Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Umur 24-60 Bulan di Kelurahan Bener Kota Yogyakarta

https://doi.org/10.22146/jkesvo.46795

Reni Merta Kusuma(1*)

(1) Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Background: Toddler growth and development monitoring is required. The growth is increasing the size of the cells, cell count, and intracellular tissue. Physical changes associated with growth and body structure. The progression is the increase of the function of the structure and function of the body. Growth and development of coupled, so it is important to monitor. The importance of monitoring the growing swell toddlers, researchers want to find out the correlation of these two variables.


Objective: To find out the relationship between nutritional status and development of infants in Bener Village, Yogyakarta City


Methods: The draft cross-sectional study with data capture at any given moment. The population of a number of 84 children aged 24-60 months. The sampling techniques used total sampling so that the sample amounted to 84. The data obtained will be analyzed by testing the continent Koefisiensi test with Pearson Correlation Lamda.


Results: The research results showed that the nutritional status of children aged 24-60 months in Kelurahan Bener 81% 3.6% normal and stated stated skinny as hell. Development of a toddler aged 24-60 months in Kelurahan Bener 89.3% 2.4% expressed and revealed irregularities. Bivariat analysis results declared between nutritional status with the development of a toddler aged 24-60 months value p of 0.493. Position korelasinya is very weak with the value of the correlation of Pearson of 0.076.


Conclusion: Conclusion there is no relationship of nutritional status with the development of a toddler aged 24-60 months and correlation of both positions is very weak.



Keywords


Nutritional Status; Growth; Development

Full Text:

PDF


References

Alamsyah, D., Mexitalia, M., Margawati, A. 2015. Beberapa Faktor Risiko Gizi Kurang dan Gizi Buruk pada Balita 12-59 Bulan. Jurnal Vokasi Kesehatan, 1(5):131-135 Andriani. M dan Wirjatmadi B. (2013). Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Pranada Media Grup Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. (2015). Profil Kesehatan 2015 Kota Yogyakarta (Data Tahun 2014). Yogyakarta: Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta Dinas Kesehatan DIY. (2017). Profil Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta Direktorat Bina Gizi. (2011). Buku Panduan Kader Posyandu Menuju Keluarga Sadar Gizi. Jakarta: Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Gunawan, G., Fadlyana, E., Rusmi, K. (2011). Hubungan Status Gizi dan Perkembangan Anak Usia 1–2 Tahun. Sari Pediatri, 13(2):142-146. Hariyadi, D. 2016. Asupan Suplemen Bukan Determinan Kejadian Stunting Anak Balita (1-3 Tahun). Jurnal Vokasi Kesehatan, 2 (2): 108-112 Hartanto, F., Selina, H., Zuhriah, H., Fitria, S. (2011). Pengaruh Perkembangan Bahasa Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 1-3 Tahun. Sari Pediatri, 12(6):386-390 Ismawati, Cahyo. (2010). Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan Desa Siaga. Yogyakarta: Nuha Medika Hizni, A., Julia, M., Gamayanti. (2010). Status Stunted dan Hubungannya dengan Perkembangan Anak Balita di Wilayah Pesisir Pantai Utara Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 6(3):131-137 Kementerian Kesehatan RI. (2011). Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI. (2012). Ayo ke Posyandu Setiap Bulan. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI . (2016). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI Kementerian Kesehatan RI. (2017). Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2016. Kemenker RI: Jakarta Komariah, N., Farid, Effendi, SH. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kemampuan Sosialisasi Anak. Sari Pediatri, 18(5):373-378 Kusuma, RM; Hasanah, RA. (2018). Antropometri Pengukuran Status Gizi Anak Usia 24-60 Bulan di Kelurahan Bener Kota Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Kesehatan Medika Respati, Vol. 13, No. 4, Hal: 36-42 Nugraheni, S., Aruben, R., Prihatini, I., Sari, Sulistyawati, E. (2018). Peningkatan Praktik Mandiri Ibu dalam Pemantauan Status Gizi Balita melalui Pendampingan Aktivitis Dasa Wisma. Jurnal MKMI, 14(4):418-428 Maimon, E., Ismail, D., Sitaresmi, MN. (2013). Hubungan Mengikuti Kelompok Bermain dan Perkembangan Anak. Sari Pediatri,15(4):232-236 Patandianan, E., Umboh, A., Warouw, S. (2015). Hubungan Status Gizi dan Berat Lahir pada Anak Usia 2-3 Tahun. Jurnal e-Clinic (eCl), 3(1):118-123 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2014 tentang Permantauan Pertumbuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak Sari, DW., Nur, E., Purwanto. (2012). Hubungan Antara Stat:us Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 1-5 Tahun di Posyandu Buah Hatu Ketelan Banjarsari Surakarta. Jurnal Kesehatan, 5(2):157-164 Suzanna, Budiastutik, I., Marlenywati. 2017. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak Usia 6-59 Bulan. Jurnal Vokasi Kesehatan, 3(1):35-41 Uliyanti, Tamtomo, DG., Anantanyu, S. 2017. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Jurnal Vokasi Kesehatan, 3(2):67-77



DOI: https://doi.org/10.22146/jkesvo.46795

Article Metrics

Abstract views : 534 | views : 642

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Kesehatan Vokasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


site
stats View My Stats