Persepsi Pengunjung Pameran HCPSN terhadap Konservasi Alam dan Strategi Promosi Konservasi di Masa Pandemi

https://doi.org/10.22146/jpt.67391

Sugiarti Rachim(1*), Hendra Gunawan(2)

(1) Indonesian Institute of Sciences
(2) Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor, 16610.
(*) Corresponding Author

Abstract


National Flower and Animal Love Day (HCPSN), celebrated every 5 November, aims to increase awareness, protection, conservation, and sustainable use of national flowers and animals. One way to commemorate HCPSN is to organize an exhibition on biodiversity conservation. The 2020’s HCPSN exhibition held at Bogor Botanical Gardens. the research team surveyed by distributing questionnaires to 90 visitors to obtain data on their perceptions and attitudes towards nature conservation and opinions on environmental education. The survey found that only some respondents knew about HCPSN (53.3%), National Nature Conservation Day (41.1%), Environment Day (52.2%), and International Forest Day (36.7%). Respondents realized that nature conservation is the responsibility of all citizens (67.8%) and 21.2% of respondents support and participate in environmental conservation actions. As many as 61.1% of respondents think that environmental education in schools is still lacking, therefore they consider it necessary to have environmental education in schools, both in the form of separate subjects (57.0%), integrated into other materials (28.0%) and extracurricular (15.0%). The survey also found that environmental education was obtained by respondents from schools (21.5%), books (16.2%), social media (13.1%), museums (13.1%), television (12.6%), parents (7.9%), exhibitions (6.3%), newspapers and magazines (4.7%), and brochures or posters (4.7%). The respondent's educational background has a significant effect on the perception of endangered flower, and the first source of knowledge about nature conservation obtained by the respondent is highly significant correlation with the respondent's perception of the endangered flower, but not for national animals. Based on these findings, a strategy for promoting nature conservation can be drawn up, especially during a pandemic.


Keywords


flower; animal; conservation; education; environment.

Full Text:

PDF


References

Adiprasetyo, T., Eriyatno, E., Noor, E., & Sofyar, F. (2009). Sikap masyarakat lokal terhadap konservasi dan taman nasional sebagai pendukung keputusan dalam pengelolaan Taman Nasional Kerinci Seblat (Studi kasus di Kabupaten Kerinci dan Lebong, Indonesia). Jurnal Bumi Lestari, 9(2), 173–186.

Alpusari, M. (2013). Analisis kurikulum pendidikan lingkungan hidup pada sekolah dasar Pekanbaru. Jurnal Primary, 2(2), 10–17.

Arswendi, R. (2013). Konservasi berbasis komunitas (Studi tentang strategi branding Universitas Negeri Semarang sebagai universitas konservasi). Jurnal Interaksi, 2(2), 31–41.

CIFOR. (2017, Maret 1). Generasi muda dan masa depan satwa liar. Kabar Hutan Rabu. https://forestsnews.cifor.org/48342/generasi-muda-dan-masa-depan-satwa-liar?fnl=

Daryanto, & Darmiatun, S. (2013). Implementasi pendidikan karakter di sekolah. Yogyakarta: Gava Media.

Faisal, Y., Mahsyar, A., & Wardah. (2019). Pembimbingan kader pemuda motivator pelestari lingkungan hidup. Journal of Character Education Society, 2(1), 19–23.

Gunawan, H., Ramono, W. S., Gillison, A. N., & Isnan, W. (2012). Assessment on socio-economics and perceptions of local communities on reintroduction of Javan rhino’s (Rhinoceros sondaicus Desmarest, 1822). Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 9(4), 395–407.

Hairunnisa, Noor, M., Hariati, Wahyuni, A., & Ganesa, C. (2018). Model strategi komunikasi untuk pelestarian bekantan dan habitatnya. Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan, 22(2), 149–163.

Hapsari, T. D., & Ayunita, D. N. N. D. (2015). Persepsi dan aspirasi nelayan terhadap rencana pembangunan PLTU di kawasan konservasi laut daerah (taman pesisir) Ujungnegoro Kabupaten Batang. Jurnal Saintek Perikanan, 10(2), 98–106.

Harris, L. R., & Brown, G. T. L. (2010). Mixing interview and questionnaire methods: Practical problems in aligning data. Practical Assessment, Research & Evaluation, 15(1), 1–19.

Herawati, R. (2011). Peran Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dalam konservasi sumber daya alam berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 (Studi kasus di Jawa Tengah). MMH, 40(4), 509–516.

Hoetomo, M. A. (2005). Kamus lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Mitra Pelajar.

Jalinur, & Nelisa, M. (2015). Persepsi pemustaka yang menggunakan media sosial (Facebook dan Twitter) terhadap peningkatan layanan informasi Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, 4(1), 127–136.

Karmanto, E. D. M., Makmur, M., & Hayat, A. (2015). Kebijakan pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup pada sekolah “Adiwiyata” (Studi pada SMAN 1 Puncu Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri). Jurnal Administrasi Publik, 3(12), 1981–1985.

Krejcie, R. V., & Morgan, D. W. (1970). Determining sample size for research activities. Educational and Psychological Measurement, 30, 607–610.

La Fua, J. (2014). Aktualisasi pendidikan Islam dalam pengelolaan lingkungan hidup menuju kesalehan ekologis. Jurnal Al-Ta’dib, 7(1), 19–36.

Lailia, A. N. (2014). Gerakan masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup (Studi tentang upaya menciptakan kampung hijau di Kelurahan Gundih Surabaya). Jurnal Politik Muda, 3(3), 283–302.

