ANALISIS KESALAHAN TERJEMAHAN KONJUNGTOR -TE PADA KALIMAT MAJEMUK BAHASA JEPANG (Studi Hasil Terjemahan Mahasiswa Prodi Bahasa Jepang Sekolah Vokasi UGM)

https://doi.org/10.22146/jla.50356

Saidatun Nishfullayli(1*), Wahyu Handayani Setyaningsih(2)

(1) Sekolah Vokasi UGM
(2) UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Dalam penerjemahan kalimat majemuk bahasa Jepang, umumnya pembelajar masih mengalami kesulitan dalam mengalihbahasakan makna verba bentuk -te yang berperan sebagai konjungtor (konjungtor -te) dalam kalimat majemuk. Secara semantis, verba bentuk -te memiliki lima (5) makna yang dapat dibedakan berdasarkan konteks kalimat. Ketidaktepatan dalam menentukan makna konjungtor -te dapat berpengaruh pada hasil  penerjemahan kalimat majemuk. Dalam penelitian ini akan diuraikan tentang bentuk-bentuk kesalahan penerjemahan konjungtor -te yang berakibat pada terjadinya kesalahan penerjemahan kalimat majemuk. Data terjemahan berupa hasil terjemahan ‘Haha no Tanjobi’, yakni salah satu sub judul dalam buku biografi Rudolf Beethoven yang berjudul Beetoben Kodomo Denki Zenshuu, yang diterjemahkan oleh 20 orang mahasiswa semester VI Program Studi Bahasa Jepang Sekolah Vokasi UGM. Dari hasil analisis diketahui bahwa penyebab kesalahan penerjemahan konjungtor -te, antara lain: pembelajar kurang memahami variasi makna pembelajar konjungtor -te, kurang menguasai struktur kalimat majemuk bahasa Jepang dan bahasa Indonesia, serta tidak mampu menangkap pesan/makna masing-masing klausa pembentuk kalimat majemuk bahasa Jepang.

 


Keywords


Analisis Kesalahan; Penerjemahan Bahasa Jepang; Kalimat Majemuk, Konjungtor, Verba-te

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jla.50356

Article Metrics

Abstract views : 102 | views : 138

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Saidatun Nishfullayli, Wahyu Handayani Setyaningsih

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.