Pelaksanaan Skrining Prakonsepsi pada Calon Pengantin Perempuan

https://doi.org/10.22146/jkr.55481

Eka Vicky Yulivantina(1*), Mufdlilah Mufdlilah(2), Herlin Fitriana Kurniawati(3)

(1) Stikes Guna Bangsa Yogyakarta
(2) Program Studi Ilmu Kebidanan, Program Magister Kebidanan, Universitas Asiyiyah, Yogyakarta, Indonesia
(3) Program Studi Ilmu Kebidanan, Program Magister Kebidanan, Universitas Asiyiyah, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Kesehatan prakonsepsi merupakan bagian dari kesehatan secara keseluruhan antara perempuan dan laki-laki selama masa reproduksinya. Skrining prakonsepsi berguna untuk mengurangi resiko dan mempromosikan gaya hidup sehat untuk mempersiapkan kehamilan sehat.

Tujuan: Untuk mengeksplorasi pelaksanaan skrining prakonsepsi pada calon pengantin perempuan.

Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.

Hasil dan Pembahasan: Pelaksanaan skrining prakonsepsi pada calon pengantin perempuan terdiri dari pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan laboratorium wajib dan rekomendasi, pemberian imunisasi Tetanus Toxoid, suplementasi gizi, konsultasi kesehatan dan pelayanan psikologi.

Kesimpulan: Pelaksanaan skrining prakonsepsi sudah mengacu pada standar minimal.

 

Kata Kunci: Calon pengantin perempuan; skrining prakonsepsi

 


Keywords


Calon pengantin perempuan; skrining prakonsepsi

Full Text:

PDF


References

  1. Santrock. J. W. Adolescence: Perkembangan Remaja.(edisi keenam) Jakarta: Erlangga; 2003.
  2. Sianipar, O; Bunawan, N. C; Almazini, P; Calista, N; Wulandari, P; Rovenska, N; Djuanda, R. E; Irene; Seno, A; Suarthana, E. Prevalensi Gangguan Menstruasi dan Faktor-faktor yang Berhubungan pada Siswi SMU di Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur. Jurnal Majalah Kedokteran Indonesia  Volum 59 Nomor 7. Jakarta : Universitas Indonesia; 2009.
  3. Anwar, M; A. Bazied; dan R. P. Prabowo.. Ilmu kandungan. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo; 2011.
  4. Kurniawati, D; Kusumawati, Y. Pengaruh Dismenore Terhadap Aktivitas Pada Siswi Smk. jurnal kesehatan masyarakat. KEMAS nomor 6 volume 2. Universitas negeri semarang : semarang.93-99.http://journal.unnes.ac.id/index.php/kemas ; 2011.
  5. Manuaba, I B. G. Kapita  Selekta  Penatalaksanaan  Rutin Obstetri Ginekologi dan KB. Jakarta: EGC; 2008.
  6. Lestari, N. M. S. D. Pengaruh Dismenorea Pada Remaja. Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA III Tahun 2013. Jurusan Penjaskesrek, Fakultas Olahraga dan Kesehatan; 2013.
  7. Sari, D; Nurdin, A. E; Defrin. Hubungan  Stres  dengan  Kejadian  Dismenore  Primer  pada Mahasiswi  Pendidikan  Dokter  Fakultas  Kedokteran Universitas Andalas. Jurnal Kesehatan Andalas. 2015;  Volume 4 Nomor 2 halaman 567-580. http://jurnal.fk.unand.ac.id ; 2015.
  8. Kementerian Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI ; 2010.
  9. Susanti, A.V. Faktor Risiko Kejadian Menarche Dini pada Remaja di SMPN 30 Semarang. Journal of Nutrition College. 1(1): 386–407. Universitas Diponegoro. eprints.undip.ac.id/38409/ ; 2012.
  10. Aryati, D. Usia Menarche pada Siswi SD dan SLTP di Kota Bandung. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 2, No. 6, Juni 2008.
  11. Padez,  C.  Social  background  and  age  at menarche in Portuguses University students : a  note  on  the  secular  changes  in  Potugal. American  Journal  of  Human  Biology.  May-June  2003;  15(3):415-27.  http://www.ncbi. nlm.nih.gov/pubmed/12704717; 2003
  12. Sartika, Shabinaya. Hubungan status gizi dan usia menarche terhadap dismenore primer pada siswi kelas IX SMPN 87 Jakarta tahun 2011. Jakarta : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ; 2011.
  13. Novia, I; Puspitasari, N. Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian dismenorea. Universitas arilangga : ilmu kesehatan masyarakat ; 2008.
  14. Nurhidayati, E.,  Somantri, I.,  Suryati, Y. Hubungan Karakteristik Biografi Remaja Dengan Tingkat Nyeri Pada Dismenorea (Studi Di Sma Negeri I Sukaresmi-Cianjur) ; 2006
  15.  Smeltzer, S.C., dan Bare, B.G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth vol. 1. Jakarta: EGC.
  16. Widjanarko, B. Dismenorea Tinjauan Terapi Pada Dismenorea Primer. Majalah Kedokteran Damianus Volume 5 Nomor 1 Januari 2006.
  17. Yusuf, M. (2013). Reproduksi remaja. Jakarta: EGC.
  18. Utami A. N. R;  Ansar J; Sidik D. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenorea Pada Remaja Putri Di Sman 1 Kahu Kabupaten Bone. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Makassar :  UNHAS; 2014.
  19. Proctor, M. dan Farquhar, C. Diagnosis And Management Of Dysmenorrhea. British medical journal, 75501134. 2006.
  20. Rensburg, E: jansen dan Howard S. Dysmenorrhea. Jakarta: EGC ; 2011.
  21. Sundell, G., milsom, I and andersch, b. Factors Influencing The Prevalence And Severity Of Dysmenorrhea In Young Women. Bjog : an international journal of obstetrics and gynaecology, 97(7) : 588-594 ; 1990.
  22. Dyah, E; Tinah. Hubungan Indeks Masa Tubuh < 20 Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Di Sma Negeri 3 Sragen . Jurnal Kebidanan, VoI. I, No. 2 ; 2009.
  23. Andriani, Y. Hubungan Indeks Massa Tubuh, Tingkat Stress, Dan Aktivitas Fisik Dengan Tingkat Dismenore Pada Mahasiswa Diii Kebidanan Semester Ii Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta. Yogyakarta : Program Studi Bidan Pendidik Jenjang Div Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah Yogyakarta; 2015.
  24. Sophia, F; Muda, S; Jemadi. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Dismenore Pada Siswi Smk Negeri 10 Medan Tahun 2013 skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat : Universitas Sumatera Utara; 2013.
  25. Liliwati, I et.al. Dysmenorrhea and its Effects on School Activities Among Adolescent Girls in a Rural School in Selangor, Malaysia. Med & health 2 (1). 42-47 ; 2007.
  26. Purba
  27. Shanon, dianne. Dysmenorrhea. (www.mednyu.edu).artikel ; 2006.
  28. Anurogo D dan Wulandari A. Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid. Yogyakarta: C.V. Andi Offset ; 2011.
  29. Proverawati; Maisaroh. Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna. Yogyakarta: Nuha Medika; 2009.
  30. Rahma. Sindrom Pra Menstruasi. Jakarta : EGC ; 2013.
  31. Ramadani, Mery. Premenstrual Syndrome. Jurnal Kesehatan Masyarakat, September 2012-Maret 2013, Vol. 7, No. 1. Padang : Universitas Andalas ; 2013.
  32. Saguni, F. C. A., Madianing, A., Masi, G. Hubungan Dismenore Dengan Aktivitas Belajar Remaja Putri Di Sma Kristen I Tomohon. ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 1. Nomor 1. Agustus 2013. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado ; 2013.
  33. Fajarini, Y. I. Prestasi Belajar Pada Remaja Yang Mengalami Dismenorea Primer. Tesis PSIKM. UGM ; 2015.
  34. Putri, A. D. Korelasi Status Gizi Dan Stres Dengan Dismenore Padaremaja Putri Kelas X Di Sma Negeri 3 Padang. Padang :Fakultas Keperawatan Universitas Andalas. 2015.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkr.55481

Article Metrics

Abstract views : 1284 | views : 2477

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 The Author(s)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kesehatan Reproduksi Indexed by:

 



SEKRETARIAT JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI
Departemen Obstetri dan Ginekologi, FK-KMK, UGM/RS Dr. Sardjito
Jl. Kesehatan No. 1, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Tlp: (0274) 511329 / Faks: (0274) 544003
Email: jurnal.kesehatanreproduksi@ugm.ac.id
Cp: Dwi Astuti +6281802698043