Luthfi, A., & Wijaya, A. (2011). Persepsi masyarakat Sekaran tentang konservasi lingkungan. Komunitas, 3(1), 29–39.

Ling, J., & Catling, J. (2012). Psikologi kognitif. Jakarta: Erlangga.

Mathers, N., Fox, N., & Hunn, A. (2007). Surveys and questionnaires. The NIHR RDS for the East Midlands Yorkshire & the Humber.

Mulyanti. (2014). Strategi komunikasi dalam sosialisasi program keluarga berencana untuk menekan pertumbuhan jumlah penduduk Kelurahan Sangasanga dalam di Kecamatan Sangasanga. Journal Ilmu Komunikasi, 2(2), 132–144.

Murairwa, S. (2015). Voluntary sampling design. International Journal of Advanced Research in Management and Social Sciences, 4(2), 185–200.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Novayanti, D., Banuwa, I. S., Safe’i, R., Wulandari, C., & Febryano, I. G. (2017). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi persepsi masyarakat dalam pembangunan hutan tanaman rakyat pada KPH Gedong Wani. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 9(2), 61–74.

Nur’aeni. (2016). Strategi kampanye pada proses sosialisasi program pendidikan dan pengembangan anak usia dini di Kabupaten Subang. Jurnal Komunikasi, 2(2), 61–74.

Parawita, T. Z., Surbakti, A., & Yolida, B. (2019). Hubungan pengetahuan pencemaran lingkungan dengan sikap peserta didik dalam pengelolaan sampah metode 3R. Jurnal Bioterdidik, 7(1), 43–51.

Rahmaniar, A. W., & Lestari, M. T. (2019). Strategi komunikasi dalam sosialisasi program literasi digital melalui media sosial Instagram Kementerian Komunikasi dan Informatika. e-Proceeding of Management, 6(1), 1819–1827.

Rana, R., & Singhal, R. (2015). Chi-square test and its application in hypothesis testing. Journal of the Practice of Cardiovascular Sciences, 1(1), 69–71.

Rezkita, S., & Wardani, K. (2018). Pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup membentuk karakter peduli lingkungan di sekolah dasar. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 4(2), 327–331.

Afandi, R. (2013). Integrasi pendidikan lingkungan hidup melalui pembelajaran IPS di sekolah dasar sebagai alternatif menciptakan sekolah hijau. Pedagogia, 2(1), 98–108.

Roopa, S., & Rani, M. S. (2012). Questionnaire designing for a survey. The Journal of Indian Orthodontic Society, 46(4), 273–277.

Roscoe, J. T. (1975). Fundamental research statistics for the behavioral sciences. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Rumimpunu, M., Warouw, D., & Harilama, S. (2014). Strategi humas dalam mensosialisasikan program listrik pintar PT PLN (Persero) Wilayah Suluttenggo di Ranotana. Journal Acta Diurna Komunikasi, 3(1), 1–12.

Salampessya, M. L., Aisyah, & Febryano, I. G. (2019). Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sumberdaya alam di daerah aliran sungai (The perception of community on natural resource management in watersheds). ANR Conference Series, 2(1). https://doi.org/10.32734/anr.v2i1.568

Sari, T. A., & Soenarno, S. M. (2018). Pendidikan dan pelatihan konservasi alam bagi siswa dan guru SD melalui metode learning by game. Dalam Handziko, R. C., Rukmanandita, A. Y., Retnawidyaningrum, D. A., Saputra, D., & Salim, I. (Eds.), Biokonservasi: Peran dan pembelajaran biologi dalam pemanfaatan biodiversitas Indonesia di era keterbukaan dan pengetahuan (hlm. 15–20). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNY.

Sarwono, S. W., & Meinarno, E. A. (2011). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Sayektiningsih, T., Meilani, R., & Muntasib, E. K. S. H. (2008). Strategi pengembangan pendidikan konservasi pada masyarakat Suku Tengger di Desa Enclave Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Media Konservasi, 13(1), 32–37.

Slameto. (2003). Belajar dan faktor-faktor yang memengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.

Suharko. (2014). Pencegahan bencana lingkungan hidup melalui pendidikan lingkungan. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 21(2), 254–260.

Taryatman. (2016). Budaya hidup bersih dan sehat di sekolah dasar untuk membangun generasi muda yang berkarakter. Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 3(1), 8–13.

Turhan, N. S. (2020). Karl Pearson’s chi-square tests. Educational Research and Reviews, 15(9), 575–580. https://doi.org/10.5897/ERR2019.3817

Tuty, D. W. N., Widiyanti, E., & Utami, B. W. (2017). Korelasi faktor pembentuk persepsi dengan persepsi konsumen terhadap media pemasaran online (www.goodplant.co.id). Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 32(2), 108–115. https://doi.org/10.20961/carakatani.v32i2.14996

Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Andi.

Widodo, A., & Permatasari, D. A. (2020). Strategi komunikasi Pemerintah Kota Bekasi dalam program Bekasi Smart City. ETTISAL: Journal of Communication, 5(1), 79–89.



DOI: https://doi.org/10.22146/jpt.67391

Article Metrics

Abstract views : 2741 | views : 2854

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 sugiarti rachim

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Pariwisata Terapan is published by Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia with registered number ISSN 2580-1031 (Print) and ISSN 2580-104x (Online). This website is licensed under a Creative Commons Attribute-ShareAlike 4.0 International License. Built on the Public Knowledge Project's OJS 2.4.8.1.


free
hit counter View My Stats =======