Identifikasi dan Pengendalian Jamur Busuk Putih Buah Salak dengan Ekstrak Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa)

https://doi.org/10.22146/jpti.11767

Aries Pratomo(1*), Christanti Sumardiyono(2), Y. M.S. Maryudani(3)

(1) Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah
(2) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


One of the important disease on snakefruit (Salacca edulis) is fruit rot disease with white symptom. Control of snake fruit diseases is better when natural compounds rather than chemicals pesticide were used which might cause consumer hazard. Several of plant extract i.e. from Zingiberaceae which have antimicrobial activity had been studied. The purpose of this study were to identify the pathogen of white rot and to know the effect of torch ginger’s flower (Nicolaia speciosa) extract on disease development. The spores was identified under microscopic condition from diseased fruits and isolates. Torch ginger’s flowers was extracted in ethanol. After removal of the ethanol the crude extract was dissolved with distilled water. Food Poisoned Technique was done to evaluate its influence in vitro. Both detached and clustered fruits were sprayed with the extract then inoculated with the pathogen. The result showed that the pathogen was Chalaropsis sp. Detached snakefruit was more susceptible to Chalaropsis sp. infection than those in cluster. In vitro test showed 48–50 % of torch ginger’s flower extract in water inhibit 90% of colony growth. The extract inhibited the development of Chalaropsis sp. in detached snakefruit or in cluster ones. Concentrated extract protected snakefruit up to 100% from Chalaropsis sp. infection.

 

Salah satu penyakit penting yang menurunkan tingkat pemasaran buah salak adalah penyakit busuk buah dengan gejala jamur putih. Pengendalian penyakit ini dengan bahan nabati lebih baik dibandingkan dengan pestisida kimia yang berbahaya bagi konsumen. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tanaman dari keluarga Zingeberaceae antara lain bunga kecombrang mengandung senyawa antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab penyakit jamur putih pada buah salak dan pengaruh ekstrak bunga kecombrang untuk pengendalian penyakit tersebut. Identifikasi patogen secara mikroskopi dilakukan secara korekan langsung dan dari isolat. Bunga kecombrang diekstrak dengan cara Soxhlet dalam alkohol. Alkohol diuapkan dengan rotavapor dan ekstrak kasar dilarutkan dalam air suling. Pengujian pengaruh ekstrak bunga kecombrang dilakukan secara in vitro dan penyemprotan pada buah yang sudah dipetik dan buah pada tandan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patogen busuk putih buah salak adalah Chalaropsis sp. Buah salak lepas tandan lebih rentan terhadap infeksi Chalaropsis dari pada yang masih menempel. Berdasarkan pengujian in vitro, ekstrak bunga kecombrang pada konsentrasi 48–50% dapat menghambat pertumbuhan koloni Chalaropsis sp. hingga 90 %. Penyemprotan ekstrak bunga kecombrang mampu menghambat pertumbuhan Chalaropsis sp. pada buah salak lepas tandan atau yang menempel tandan. Ekstrak pekat dapat 100% melindungi buah salak dari infeksi oleh Chalaropsis sp.


Keywords


Bunga kecombrang; Chalaropsis sp.; jamur putih; torch ginger’s flower; white fungus

Full Text:

PDF


References

Anonim. 2007. Potensi Daerah Pertanian. http://jawatengah.go.id/framer.php?SUB= potensi&DATA=pertanian&KOTA, modified 20/2/2007.

Barnett H.L. & B.B. Hunter. 1972. Illustrated Genera of Imperfect Fungi 5th ed. Burgess Publishing Company, Minnesota, USA. 225 p.

Bridges, J.R. 1987. Effects of Terpenoid Compounds on Growth of Symbiotic Fungi Associated with the Southern Pine Beetle. Phytopathology 77: 83–85. http://adsabs.harvard. edu/abs/1960Sci/131..933C, modified 20/5/2008.

Jaafar F.M., C.P. Osman, N.H. Ismail, & K.Awang. 2007. Analysis of Essential Oil of Leaves, Stems, Flowers and Rhizomes of Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith. The Malaysian Journal of Analitical Sciences 11: 269–273.

Korsten. L. 2006. Advances in Control of Postharvest Disease in Tropical Fresh Produce. International Journal of Postharvest Technology and Innovation 1: 48–61.

Naufalin, R. 2005. Kajian Sifat Antimikroba Ekstrak Bunga Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) terhadap Berbagai Mikroba Patogen dan Perusak Pangan. Program Studi Ilmu Pangan. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor (Disertasi, tidak dipublikasikan).

Nurbailis. 2003. Pengujian EfekAnti Jamur dari Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) terhadap Colletotrichum capsici Penyebab Penyakit Antraknosa pada Cabai, p. 260–262. In T.

Suganda (ed.), Prosiding Kongres Nasional XVII dan Seminar Ilmiah PFI. Bandung 6–8 Agustus 2003.

Solomons, T.W.G. 1980. Organic Chemistry. 2nd ed. JohnWiley and Sons, New York, USA. 1134 p.



DOI: https://doi.org/10.22146/jpti.11767

Article Metrics

Abstract views : 1788 | views : 2005

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30/E/KPT/2018, Vol. 21 No. 1 the Year 2017 - Vol. 25 No. 1 the Year 2021. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia ISSN 1410-1637 (print), ISSN 2548-4788 (online) is indexed by: :