Analisis Kebutuhan Petugas Rekam Medis Berdasarkan Beban Kerja di Instalasi Rekam Medis RS Aisyiah Muntilan

https://doi.org/10.22146/jkesvo.27446

Fitria Rakhmawati(1*), Ery Rustiyanto(2)

(1) Program Studi DIII Rekam Medis SV Universitas Gadjah Mada
(2) Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Berdasarkan hasil observasi, RS Aisyiah Muntilan memiliki 7 orang petugas rekam medis yang terdiri dari 4 orang petugas pendaftaran dan 3 orang petugas pengolahan data dan pelaporan. Petugas pendaftaran terbagi dalam 3 shift yaitu: pagi, siang, malam, dan hari libur. Dengan adanya poliklinik saat shift pagi, petugas pendaftaran yang hanya 1 orang merasa keteteran dalam melayani pasien. Untuk membantu petugas pendaftaran, biasanya petugas pengolahan data dan pelaporan diturunkan sehingga akan mempengaruhi beban kerja petugas pengolahan data dan pelaporan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana beban kerja dan kebutuhan petugas rekam medis di RS Aisyiah Muntilan untuk mengetahui kebutuhan petugas secara keseluruhan dengan menggunakan metode WISN (Workload Indicator Staff Need) berdasarkan analisis problem solving yang dilakukan.
Tujuan: Mengidentifikasi jumlah petugas rekam medis yang tersedia, mengidentifikasi uraian tugas petugas rekam medis, mengidentifikasi hambatan yang ada di Instalasi Rekam Medis dan solusinya, menghitung standar waktu kegiatan di Instalasi Rekam Medis, menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja di Instalasi Rekam Medis
Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan penelitian crossectional. Sampel penelitian adalah petugas rekam medis di RS Aisyiah Muntilan dengan sampel terbatas.
Hasil: Setelah dilakukan perhitungan kebutuhan petugas dengan rumus WISN ternyata tidak diperlukan penambahan petugas. Hal ini menunjukan bahwa beban kerja yang tinggi bukan karena kurangnya petugas namun karena sistem yang ada di pendaftaran dan poliklinik yang kurang baik.
Kesimpulan: Penambahan petugas tidak diperlukan namun perlu perbaikan sistem yang ada.


Keywords


Rekam medis; Analisis; Kebutuhan Petugas; Petugas Rekam Medis; Beban Kerja

Full Text:

PDF


References

Departemen Kesehatan RI. (2004). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 81/MENKES/SK/I/2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan di Tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota serta Rumah Sakit. www.depkes.go.id. Diakses pada tanggal 20 Desember 2015.

Menpan RI. (2013). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi birokrasi Nomor 30 tentang jabatan fungsional perekam medis dan angka Kreditnya. www.menpan.go.id. Diakses pada tanggal 5 Juni 2016.

Menkes RI. (2007). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 377/MENKES/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. www.depkes.go.id. Diakses pada tanggal 12 Juni 2015.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkesvo.27446

Article Metrics

Abstract views : 2615 | views : 25904

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Kesehatan Vokasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


site
stats View My Stats