dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta dari bulan Oktober 2008 sampai September 2009, meliputi isolasi jamur dari tanah gambut, uji hipovirulensi dan uji kemampuan sebagai PGPF serta uji pengendalian hayati penyakit busuk lunak lidah buaya di rumah kaca. Dari 42 isolat jamurtanah yang diuji, diperoleh 28 isolat hipovirulen dan setelah diuji kemampuan sebagai PGPF didapatkan dua isolat yang mampu berperan sebagai PGPF, yaitu isolat SNTH003 (Aspergillus sp.) dan SNTH001 (Penicillium sp.). Pemberian kedua isolattersebutsecara tunggalmampumeningkatkan pertumbuhan lidah buaya lebih baik dibandingkan kontrol. Dalam uji pengendalian penyakit, pemberian dua isolat ini mampu mengurangi intensitas penyakit.Intensitas penyakit terendah diperoleh dari pemberian isolat SNTH001 (Penicillium sp.) yaitu sebesar 25%.


Keywords


Aloe; bacterialsoftrot; lidah buaya; penyakit busuk lunak; PGPF; peatsoil; tanah gambut

Full Text:

PDF


References

Aisyah, S., 2005. Manfaat Lidah Buaya (Aloe vera Linn). Jurnal Aloe Vera 4: 1–6.

Aminardi, S.Yudiono & E. Ismayana, 2006. Respon Petani Aloe vera Terhadap Keberadaan Pabrik Pengolahan Aloe vera PT. Niramas Utama di Kecamatan Pontianak Utara. Jurnal Aloe Vera 4: 17–27.

Anonim, 1996. Budidaya Lidah Buaya. Petunjuk Teknis Identifikasi Pengembangan Sentra Agribisnis Tanaman Hias dan Obat. Direktorat Bina Produksi Hortikultura. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura. 12 p.

Anonim. 2001a. Kerangka Acuan Pengembangan Pusat Pengkajian dan Pengembangan Aloe vera (Aloe Center) Kota Pontianak. Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT dan Pemerintah Kota Pontianak. 12 p.

Anonim, 2001b. Mutiara Hijau yang Menjanjikan. Dinas Pertanian Propinsi Kalimantan Barat. Sub Dinas Bina Produksi Hortikultura. 9 p.

Anonim, 2008. Pengembangan Prasarana dan Sarana Desa Agropolitan Propinsi Kalimantan Barat. Kawasan Agropolitan Kota Pontianak. Profil Kalbar. http://www.pu.go.id/ditjen_mukim/agro/profil_kws/PROFILKALBAR.pdf,modified26/10/08.

Arwiyanto, T., M. Goto, S. Tsuyumu, & Y. Takikawa. 1994. Biological Control of Tomato Bacterial Wilt with the Use of Avirulent Strain of Pseudomonas solanacearum Isolated from Sterilitzia reginae. Annual Phytopathology Society, Japan 60: 421–430.

Barchia, M.F., 2006. Gambut, Agroekosistem dan Transformasi Karbon. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 196 p.

Chandanie, W.A., M. Kubota, & M. Hyakumachi. 2006. Interactions Between Plant Growth Promoting Fungi and Arbuscular Mycorrhizal Fungus Glomus mosseae and Induction of Systemic Resistance to Anthracnose Disease in Cucumber. Plant and Soil 286: 209–217.

De Laat, P.C.A., J.T.W. Verhoeven & J.D. Janse. 1994. Bacterial Leaf Rot of Aloe vera L. Caused by Erwinia chrysanthemi Biovar 3. European Journal of Plant Pathology 100: 81–84.

Domsch, K.H. & W. Gams. 1972. Compendium of Soil Fungi, Volume I. Verlag. 859 p.

Hyakumachi, M. & M. Kubota, 2004. Fungi as Plant Growth Promoter and Disease Suppressor, p. 101–110. In D.K. Arora (ed.), Fungal Biotechnology in Agriculture, Food, and Environmental Applications. Marcel Dekker Inc., Lousiana.

Kusnandar, D., A. Suyatno, & F. Trisiana, 2006. Studi Komparatif Pembiayaan dan Pendapatan Usahatani Pepaya dan Lidah Buaya di Kecamatan Pontianak Utara. Jurnal Aloe Vera 6: 1–10.

Mandal, K. & S. Maiti, 2005. Bacterial Soft Rot of Aloe Caused by Pectobacterium chrysanthemi: A New Report from India. Plant Pathology 54: 573– 573.

Noor, M. 2001. Pertanian Lahan Gambut. Penerbit Kanisius, Yogyakarta. 152 p. Perombelon, C.L., H. Slater, & G.P.C. Salmond. 2004. Chemical Signalling by Bacterial Plant Pathogens, p. 133–135. In M. Gilling &A. Holmes (eds.), Plant Microbiology. Garland Science, Auburn.

Rao, N.S.S. 2007. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta. 353 p.

Rianto, F. & Sarbino. 2004. Pengendalian Penyakit Busuk Lunak pada Lidah Buaya (Aloe vera) secara Non Kimiawi dengan Memanfaatkan Mikroorganisme Antagonis. Jurnal Aloe Vera 3: 23–28.

Santosa, E., & L.K., Darusman. 2002. Kajian Potensi dan Pengembangan Produk Lidah Buaya (Aloe vera). Jurnal Aloe vera 1: 23–35

Shivana, M.B., M.S. Meera, K.Kageyama & M. Hyakumachi. 1996. Growth Promotion Ability of Zoysiagrass Rhizosphere Fungi in Consecutive of Wheat and Soybean. Mycoscience 37: 163–168.

Sulaeman, M. 2008. Model Pengembangan Agribisnis Lidah Buaya (Aloe vera). http://www.smecda.com/kajian /files/jurnal/Jurnal_Agribisnis_Aloevera.pdf, modified 11/9/08. 17 p.

Suswati, D., E. Santoso, & Gaib. 2004. Pengaruh Pemberian Pupuk Lengkap terhadap Pertumbuhan Tanaman Lidah buaya di Tanah Gambut. Jurnal Aloe Vera 3: 1–10.

Suswati, D., I. Umran, & T. Sukmawati, 2005. Pengaruh Kombinasi Pukan Ayam dan Pupuk Fosfor terhadap Serapan P dan Pertumbuhan Tanaman Lidah Buaya pada Tanah Gambut. Jurnal Aloe Vera 7: 11–21.

Suswati, D., 2006. Pengaruh Pemberian Pugas terhadap Serapan P dan Pertumbuhan Lidah Buaya (Aloe vera) pada Tanah Gambut. Jurnal Aloe Vera 7: 18–22.

Villa Juan-Abgona, R., N. Katsuno, K. Kageyama & M. Hyakumachi, 1996. Isolation and Identification of Hypovirulent Rhizoctonia spp. from Soil. Plant Pathology 45: 896–904

Worosuryani, C., A. Priyatmojo, & A. Wibowo, 2006. Uji Kemampuan Jamur yang Diisolasi dari Lahan Pasir sebagai PGPF (Plant Growth Promoting Fungi). Jurnal Agrosains 19: 179–192.



DOI: https://doi.org/10.22146/jpti.11768

Article Metrics

Abstract views : 1602 | views : 1400

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30/E/KPT/2018, Vol. 21 No. 1 the Year 2017 - Vol. 25 No. 1 the Year 2021. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia ISSN 1410-1637 (print), ISSN 2548-4788 (online) is indexed by: :