Evaluasi Pencapaian Kompetensi Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan Di Rumah Sakit Kota Yogyakarta Berdasarkan Metode Self Assessment

https://doi.org/10.22146/jkesvo.29594

Nuryati Nuryati(1*), Nur Rokhman(2), Linia Riski Andriyani(3)

(1) Sekolah Vokasi UGM
(2) Sekolah Vokasi UGM
(3) Sekolah Vokasi UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Perekam medis dalam memberikan pelayanan harus sesuai dengan kompetensi, berdasarkan pendidikan dan pelatihan serta berkewajiban memenuhi Standar Profesi Perekam Medis. Khususnya di rumah sakit wilayah Kota Yogyakarta belum pernah dilakukan penelitian mengenai tingkat pencapaian kompetensi perekam medis dan informasi kesehatan.
Tujuan: Memberikan gambaran mengenai pencapaian serta sumber kompetensi kerja perekam medis berdasarkan self assessment di rumah sakit wilayah Kota Yogyakarta.
Metode: Jenis penelitian adalah observasi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional. Sampel terdiri dari 101 Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) di RS Kota Yogyakarta. Teknik pengambilan data dengan studi dokumentasi dan kuisioner. Analisis data menggunakan analisis univariate.
Hasil: Tingkat pencapaian kompetensi PMIK di RS Kota Yogyakarta sebesar 75,11%, pencapaian tertinggi pada kompetensi Profesionalisme yang luhur sebesar 81%, sedangkan tingkat pencapaian kompetensi PMIK terendah di rumah sakit Kota Yogyakarta yaitu pada kompetensi Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan sebesar 72%. Berdasarkan masa dinas tingkat pencapaian tertinggi yaitu pada masa dinas 16-20 tahun sebesar 83% dan pencapaian terendah pada masa dinas >20 tahun yaitu sebesar 52%. Sumber perolehan kompetensi PMIK di RS Kota Yogyakarta yaitu 36% berasal dari kuliah, 9% dari pelatihan dan 55% dari kerja. Sedangkan sesuai dengan masa dinas sumber perolehan kompetensi terbanyak pada kuliah yaitu 41% pada masa dinas 6-10 tahun, pelatihan 33% pada masa dinas >16 tahun, dan kerja 86% pada masa dinas 11-15 tahun.
Kesimpulan: Tingkat pencapaian kompetensi PMIK di RS Kota Yogyakarta sebesar 75,11% dengan sumber perolehan kompetensi sebanyak 55% berasal dari kerja.


Keywords


kompetensi perekam medis; sumber perolehan kompetensi; self assessment

Full Text:

PDF


References

Menkes RI. (2011). Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementrian Kesehatan Nomor HK.02.05/I/III/2/08661/2011 tahun 2011 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi Diploma III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Jakarta : Indonesia


Menkes RI. (2003). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 725 Tahun 2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan di Bidang Kesehatan. Jakarta : Indonesia


Menkes RI. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 55 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Rekam Medis. Jakarta : Indonesia


Nuryati. (2016). Pencapaian Kompetensi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan : Studi Kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta. Seminar Nasional Teknologi Terapan: Yogyakarta.


Nuryati, Budi, S,C., Rokhman, N. (2016). Kendala Pelaksanaan Program JKN Terkait Penerimaan Pasien, Pengolahan Data Medis, Pelaporan, dan Pendanaan JKN di Puskesmas Gondokusuman II Yogyakarta. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No.1 Maret 2016: 41-54. Tersedia dalam http://jmiki.aptirmik.or.id/index.php/jmiki/article/view/96/79


PORMIKI. (2016). Surat Keputusan DPP PORMIKI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pemberlakuaan Atas Draft Standar Kompetensi Baru Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Jakarta : Indonesia


Presiden RI. (2012). Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Jakarta : Indonesia


Presiden RI. (2003). Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Indonesia


Presiden RI. (2009). Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta : Indonesia


Presiden RI. (2012). Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang KKNI. Jakarta : Indonesia.


Presiden RI. (2012). Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Jakarta : Indonesia


Rahmah, A., Bachri, A.A., Faidah, A.N. (2013). Pengaruh Komitmen Organisasional, Motivasi Intrinsik, Dan Motivasi Ekstrinsik Terhadap Kinerja Dokter (Studi pada Dokter Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin). Jurnal Wawasan Manajemen. Tersedia dalam http://eprints.ulm.ac.id/967/1/JWM%20VOL%20%201%20NO%203.pdf.


Satria, R.O dan Kuswara, A. (2013). Pengaruh Motivasi Dan Pelatihan Terhadap Kompetensi Kerja Serta Implikasinya Pada Produktivitas Pegawai Dinas Perhubungan Kota Bandung. Jurnal Ekonomi, Bisnis & Entrepreneurship. 7 (2) : 74 – 83. Tersedia dalam https://media.neliti.com/media/publications/41285-ID-pengaruh-motivasi-dan-pelatihan-terhadap-kompetensi-kerja-serta-implikasinya-pad.pdf. Diakses pada tanggal 1 Juni 2017.

Sudra, R.I & Pujihastuti, A. (2016). Pengaruh Penulisan Diagnosis dan Pengetahuan Petugas Rekam Medis Tentang Terminologi Medis Terhadap Keakuratan Kode Diagnosis. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia. Vol. 4. No.1: 82 – 72. Tersedia dalam http://jmiki.aptirmik.or.id/index.php/jmiki/article/view/99/82.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkesvo.29594

Article Metrics

Abstract views : 1942 | views : 1114

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal Kesehatan Vokasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


site
stats View My Stats