ANALISIS KINERJA INSTALASI FARMASI RSUD KANJURUHAN KABUPATEN MALANG DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD

https://doi.org/10.22146/jmpf.192

Ika Ratna Hidayati(1*), Satibi Satibi(2), Achmad Fudholi(3)

(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Instalasi Farmasi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang belum pernah melakukan suatu pengukuran kinerja sehingga belum diketahui sejauh mana keberhasilan pengelolaan tangible dan intangible assets dalam mencapai visi dan tujuan organisasi.
Selain itu, pengukuran kinerja juga diperlukan dalam mendukung proses akreditasi rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja Instalasi Farmasi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang dengan pendekatan balanced scorecard (BSC) melalui 4 perspektif yaitu pembelajaran dan pertumbuhan, proses bisnis internal, pelanggan, dan keuangan. Penelitian merupakan penelitian non eksperimental dengan analisis secara deskriptif  analitik. Data diperoleh secara prospektif dan retrospektif. Data kualitatif diperoleh melalui kuesioner dan wawancara mendalam dengan Kepala Instalasi Farmasi RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang pada tahun 2011 dan 2012. Data kuantitatif diperoleh melalui observasi langsung, survei terhadap resep, dan laporan keuangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan pada human capital belum mampu melakukan inovasi dalam mendukung  pekerjaannya, budaya organisasi sudah sangat baik di IFRS, dan teknologi informasi belum beroperasi dengan baik. Kinerja perspektif proses bisnis internal pada rata-rata dispensing time untuk resep racikan19,34 menit dan resep non racikan 6,7 menit, kadang–kadang masih ada kegiatan yang dapat memungkinkan terjadinya medication error, rata–rata tingkat ketersediaan obat 93,7%, Standard Operating Procedure (SOP) sudah dibuat sesuai dengan standar 5 dan 6 akreditasi rumah sakit. Kinerja perspektif pelanggan menunjukkan bahwa pasien belum puas dengan layanan terutama pada dimensi tangible (-0,680) dan emphati (-0,366). Tingkat keterjaringan pasien sebesar 95% dan tingkat pertumbuhan pelanggan -1% tiap bulannya. Kinerja perspektif keuangan menunjukkan Inventory Turnover Ratio (ITOR) 7,7 kali per tahun pada 2011 dan 6 kali per tahun pada 2012, selisih antara Rencana Bisnis Anggaran (RBA) dengan realisasi sebesar 2,43% pada tahun 2011 dan 6,50% pada tahun 2012.

 

Kata kunci: analisis kinerja, balanced scorecard, instalasi farmasi rumah sakit


Full Text:

PDF


References

American Society of Hospital Pharmacists, 1993, ASHP Guideline on Preventing Medication Errors in Hospitals. 50:304 – 14

Keputusan Direktur RSUD, 2010, Keputusan Direktur RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang tentang Pedoman Upaya Peningkatan Mutu RSUD “Kanjuruhan” Kepanjen Kabupaten Malang, Malang.

Aprilliyani, R., 2006, Pengaruh Kreativitas karyawan terhadap pengembangan Inovasi Baru Bagi Perusahaan, ISSN, vol.1 No.1 Juni : 31 – 37

Depkes RI, 2008b, Tanggung Jawab Apoteker Terhadap Keselamatan Pasien (Patient Safety), Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Depkes RI, 2009a, Undang – Undang Kesehatan RI No. 36 Tahun 2009, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

Gaspersz, V., 2003, Sistem Manajemen Kinerja Terintegrasi – Balanced Scorecard dengan Six Sigma untuk Organisasi Bisnis dan Pemerintah, Gramedia, Jakarta.

Kaplan, R.S., dan Norton, D.P., 1996, The balanced Scorecard, Strategy Into Action, Diterjemahkan dari Bahasa Inggris oleh Peter R. Yosli Pasla, Penerbit Erlangga.

Rao, C.M., and Rao, K.P., 2009, Inventory Turnover Ratio as A Suplly Chain Performance Measure, Serbian Journal of Management, 4(I): 41 – 50

Satibi, Fudholi.,A, Kusnanto., H., Jogiyanto, 2011, Pengaruh Pembelajaran dan Pertumbuhan Terhadap Proses Bisnis Internal: Studi Kasus Instalasi Farmasi Rumah Sakit DIY, Majalah Farmasi Indonesia, 22(3),238-250.

Suena, N.M.D.S, 2011, Analisis Kinerja PT. Arjuna Yoga Sakti dengan Metode Balanced Scorecard (BSC), Tesis, MSc, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Tjiptono, F dan Chandra, G, 2011, Service, Quality & Satisfaction Edisi 3, Penerbit ANDI Yogyakarta.

WHO, 1993, How To Investigate Drug Use in Health Facilities, WHO, Geneva.



DOI: https://doi.org/10.22146/jmpf.192

Article Metrics

Abstract views : 705 | views : 2979

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2013 JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

©Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi
Faculty of Pharmacy
Universitas Gadjah Mada
Creative Commons License
View My Stats