Pengaruh Terapi Bekam terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi: Studi Quasy Eksperimental

https://doi.org/10.22146/jkesvo.62909

Nuridah Nuridah(1*), Yodang Yodang(2)

(1) Universitas Sembilan Belas November Kolaka
(2) Universitas Sembilan Belas November Kolaka
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Hipertensi sebagai penyakit tidak menular saat ini sangat meningkat dan merupakan penyakit pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya kematian mendadak sehingga penyakit ini dikenal sebagai silent killer. Meningkatnya persentase ketidakpatuhan meminum obat hipertensi disebabkan berbagai alasan dan hal ini membuat banyaknya pengobatan non-farmakologi yang bersifat alternatif dan komplementer yang bermunculan, salah satunya adalah terapi bekam.

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam basah pada penderita hipertensi dalam menurunkan tekanan darah.

Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pendekatan Control Group Design pre-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kolaka yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Instrumen dilakukan dengan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan alat pengukuran tekanan darah dan data dianalisis dengan menggunakan uji friedman test.

Hasil: Setelah dilakukan pembekaman basah selama tiga bulan berturut-turut, tekanan darah sistole dan diastole mengalami penurunan secara signifikan pada kelompok intervensi sebesar 0,000 (p< 0,05) dan kelompok kontrol (p>0,05) sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata tekanan darah pada ketiga interval waktu pengukuran pada kelompok intervensi.

Kesimpulan: Terapi bekam memiliki pengaruh dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.


Keywords


Bekam Basah; Hipertensi; Terapi Alternatif; Terapi Komplementer

Full Text:

PDF


References

Abdullah, S. A., Mohd Najib, M. N., Dali, A. F., & Sulaiman, S. (2016). Malay Cupping Therapy: A Haematological Analysis Pilot Study. In Regional Conference on Science, Technology and Social Sciences (RCSTSS 2014) (pp. 523–529). Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-10-0534-3_52

Aboushanab, T., & AlSanad, S. (2018). A brief illustration of the official national standards for the safe use of cupping therapy (Hijama) in Saudi Arabia. Journal of Integrative Medicine, 16(5), 297–298. https://doi.org/10.1016/j.joim.2018.07.006

Aboushanab, T., & AlSanad, S. M. (2017). Simulation in Cupping Training: An Innovation Method. Journal of Acupuncture and Meridian Studies, 10(6), 409–410. https://doi.org/10.1016/j.jams.2017.10.003

Asmalinda, W., & Sapada, E. (2018). The Effect of Wet Cupping (Hijama) Toward The Changing of Body Immune System in Venous Blood of Healthy Person. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2), 137–144. https://doi.org/10.30604/jika.v3i2.121

Astuti, W., & Syarifah, N. Y. (2018). Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Klinik Sehat Mugi Barokah Karakan Godean Sleman Yogyakarta. MIKKI (MIajalah Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan Indonesia), 7(1). https://doi.org/https://doi.org/10.47317/mikki.v7i1.13

Hazwan, A., & Pinatih, G. N. I. (2017). Gambaran karakteristik penderita hipertensi dan tingkat kepatuhan minum obat di wilayah kerja Puskesmas Kintamani I. Intisari Sains Medis, 8(2), 130–134. https://doi.org/10.15562/ism.v8i2.127

Kemenkes RI. (2014). Info Datin Hipertensi. In Kementerian, Kesehatan. https://www.kemkes.go.id/folder/view/01/structure-publikasi-pusdatin-info-datin.html

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Hasil Utama RISKESDAS 2018. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf

Kusumawaty, J., Hidayat, N., & Ginanjar, E. (2016). Hubungan Jenis Kelamin dengan Intensitas Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lakbok Kabupaten Ciamis. Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 16(2). https://doi.org/https://doi.org/10.18196/mmjkk.v16i2.4450

Lu, S., Du, S., Fish, A., Tang, C., Lou, Q., & Zhang, X. (2019). Wet cupping for hypertension: a systematic review and meta-analysis. Clinical and Experimental Hypertension (New York, N.Y. : 1993), 41(5), 474–480. https://doi.org/10.1080/10641963.2018.1510939

Muflih, M., & Judha, M. (2019). Effectiveness of Blood Pressure Reduction Reviewed from Amount of Kop, Duration And Location of Point of Bekam Therapy. NurseLine Journal, 4(1), 46. https://doi.org/10.19184/nlj.v4i1.9042

Mukhlis, H., Hardono, Hermawan, N. S. A., Purwono, J., & Wahyudi, D. A. (2020). Cupping Therapy For Hypertensive Patients: A Quasi-Experimental Research With Time Series Design. Journal of Critical Reviews, 7(14), 1437–1443. https://doi.org/10.31838/jcr.07.14.326

Nursalam. (2014). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika.

Pramana, G. A., Dianingati, R. S., & Saputri, N. E. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Peserta Prolanis di Puskesmas Pringapus Kabupaten Semarang. IJPNP (Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product), 2(1). http://jurnal.unw.ac.id:1254/index.php/ijpnp/article/view/196

Rahman, H. S., Ahmad, G. A., Mustapha, B., Al-Rawi, H. A., Hussein, R. H., Amin, K., Othman, H. H., & Abdullah, R. (2020). Wet cupping therapy ameliorates pain in patients with hyperlipidemia, hypertension, and diabetes: A controlled clinical study. International Journal of Surgery Open, 26, 10–15. https://doi.org/10.1016/j.ijso.2020.07.003

Sartik, S., Tjekyan, R. S., & Zulkarnain, M. (2017). Risk Factors And The Incidence Of Hipertension In Palembang. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(3), 180–191. https://doi.org/10.26553/jikm.2017.8.3.180-191

Surahmat, R., & Damayanti, N. R. (2017). Pengaruh Terapi Bekam Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Rumah Bekam Palembang. Majalah Kedokteran Sriwijaya, 1, 43–49. https://core.ac.uk/download/pdf/267825455.pdf

Syahputra, A., Dewi, W. N., & Novayelinda, R. (2019). Studi Fenomenologi: Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Setelah Menjalani Terapi Bekam. Jurnal Ners Indonesia, 9(1), 19. https://doi.org/10.31258/jni.9.1.19-32

Tumanduk, W. M., Nelwan, J. E., & Asrifuddin, A. (2019). Faktor-faktor risiko hipertensi yang berperan di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi. E-CliniC, 7(2). https://doi.org/10.35790/ecl.7.2.2019.26569

Widada, W., Ontoseno, T., & Purwanto, B. (2019). Pengaruh Terapi Bekam Basah Dalam Menurunkan Apoliprotein-B Pada Penderita Hiperkolesterolemia. Prosiding Seminar Nasional 2018 “Peran Dan Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan Dalam Mendukung Program Kesehatan Nasional", 53–58. https://doi.org/10.32528/psn.v0i0.1730

Zarei, M., Hejazi, S., Javadi, S. A., & Farahani, H. (2012). The efficacy of wet cupping in the treatment of hypertension. ARYA Atherosclerosis Journal, 8, 1–4. http://arya.mui.ac.ir/index.php/arya/article/view/316



DOI: https://doi.org/10.22146/jkesvo.62909

Article Metrics

Abstract views : 2446 | views : 7136

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Jurnal Kesehatan Vokasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


site
stats View My Stats