Pendidikan Pemakaian Obat dan Antibiotik di Sekolah Menengah Pertama Negeri 11 Jayapura

https://doi.org/10.22146/jpkm.49485

Eva Susanty Simaremare(1*), Elsye Gunawan(2), Krisna Dewi(3), Nur Fadilah Bakrie(4), Rani Dewi Pratiwi(5), Rizka Agustine(6)

(1) Program Studi Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
(2) Program Studi Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
(3) Program Studi Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
(4) Program Studi Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
(5) Program Studi Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
(6) Program Studi Farmasi, Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Cenderawasih
(*) Corresponding Author

Abstract


Banyak penyakit saat ini yang membutuhkan obat dan antibiotik untuk penyembuhannya. Akan tetapi pasien terkadang tidak disiplin untuk meminum obat dan antibiotik. Kurangnya pengetahuan tentang efek obat dan resistensi antibiotik dapat menimbulkan penurunan kualitas kesehatan masyarakat. Pengetahuan tentang obat dan antibiotik mutlak dimiliki olehsetiap penggunanya sehingga setiap orang dapat memilih dan mengidentifikasi obat, serta secara khusus dapat disiplin dalam minum antibiotik. Kegiatan ini dilakukan di SMP Negeri 11 Jayapura pada Agustus 2019 yang diawali dengan responsi tentang obat dan antibiotik kemudian mengidentifikasi secara kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner pretest, edukasi, dan post-test. Kuesioner dilihatvalidasi dan reliabilitasnya terlebih dahulu dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan program SPSS. Data skoring/interval diolah dan selanjutnya dianalisis dengan SPSS juga. Data skor pre dan post dibuat dalam persen dan dilihat kategorinya meliputi: 81–100% dikategori sangat baik, 61–80% baik, 41–60 % cukup baik, 21–40% kurang, serta < 20% tidak baik. Hasil kegiatan menyatakan ada perubahan tingkat pengetahuan siswa-siswi tentang obat dan antibiotik setelah mengikuti kegiatan dan di akhir kegiatan sudah masuk dalam kategori sangat baik. Selanjutnya 95, 7% siswa/i menyatakan sangat berguna bagi peserta dan 67,5% berkomitmen menjadi duta menyampaikan informasi tentang pengetahuan pemakaian obat dan antibiotik kepada orang lain.

Keywords


Antibiotik; Edukasi; Obat; Pemakaian; Pengabdian

Full Text:

PDF


References

Arrang, S. T., Cokro, F., & Sianipar, E. A. (2019). Penggunaan Antibiotika yang Rasional pada Masyarakat Awam di Jakarta. Jurnal Mitra, 3(1), 73-82.

Astuty, E. & Syarifuddin, N. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Desa Lero Dalam Bidang Kesehatan Melalui Penyuluhan Penggunaan Antibiotik. Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 96-100.

Bororoh, H. N., Utami, E. D., Maharani, L., & Mustikaningtyas, I. (2017). Tingkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Edukasi Tentang Penggunaan Antibiotik Bijak dan Rasional. Ad-Dawaa Jour Pharm. Sci., 1(1), 8-15.

Depkes RI. (2007). Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Jakatra. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Ditjen Kefarmasian dan Akat Kesehatan Depkes RI. Jakarta, 10-12.

Dewi, M. A. C. & Farida, Y. (2018). Tingkat Pengetahuan Pasien Rawat Jalan tentang Penggunaan Antibiotik di Puskesmas Wilayah Karanganyar. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 1, 27-35.

Djawaria, D. P. A., Prayitno, A., & Setiawan, E. (2018). Pengembangan dan Validasi Kuisoner untuk Mengidentifikasi Faktor Penyebab Perilaku Penggunaan Antibiotik tanpa Resep Dokter. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 16(1), 107-114.

Fernandez, B.A.M. (2013). Studi Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat-NTT. Universitas Surabaya, Surabaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(2), 1-17.

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Kementerian Kesehatan RI. Permenkes No. 2406/MENKES/PER/XII/2011. Jakarta

Lubis, M. S., Meilani, D., Yuniarti, & Dalimunthe, G. I. (2019). PKM Penyuluhan Penggunaan Antibiotik Kepada Masyarakat Desa Tembung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 299-30

Pratowo, G. S. & Dewi, N. A. (2018). Tingkat Pengetahuan masyarakat Desa Anjir Mambulau Terhadap Penggunaan Antibiotik. Jurnal Surya Medika, 4(1), 79-89.

Purwaningsih, A. E. D. A., Rahmawati, F. & Wahyono, D. (2015). Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatri rawat inap. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 5(3), 211-219

Suherman, H. & Febrina, D. (2018). Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Swamedikasi Obat. Vina Medika. Edisi Khusus, 2, 82-93.

Syafitri, I. N., Hidayati, I. R., & Pristianty, L. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Penggunaan Obat Parasetamol Rasional dalam Swamedikasi. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 4(1), 19-26.

Woiling, C., Goenawi, L. R., & Citraningtyas, G. (2013). Pengaruh Penyuluhan Penggunaan Antibiotika Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Di Kota Manado. Pharmacon, 2(03), 24-28.

Yuliani, N. N., Wijaya, C., & Moeda, G. (2014). Tingkat Pengetahuan Masyarakat RW.IV Kelurahan Fontein Kota Kupang Terhadap Penggunaan Antibiotik. Jurnal Info Kesehatan, 12(1), 700-711.



DOI: https://doi.org/10.22146/jpkm.49485

Article Metrics

Abstract views : 1155 | views : 691

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement)

ISSN (print) 2460-9447ISSN (online) 2541-5883