Pembuatan Asap Cair Guna Mendukung Pertanian Organik di Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi

https://doi.org/10.22146/jpkm.51793

Sefri Ton(1*), Dwi Ahmad Priyadi(2), Yeddid Yonatan Darma(3)

(1) Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Ternak, Politeknik Negeri Banyuwangi
(2) Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Ternak, Politeknik Negeri Banyuwangi
(3) Program Studi Teknik Manufaktur Kapal, Politeknik Negeri Banyuwangi
(*) Corresponding Author

Abstract


Bulusari merupakan desa yang terletak di Kecamatan Kalipuro. Wilayah desa ini terdiri atas permukiman, lahan pertanian, dan perkebunan. Masyarakat Desa Bulusari bermukim di tiga dusun, yaitu Bulupayung, Kopensere, dan Plampang. Permukiman warga memiliki tipikal berupa rumah khas perkebunan. Kopi dan sedikit cengkih banyak ditanam di sekeliling rumah warga. Lahan pertanian ditanami padi, ketela pohon, kelapa, dan buah-buahan. Di Desa Bulusari juga terdapat usaha serkel kayu. Usaha serkel kayu tersebut menyisakan banyak limbah potongan kayu. Tujuan kegiatan ini adalah membantu masyarakat untuk memanfaatkan limbah kayu dan menghasilkan produk unggulan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah introduksi inovasi pemanfaatan limbah kayu menjadi asap cair; mendesain dan membuat alat; praktik penggunaan alat; dan pengaplikasian penggunaan asap cair. Teknologi yang diterapkan mampu menghasilkan asap cair dengan grade 3 dan grade 2. Kegunaan asap cair ini adalah sebagai pestisida nabati/organik dan pengawet makanan. Pembuatan asap cair diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan pestisida organik dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Desa Bulusari

Keywords


Asap cair; Desa Bulusari; Limbah kayu; Pestisida dan pengawet makanan

Full Text:

PDF


References

Andarwulan, N., Wijaya, H., & Cahyono, D.T. (1996). Aktivitas Antioksidan dari Daun Sirih (Piper betle L). Buletin Teknologi dan Industri Pangan, 7(1), 29—30.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. (2019). Sosialisasi Kegiatan Penelitian dan Pengabdian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tahun 2019. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Basri, A.B. (2010). Manafaat Asap Cair untuk Tanaman. Seri Inovasi Pembangunan Serambi Pertanian, 4(5), 1—2.

Darmadji. (1996). Antibakteri Asap Cair dari Limbah Pertanian. Agritech, 16(4), 19—22.

Dewi, J., Gani, A., & Nazar, M. (2018). Analisis Kualitas Asap Cair Tempurung Kelapa dan Ampas Tebu sebagai Bahan Pengawet Alami pada Tahu. Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA, 2(2),106—112.

Fauzan & Ikhwanus, M. (2017). Pemurnian Asap Cair Tempurung Kelapa Melalui Distilasi dan Filtrasi Menggunakan Zeolit dan Arang Aktif. Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2017.

Ghazali, R.R., Swastawati, F., & Romadhon. (2014). Analisa Tingkat Keamanan Ikan Manyung (Arius thalassinus) Asap yang Diolah dengan Metode Pengasapan Berbeda. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(4), 31—38.

Hanin, N.N.F. & Rarastoeti P. (2017). Kandungan Fenolik, Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Paku Laut (Acrostichum aureum L.) Fertil dan Steril. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology, 2, 51—56.

Ispatrika A. (2019). Pembuatan Pestisida Nabati sebagai teknologi Ramah Lingkungan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian Kementerian Pertanian, Jakenan.

Lai, H. & Lim, Y. (2011). Evaluation of antioxidant activities of the methanolic extracts of selected ferns in Malaysia. International Journal of Environmental Science and Development, 2(6), 442—447.

Novalius F. (2019). RI Ekspor Beras Organik Banyuwangi ke Italia hingga Amerika. https://economy.okezone.com/read/

Oktarina, D., Sumpono, & Elvia, R. (2017). Uji Efektivitas Asap Cair Cangkang Buah Hevea braziliensis terhadap Aktivitas Bakteri Es. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kimia, 1(1), 1—5.

Rosnawati, T. (2016). Pemanfaatan Limbah Kulit Durian sebagai Bahan Baku Briket dan Pestisida Nabati. Jurnal: Biology Sciece And Education, 5(2), 159—170.

Salamah & Jamilatun, (2017). Pemanfaatan Asap Cair Food Gradeyang Dimurnikan dengan Arang Aktif sebagai Pengawet Ikan Nila. Eksergi, 14(2), 29—34.

Santoso, R.S. (2015). Asap Cair Sabut Kelapa sebagai Repelan Bagi Hama Padi Walang Sangit (Leptocorisa oratorius). Jurnal Sainsmat, 4(2), 81—86.

Sari, Y.P., Samharinto, & Langai, B.F. (2018). Penggunaan Asap Cair Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai Pestisida Nabati untuk Mengendalikan Hama Perusak Daun Tanaman Sawi (Brassica juncea L.). EnviroScienteae, 14(3), 272—284.

Saparinto, C. & Hidayati, D. (2006). Bahan Tambahan Pangan. Yogyakarta: Kanisius.

Sudarmo, S. (2005). Pestisida Nabati. Yogyakarta: Kanisius.

Sumarno. (2014). Teknologi Pengubah Tempurung Kelapa Menjadi Cairan Asap (Asap Cair). Fakultas Pertanian Universitas Abdulrahman Saleh, Situbondo.

Sutin. (2008). Pembuatan Asap Cair dari Tempurung Kelapa dan Sabut Kelapa Secara Pirolisis serta Fraksinasinya dengan Ekstraksi [Skripsi tidak dipublikasikan]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Utomo, B.S.B., Wibowo, S., & Widianto, T.N. (2012). Asap Cair: Cara Membuat dan Aplikasinya pada Ikan Asap. Jakarta: Penebar Swadaya.

Yatagai, M. (2004). Utilization of Charcoal and Wood Vinegar in Japan. Graduate School of Agricultural and Life Sciences. The University of Tokyo, Tokyo.



DOI: https://doi.org/10.22146/jpkm.51793

Article Metrics

Abstract views : 1288 | views : 509

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement)

ISSN (print) 2460-9447ISSN (online) 2541-5883