Evaluasi Pelaksanaan Kompetensi Berdasarkan Jenjang Karir Profesional Perawat

https://doi.org/10.22146/jkesvo.44840

Richa Noprianty(1*), Nugraha Adi Ramdani Kusumah(2), Laelasari Laelasari(3)

(1) Sekolah tinggi ilmu kesehatan dharma husada bandung
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Rumah sakit di Indonesia sudah mengembangkan jenjang karir sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, meskipun belum mengarah pada pengembangan jenjang karir profesional. Jenjang karir digunakan untuk penempatan perawat pada jenjang yang sesuai dengan keahliannya, serta menyediakan kesempatan yang lebih baik sesuai dengan kemampuan dan potensi perawat.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan kompetensi berdasarkan jenjang karir profesional perawat.

Metode: Jenis penelitian ini yaitu deskriptif observasional dengan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 43 perawat pelaksana, dengan metode total sampling. Intrumen dalam penelitian ini menggunakan format panduan jenjang karir perawat yang dibuat oleh rumah sakit. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi.

Hasil: Hasil dalam penelitian ini menunjukan pelaksanaan jenjang karir oleh PK I (56.3%) sesuai, perawat klinis II (50.0%) sesuai, dan perawat klinis III (66.7%) sesuai.

Kesimpulan: Pelaksanaan kompetensi berdasarkan jenjang karir profesional perawat dalam kategori sesuai sebesar 58.1%. Masih banyak perawat yang masuk dalam kategori tidak sesuai, dikarenakan masih banyak juga perawat yang mengerjakan diluar kewenangan, PK I mengerjakan PK II dan PK III, begitupun sebaliknya. Hal ini dikarenakan pada saat dinas, pemerataan PK tidak merata. Oleh karena itu, perlu adanya tinjauan ulang dalam segi sumber daya manusia perawat yang sudah memiliki jenjang karir, agar pemerataan jenjang karir yang baik di setiap ruangan.


Keywords


Jenjang Karir, Kompetensi, Profesional Perawat

Full Text:

PDF


References

American Association of Critical-Care Nurses (AACN). (2013). Nurse Competencies of Concern to Patients, Clinical Units and Systems. Retrieved from http://www.aacn.org/wd/certifications/content/synpract2.pcms?menu. 2. Andarmoyo, Sulistyo. (2012). Keperawatan Keluarga Konsep Teori, Proses dan Praktik Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu. 3. Ardhiyanti, Y., Pitriani, R., Damayanti, PI. (2014). Panduan Lengkap Keterampilan Dasar Kebidanan 1. Yogyakarta: Deepublish. 4. Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan Direktorat Jendral Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI. (2006). Pedoman Penyelenggaraan Jenjang Karir Profesional Perawat. Jakarta: UUD RI. 5. Hughes, (2005). Elaine. Nurses' perceptions of continuing professional development. Nursing Standart. Vol 19 No. 43, 41-49. 6. Istirochah, I. and Santoso, A., (2017). Gambaran Pelaksanaan Praktik Keperawatan Profesional Perawat Klinik III berdasarkan Kewenangan Klinis di Instalasi Rawat Inap Rsup Dr. Kariadi Semarang (Doctoral dissertation, Diponegoro University). 7. Jones & Bartlett Learning. (2017). Role Development in Professional Nursing Practice. Fourth Edition. USA : Ascent Learning Company 8. Kamienski, M., & Keogh, J. (2015). Farmakologi Demystified. (A. Sandhi, Trans.). Yogyakarta: Rapha Publishing. 9. Kemenkes, R. (2017). Situasi Tenaga Keperawatan. Jakarta: InfoData 10. Kolibu, F. K., Hariyanto, T., & Pusparahaju, A. (2014). Pengembangan Model Jenjang Karir Perawat Klinis di Unit Rawat Inap Rumah Sakit. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 28(1), 59-64. 11. Kusnanto . 2009. Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta: EGC 12. Melnyk, B. M., Bernadette; Gallagher-Ford; Long, L.E; Fineout-Overholt. (2014). The Establishment of Evidence-Based Practice Competencies for Practicing Registered Nurses and Advanced Practice Nurses in Real-World Clinical Settings: Proficiencies to Improve Healthcare Quality, Reliability, Patient Outcomes, and Costs. Worldviews on Evidence-Based Nursing, 2014; 11:1, 5–15. 13. Melnyk, B. M., & Fineout-Overholt, E. (2011). Evidence-based practice in nursing and healthcare. A guide to best practice. Philadelphia, PA: Lippincott, Williams, & Wilkins. 14. Melnyk, B. M., Fineout-Overholt, E., Gallagher-Ford, L., & Kaplan, L. (2012). The state of evidence-based practice in US nurses: Critical implications for nurse leaders and educators. Journal of Nursing Administration, 42(9), 410–417. 15. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 340/Menkes/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan 16. Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta 17. Patrisia, I. (2017). Hubungan antara kualitas kehidupan kerja perawat dengan kepuasan kerja perawat dalam pilot project implementasi jenjang karir Perawat Klinik di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Bandung: Universitas Padjadjaran. Tesis Keperawatan Universitas Padjadjaran. 18. Permenkes, RI No 40. (2017). Pengembangan Jenjang Karir Profesional Perawat Klinis. Jakarta: UUD RI 19. Permenkes, RI. (2014). Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan perizinan rumah sakit. Jakarta: UUD RI 20. Permenkes RI. (2015). PP RI No. 93/ 2015 tentang Rumah Sakit Pendidikan. Jakarta. PP RI 21. Pertiwiwati at al. (2016). Peran Educator Perawat Dengan Pelaksanaan Discharge Planning Pada Pasien Di Ruang Tulip 1c RSUD Ulin Banjarmasin. Universitas Lambung Mangkurat. Jurnal Keperawatan 4(2), 82-87 22. Potter & Perry. (2005). Fundamental Of Nursing edisi 7. Jakarta: Salemba Medika. 23. Potter & Perry. (2012). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses dan Praktik. Edisi 4. Jakarata : EGC. 24. RI, U. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Jakarta: UUD RI. 25. RI, U. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan. Jakarta: UUD RI 26. Rose Kearner & Nunnery. (2016). Advancing Your Career: Concept of Professional Nursing, Sixth Edition. F. A Davis Company :Philadelphia : USA. 27. Saragih, S.G., (2013). Hubungan jenjang karir dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Santo Borromeus. E-Journal STIKES Santo Borromeus, Bandung. 28. Sholehah, L.R., (2011). Penanganan Insomnia. Jurnal kedokteran Universitas Udayana Denpasar. 29. Suroso, J., (2012). Penataan sistem jenjang karir berdasar kompetensi untuk meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja perawat di rumah sakit. Eksplanasi, 6(2). 30. Wartonah, Tarwoto. (2010). Kebutuhan Dasar manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta. Salemba Medika 31. Wibowo (2012). Manajemen Kinerja. Jakarta: raja Grafindo Persada. 32. World Health Organization. (2009). Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit.Switzerland: Geneva. 33. Yvonne ten Hoeve, Gerard Jansen & Petrie Roodbol. (2013). The Nursing Profession: Public Image, Self-Concept and Professionalidentity. A Discussion Paper. JAN: Discussion Paper. 296-309.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkesvo.44840

Article Metrics

Abstract views : 121 | views : 161

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Kesehatan Vokasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


site
stats View My Stats