Upaya Promotif untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Bayi dan Balita tentang Stunting dengan Media Integrating Card

https://doi.org/10.22146/jpkm.42417

Sri Astuti(1*), Ginna Megawati(2), Samson CMS(3)

(1) Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran
(2) Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran
(3) Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran
(*) Corresponding Author

Abstract


Stunting adalah kondisi ketika seorang anak tingginya kurang dari tinggi standar usianya dan merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama. Stunting dapat menyebabkan produktivitas seseorang terganggu saat dewasa. Hal ini terjadi karena stunting berdampak pada terganggunya pertumbuhan fisik, kekebalan tubuh, dan fungsi kognitif anak. Selain faktor gizi, stunting disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang stunting, terutama ibu hamil, ibu balita (bawah lima tahun), dan kader posyandu. Tujuan pemberdayaan masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu bayi dan balita melalui promosi kesehatan dengan media Integrating card. Dalam pemberdayaan masyarakat ini dilakukan juga penelitian dengan pendekatan cross-sectional. Subyek pada penelitian tersebut adalah 77 ibu yang memiliki bayi dan balita di wilayah kerja Puskesmas Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan promosi kesehatan dilaksanakan pada November 2018. Setelah dilakukan promosi kesehatan dengan Integrating card, 56 (72,7%) peserta mempunyai tingkat pengetahuan yang baik dan cukup. Tingkat pengetahuan peserta meningkat seiring dengan pertambahan usia, tingginya pendidikan, pertambahan jumlah paritas, dan banyaknya kunjungan antenatal care (ANC). Ibu yang bekerja mempunyai tingkat pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Integrating card dapat menjadi alternatif media yang menarik dan mudah digunakan dalam upaya mencegah dan menurunkan kejadian stunting.


Keywords


Balita; Bayi; Gizi; Kartu edukasi; Promosi kesehatan

Full Text:

PDF


References

Aguayo, V.M., Badgaiyan, N., & Paintal, K. (2014). Determinants of Child Stunting in the
Royal Kingdom of Bhutan: an in-Depth Analysis of Nationally Representative Data. United
Nations Children’s Fund (UNICEF), Regional Office for South Asia, Kathmandu, Nepal. In The
Authors. Maternal and Child Nutrition. (2015, pp. 333—345). Published by John Wiley & Sons Ltd, 11. doi:10.1111/mcn.12168

Amir, H. (2018). Pengaruh Peran Kader Kesehatan terhadap Peningkatan Status Gizi Bayi, Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sangkub. Paradigma, Vol. 6, pp. 17—27.

Erna, K., Rahardjo, S., & Sari, H.P. (2015). Model Pengendalian Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia di Bawah Tiga Tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 9(3), Februari 2015.

Gauthier, A., Pamela, M. K., Kim, C.M. Bul, Dunwell, I., Walker-Clarke, A., & Lameras, P. (2019). Board Games for Health: A Systematic Literature Review and Meta-Analysis. Games for Health Journal: Research, Development, and Clinical Applications, 8(2), Mary Ann Liebert, Inc. doi:0.1089/g4h.2018.0017

Arrish, J., Yeatman, H., & Wiiliamson, M. (2017). Midwives’ Role in Providing Nutrition Advice during Pregnancy: Meeting the Challenges? A Qualitative Study. Australia. Dipublikasikan pada 2 Juli 2017.

Kemenkes. (2007). Kepmenkes No. 585/Menkes/SK/V/2007 tentang PedomanPelaksanaan Promosi Kesehatan di Puskesmas.

Kemenkes. (2013). Kerangka Kebijakan Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Jakarta: Informasi dan Pusat Data.

Kemenkes (2013). Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Kemenkes. (2013). Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan: Pedoman bagi Tenaga Kesehatan. Edisi Pertama. Jakarta: WHO, Kemenkes, POGI, IBI.

Kemenkes. (2016). Situasi Balita Pendek. Jakarta: Informasi dan Pusat Data.

Maywita, E. (2018). Faktor Risiko Penyebab Terjadinya Stunting pada Anak Balita Umur 12—25 Bulan di Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Begalang Tahun 2015. Jurnal Riset Hesti Medan, Vol. 3, pp. 56—65.

Nadiyah, Briawan, D., Martianto, D. (2014). Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia 0—23 Bulan di Provinsi Bali, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi dan Pangan, 9(2): 125—132.

Notoatmodjo. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.Syabandini et al. (2018). Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 6—24 Bulan di Daerah Nelayan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 6, pp. 496—507.



DOI: https://doi.org/10.22146/jpkm.42417

Article Metrics

Abstract views : 1955 | views : 584

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement)

ISSN (print) 2460-9447ISSN (online) 2541-5883