Analisis Aspek Biologis dan Psikologis Ibu terhadap Stunting pada Balita dari Keluarga Miskin di Kota Palembang

https://doi.org/10.22146/jkesvo.45411

Uttami A Suca(1*), Nur Alam Fajar(2), Haerawati Idris(3)

(1) Sriwijaya University
(2) Sriwijaya University
(3) Sriwijaya University
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Kejadian stunting di negara berkembang terjadi pada sepertiga anak di bawah 5 tahun, dan 14% kematian anak-anak disebabkan oleh stunting. Menurut Unicef (2003) stunting sangat berhubungan dengan kemiskinan. Tingkat kemiskinan di Kota Palembang pada Maret 2018 tercatat sebesar 12,18 persen (BPS, 2018). Dari aspek biologis, tinggi badan ibu menjadi penting untuk diteliti karena orang tua tentunya dapat menurunkan stunting dari gen pembawa kromosom sebagai penentu fisik anak, ditambah tidak adekuatnya asupan gizi (Kuku, 2011). Dari aspek psikologis, stunting erat kaitannya dengan pola asuh yang tidak memadai. Menurut Hurlock (1999) pola asuh dapat dipengaruhi oleh kepribadian ibu. Aspek psikologis lainnya yaitu, usia persalinan (Candra, 2011) dan peran ganda (Andiani 2013).

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat  hubungan antara aspek biologis yakni dari tinggi badan ibu dan aspek psikologis yakni usia persalinan, peran ganda dan kepribadian ibu terhadap stunting.

Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di kota Palembang pada 110 ibu dari keluarga miskin yang memiliki balita usia 24-59 bulan yang dipilih secara simple random sampling. Pengumpulan data usia, peran ganda, dan keperibadian ibu dengan menggunakan kuisioner, untuk variabel tinggi badan ibu dan stunting dengan pengukuran menggunakan microtoise.

Hasil: Didapatkan bahwa p value tiggi badan ibu adalah  0,006 (p<0,05) dengan OR 3,606 (CI 95: 1,517-8,572) dan kepribadian ibu dengan nilai p value 0.035 (p<0,05) OR: 0,27 (CI 95:0,086-0,849). Sementara itu, usia persalinan terhadap stunting didapatkan p value 0,99 (p>0,005) dan peran ganda terhadap stunting didapatkan p value 0,464 (p>0,005).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tinggi badan ibu dan tipe kepribadian ibu terhadap stunting, sementara itu untuk usia persalinan dan peran ganda diketahui tidak berhubungan terhadap kejadian stunting. Disarankan dapat dilakukan modifikasi dalam penyuluhan dan pemberian informasi kepada masyarakat menurut tipe kepribadian ibu.


Keywords


stunting; tinggi badan; kepribadian; usia; peran ganda

Full Text:

PDF


References

Adawiyah, Rabiatul. 2017. Pola Asuh Orang Tua dan Implikasinya Terhadap Anak (Studi pada Masyarakat Dayak di Kecamatan Halong Kabupaten Balangan). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 7(1): 33-48. Baharudin, 2015. Analisis Perbedaan Tipe Kepribadian A Dan B Terhadap Manajemen Konflik Interpersonal Pada Pegawai Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumatera Selatan.PSIKIS-Jurnal Psikologi Islami 1(2): 25-33. Candra A. 2011. Risk Factors Of Stunting Among 1-2 Years Old Children InSemarang City. Media Medika Indonesiana. 45(3):206-212. Hurlock, E.B. 1999. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan SepanjangRentang Kehidupan. Alih bahasa: Istiwidayati & Soedjarwo. Edisi Kelima.Jakarta: Erlangga. Irikefe, A.S., 2006. Personality Type, Ethical Reasoning and Job Satisfaction: AStudy of Factory Workers In Ibadan. An Unpublished B.Sc. Thesis, University of Ibadan, Nigeria. Kuku KE, Nuryanto. 2011. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2 – 3 Tahun Di Kecamatan Semarang Timur. Journal Of Nutrition College. 2(4) : 523 – 530. Manary MJ, Solomons NW. 2009. Gizi Kesehatan Masyarakat, Gizi dan Perkembangan Anak. Jakarta: Buku Kedokteran ECG. Ramli, Agho, K.E., Inder, K.J., Bowe, S.J., Jacobs. J., & Dibley, M.J. (2009) Prevalence and Risk factors for Stunting and severe Stunting among under fives in North Maluku Province of Indonesia. Biomed Central (BMC).Pediatrics, 9 (64): 1471-2431 Reynolds, Tracey, Claire Callender dan Rosalind Edwards. 2003. Caring and Counting: The Impact of Mothers’ Employment on Relationships. United Kingdom: The Policy Press. Ricci, J,A & Becker, S. 1996. Risk faktor for wasting and sunting amongchildren in Metro Cebu, Philippines. Am J Clin Nutr. 63:966-75. Robbins, Stephen P. Judge, Timothy A., 2008. Perilaku Organisasi Buku 1. Jakarta Salemba. Rochmah, Amalia M. 2017. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari I. Yogyakarta: Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Sabaruddin, Erny E. 2012.Kajian Positive Deviance Masalah Stunting Balita Pada Keluarga Miskin Di Bogor. Institut Pertanian Bogor. Siswati, Tri, 2018. Determinan Sosial, Struktural Dan Biologi Kejadian Stunting Balita Di Indonesia. Yogyakarta. Universitas Gajah Mada. Sudiman, H. 2008.Stuntingatau pendek : Awall perubahan patologis atau adaptasi karena perubahan sosial ekonomi yang berkepanjangan. Media Litbang Kesehatan.18 (1): 33 - 42. Yuwono, I, Suhariadi, F, Handoyo, S, Fajrianti, Muhamad. B.S, Septarini, B.S. 2005. Psikologi Industri dan Organisasi. Surabaya : Fakultas Psikologi Universitas Airlangga



DOI: https://doi.org/10.22146/jkesvo.45411

Article Metrics

Abstract views : 354 | views : 210

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Kesehatan Vokasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


site
stats View My Stats