Evaluasi Pengelolaan Sampah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadji Boejasin Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan

https://doi.org/10.22146/jkki.v6i1.29000

Fadhilah Rahman(1*), Sarto Sarto(2), Susi Iravati(3)

(1) Rumah Sakit Umum Daerah Hadji Boejasin Kabupaten Tanah Laut
(2) Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRACT

Background: The hospital was a health-care facility for public services, a gathering place for sick people or healthy people who allowed environmental pollution, health problems or may be spread of disease transmissions. The existence of health care facilities also can have negative impacts on the environment and surrounding communities, especially when the waste/garbage service facilities was not maintained properly. According to the annual report of the General Hospital of Hadji Boejasin Pelaihari in 2010, the number of patients has increased significantly which will also affect the amount of waste generated either medical waste or waste nonmedical.

Objectives: To evaluate the existing waste management activities at the General Hospital of Hadji Boejasin Pelaihari.

Methods: Descriptive research on qualitative and quantitative approach with the main objective to create an objective overview of waste management situation objectively. Data analysis was done by using annotations, all data/sources examined and evaluated together so that all of the findings in this study was combination of a different variety of information. Data analysis was performed by analysis of transcript questionnaires, followed by analysis of the observation checklist.

Results: Waste management activities in the operational techniques were that phase segregation still existed on where medical waste contents mixed with a kind of other trash, garbage collected to inpatient, transporting medical waste and garbage nonmedical combined with three-wheel motorcycle to the polls, medical waste that was collected on the spot temporary shelter while nonmedical trash dumped into landfills. Cleaners who has not been trained about hospital waste management, as well as fixed procedures (SOP), did not exist in a guideline for the janitor on waste management.

Conclusion:The waste management and disposal in General Hospital Hadji Boejasin has been in accordance with applicable regulations, so it required reformation to make better.

 

Keywords: Pengelolaan sampah, RSUD

 

ABSTRAK

Latar Belakang: Rumah sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan untuk pelayanan umum, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat yang memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan atau dapat menjadi tempat penyebaran penularan penyakit. Adanya sarana

layanan kesehatan juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, terutama bila limbah/ sampah sarana layanan tersebut tidak dikelola dengan benar. Peningkatan jumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Hadji Boejasin Pelaihari akan mempengaruhi jumlah timbulan sampah yang dihasilkan baik itu sampah medis maupun sampah nonmedis.

Tujuan:Untuk mengevaluasi kegiatan pengelolaan sampah yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Hadji Boejasin Pelaihari.

Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisa data dilakukan dengan teknik penjelasan. Data dievaluasi disajikan dengan narasi maupun dalam bentuk tabel. Selanjutnya dianalisa untuk mengetahui sejauhmana kesesuaian antara keadaan seharusnya dengan kenyataan yang didapat pada pengelolaan sampah yang ada di RSUD Hadji Boejasin.

Hasil Penelitian: Kegiatan pengelolaan sampah pada teknik operasional yaitu tahap pemilahan masih ada tempat sampah medis yang isinya bercampur dengan jenis sampah lain, sampah dikumpulkan diantara ruang rawat inap, pengangkutan sampah medis dan sampah nonmedis digabung dengan menggunakan kendaraan roda tiga ke TPS, sampah medis dikumpulkan pada tempat penampungan sementara sedangkan sampah nonmedis dibuang ke tempat pembuangan akhir. Tenaga kebersihan yang ada belum pernah dilatih tentang pengelolaan sampah rumah sakit,begitu juga dengan prosedur tetap (SOP) yang merupakan pedoman bagi petugas kebersihan dalam pengelolaan sampah belum ada.

Kesimpulan: Pengelolaan dan penanganan sampah yang ada di RSUD. Hadji Booejasin secara umum masih belum sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga masih perlu pembenahan yang lebih baik lagi.

 

Kata kunci: Pengelolaan sampah, RSUD


Keywords


Pengelolaan sampah, RSUD

Full Text:

PDF


References

Kementrian Kesehatan, (2010), Profil Kesehtan Tahun 2009, Depkes. RI Jakarta. Pemerintah RI, (2009). tentang Kesehatan, Depkes RI, Jakarta Pemerintah RI, (2014). tentang Tenaga Kesehatan, Depkes RI, Jakarta Pemerintah RI, (2004). Departemen Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1204/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Dirjen PPM dan PL, Depkes RI, Jakarta Rumah Sakit Umum Daerah Hadji Boejasin,(2014). Profil Rumah Sakit Umum Daerah Hadji Boejasin Pelaihari Kab. Tanah LautSoemirat, (2002). Pengelolaan Sampah Medis, Raja Grafindo Persada, Jakarta Badan Standart Nasional, (2002) Aspek Manajemen Pengelolaan Sampah, Departemen PU, Jakarta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Sekneg, Jakarta Pemerintah RI, (2009). tentang Pengelolaan dan Penanganan Sampah. Sekneg Jakarta Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3. Sekneg, Jakarta. Giacchetta, G. dan Marchetti, B.,( 2013). Medical waste management: a case study in a small size hospital of central Italy D. Battini, ed. Strategic Outsourcing: An International Journal, 6(1), pp.65–84. Available at: http://www.emeraldinsight.com/doi/ abs/10.1108/17538291311316072 [Accessed November 21, 2015]. Muninjaya. Gde, (2004), Manajemen Kesehatan, PT. Adi Mahasatya, Jakarta Adi Sasmito, (2008). Audit Lingkungan Rumah Sakit, Rajawali Pers, Jakarta Qdais, H.A,Rabi, A, Abdulla,F, (2007), Characteristics Of The Medical Waste Generated at The Jordanian Hospital, 9:147- 152. Hamad, T.A. Agil, A.A, Hamad,Y.M dan Shiffield, J.W, (2014). Solid waste as renewable source of energy: current and future possibility in Libya. Case Studies in Thermal Engineering, 4, pp.144–152. Available at: http://linkinghub. elsevier.com/retrieve/pii/S2214157X1400032X [Accessed October 7, 2015]. Khalaf, A, S, A., Al-Khalil, S., dan Al-Khatib, I,A. (2009). Assessment of Medical Waste Management in Jenin District Hospitals. Degree of Master of Enviromental Science, Faculty of Graduate Studies at An-Najah National University, Nablus-Palestine. Moreira, A.M.M dan Gunther, W.M.R., 2013. Assessment of medical waste management at a primary health-care center in Sao Paolo, Brazil. 33,pp.162-167. WHO, (2005). Pengelolaan Limbah Aman Layanan Kesehatan. Cetakan Pertama, EGC Jakarta.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkki.v6i1.29000

Article Metrics

Abstract views : 1100 | views : 2936

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

The Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI [ISSN 2089 2624 (print); ISSN 2620 4703 (online)] is published by Center for Health Policy and Management (CHPM). This website is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Built on the Public Knowledge Project's OJS 2.4.8.1.
 Web
Analytics View My Stats