PENGARUH KONSELING OLEH APOTEKER TERHADAP TINGKAT KONTROL ASMA DAN KEPUASAN TERAPI INHALASI PASIEN ASMA RAWAT JALAN

https://doi.org/10.22146/jmpf.222

Mutiara Herawati(1*), Lukman Hakim(2), I Dewa Putu Pramantara(3)

(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Asma adalah gangguan peradangan kronis pada saluran pernafasan. Peradangan kronis pada saluran pernafasan yang hiperesponsif menyebabkan terjadinya obstruksi dan pembatasan aliran udara karena terjadinya bronkokonstriksi, gumpalan mukus, dan peningkatan peradangan ketika terjadinya pajanan terhadap faktor risiko. Terapi asma salah satunya menggunakan inhaler. Pasien tidak mungkin menggunakan inhaler dengan benar kecuali pasien menerima instruksi yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan adanya konseling, kepuasan dalam penggunaan inhaler dapat meningkatkan sehingga diharapkan dapat mengontrol gejala asma bagi pasien asma yang mendapatkan terapi inhalasi di poliklinik penyakit dalam rawat jalan RSUD Sleman dan RSUD Kota Yogyakarta. Penelitian ini melibatkan 75 pasien laki – laki dan perempuan berusia 18–70 tahun dengan berbagai macam latar belakang pendidikan, status pekerjaan, lamanya menderita asma, tingkat keparahan asma, dan penyakit penyertanya. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok secara acak yaitu 38 pasien pada kelompok kontrol dan 37 pasien pada kelompok intervensi. Rancangan penelitian eksperimental yang dipakai adalah pretest-posttest with control group. Penilaian terhadap tingkat kontrol asma menggunakan kuesioner Asthma Control Test (ACT) dan kepuasan menggunakan kuesioner Feeling Satisfaction Inhaler-10 (FSI-10) akan dianalisis dengan Mann-Whitney test karena data tidak terdistribusi normal. Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum konseling dan sesudahnya pada kelompok kontrol dan konseling dalam hal tingkat kontrol asma dan kepuasan terapi inhalasi. Perbedaan yang bermakna terhadap tingkat kontrol asma pasien persisten sedang (p=0,000) dan persisten berat (p=0,001) serta pada tingkat kepuasan pasien menggunakan inhalasi (p=0,000). Konseling dapat meningkatkan kontrol asma dan kepuasan terapi inhalasi yang lebih cepat dibandingkan tidak diberikan konseling.

 

Kata kunci: asma, inhalasi, tingkat kontrol asma, kepuasan inhalasi


Full Text:

PDF


References

Abramowicz, M., Zuccotti G., Marie, J., Daron, S., Zanone E.C., Shah, B., dkk.,2012, Drugs for Asthma, Treatment Guidelines from The Medical Letter, New York, 10 (114): 11-17.

Aliya Rahma, 2013, Pengaruh Pemberian Konseling Apoteker Terhadap Hasil Terapi Pasien Asma Anak di Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru (BP4) Yogyakarta, Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Bateman, E.D., Boulet, L.P, Cruz, A., FitzGerald, M., Haahtela, M., Levy, M., dkk., 2011, Global Strategy for Asthma Management and Prevention Update 2011, Global Initiative for Asthma, South Africa. pp 2-9, 21-22, 30-37.

Chandira, M., Bhowmik, D., Chiranjib, Jayakar, B., Kumar K.P., 2009, Role of Community Pharmacist in Counselling Asthma Patient, Journal of Pharmaceutical Science and Technology, college of Pharmacy Vinayaka mission University, Tamilnadu, India, 1(1): 10-11.

Halm, EA., Mora, P., Leventhal, H., 2006, No Symptoms No Asthma The Acute Episodic Disease Belief Is Associated With Poor Self-Management Among Inner-City Adults With Persistent Asthma, Chest Journal, Division of General Internal Medicine, New York, USA. pp 574-579.

Kotwani, A., Chhabra, S.K., 2012, Effect of Patient education and standart treatment guidelines on asthma control : an intervention trial, WHO South-Asia Journal od Public Health 2012. 1 (1): 42-51.

Lai Ck, De Guia TS, Kim YY, Kua SH, Mukhopadhyay A, Soaiano AB, dkk., 2003, Asthma control in the Asia-Pacific region: the Asthma Insights and Reality in Asia-Pacific Study, J Allergy Clin Immunol. 111:263-268. cit. Sabri, Y., 2009, Efektivitas Penggunaan Asthma Control Test (ACT), diakses pada 26 September 2012, <www.parupadang.com>.

National Asthma Council Australia (NACA), 2008, Inhaler technique in adults with asthma or COPD, National Asthma Council Australia Ltd., Melbourne Vic., Australia, pp 1-9.

Nguyen, VN., Chavannes, N., Le, LTT., Price, D., 2012, The Asthma Control Test (ACT) as an alternative tool to Global Initiative for Asthma (GINA) guideline criteria for assessing asthma control in Vietnamese outpatients,

Research Paper: Primary Care Respiration Journal, University of Medicine and Pharmacy, Vietnam, 21(1): 85-89.

Sabri, Y., 2009, Efektivitas Penggunaan Asthma Control Test (ACT) oleh Pasien secara mandiri dalam mendeteksi perubahan tingkat kontrol asmanya, diakses pada 26 September 2012, <www.parupadang.com>.

Tordera, MP., Viejo, JL, Sanchos, J., Badia X., Cobos, N., Picado, C., dkk., 2008, Assessment of Patient Satisfaction and Preferences With Inhaler in Ashtma With the FSI-10 Questionnaire, Arch Bronconeumol, The Health Research Fund of the Spanish Ministry of Health, Spain, 44(7); 345-352.



DOI: https://doi.org/10.22146/jmpf.222

Article Metrics

Abstract views : 387 | views : 1719

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2013 JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

©Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi
Faculty of Pharmacy
Universitas Gadjah Mada
Creative Commons License
View My Stats