Perilaku dan Jelajah Harian Orangutan Sumatera (Pongo abelli Lesson, 1827) Rehabilitan di Kawasan Cagar Alam Hutan Pinus Jantho, Aceh Besar

https://doi.org/10.22146/jik.6133

Hadi Sofyan(1*), Satyawan Pudyatmoko(2), Muhammad Ali Imron(3)

(1) Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Aceh
(2) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Mekanisme adaptasi dari Orangutan Sumatera yang direintroduksi merupakan informasi yang sangat penting bagi kesuksesan program rehabilitasi. Tujuan utama penelitian ini untuk mengeksplorasi perilaku dan jelajah harian dari Orangutan Sumatera rehabilitan di stasiun reintroduksi Orangutan Sumatera kawasan Cagar Alam Hutan Pinus Jantho, Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah Instantaneous sampling. Data perilaku dalam penelitian ini dikelompokkan berdasarkan ethogram yang mengadopsi dari Standar Pengambilan Data Orangutan. Perilaku harian yang dilakukan Orangutan Sumatera rehabilitan meliputi tiga perilaku utama yaitu istirahat (47,32 %), makan (37 %), bergerak (14,75 %), sosial (0,52 %) dan bersarang (0,41 %). Sebagian besar perilaku Orangutan rehabilitan tidak menunjukkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin dan masa reintroduksi. Rata-rata daya jelajah hariannya dari semua individu Orangutan yang diamati berkisar antara 0,7 sampai 26,2 ha. Interaksi dengan manusia pada masa sebelumnya, khususnya pada periode perkembangan Orangutan, dapat mempengaruhi perilaku Orangutan dan mungkin dapat mempengaruhi kesuksesan dalam beradaptasi dengan kondisi di alam.

Katakunci: perilaku, Orangutan, daya jelajah harian, cagar alam Jantho

 

Daily Behavior and Range of Rehabilitated Orangutan in the Hutan Pinus Jantho Nature Reserve, Aceh Besar

Abstract

Adaptation mechanism of reintroduced Sumatran Orangutan is crucial information for successful rehabilitation program. The main objective of this research was to investigate daily behaviors and range of
eight rehabilitated Orangutans in the reintroduction station of Nature Reserve Pine Forest Jantho, Aceh Besar. Data collection was conducted through instantaneous sampling to explore daily behavior and range. The daily activities data were grouped based on ethogram by adopting the standard of Orangutan‘s data collection. The result showed that the proportion of daily behavior of Orangutan Sumatera are 47.32 % resting, 37 % feeding, 14.75 % moving, 0.52 % social interaction and 0.41% nesting activities. There was no different behavior between sex classes and duration of rehabilitation. The average daily range of all focal individuals is 0.7-26.2 ha. Previous interaction with humans, especially during early developmental period, may affect in behaviour of rehabilitated Orangutan Sumatera and probably also influence the adaptation success in the wild.


Keywords


reintroduction; primates; protected areas; wildlife conservation

Full Text:

PDF


References

  1. Altmann J. 1974. Observational Study of Behavior : Sampling Methods. University of Chicago, Chicago. USA.
  2. Anonim. 1999. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 Tentang PengawetanTumbuhan dan Satwa. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan dan Perkebunan. Jakarta
  3. Galdikas BMF. 1984. Adaptasi Orangutan di Suaka Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Universitas Indonesia Press. Jakarta
  4. Ginting Y. 2006. Studi Reintroduksi Orangutan Sumatera(Pongo pygmaeus abelii Lesson, 1827) yang Dikembangkan di Stasiun Karantina Medan Dan Di Stasiun Reintroduksi Jambi. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor
  5. Kuncoro P, Sudaryanto, & Yuni LE. 2004. Perilaku dan Jenis Pakan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus Linnaeus, 1760) di Kalimantan. Jurnal Biologi. 11 (2) : 64-69.
  6. Martin P & Bateson P. 2006. Measuring Behaviour. Cambridge University Press. Cambridge
  7. Meijaard E, Rijksen H, & Kartikasari S. 2001. Diambang Kepunahan! Kondisi Orangutan Liar di Awal Abad ke-21. The Gibbon Foundation Indonesia. Jakarta
  8. Morrogh-Bernard H, Husson S & McLardy C., 2002. Orangutan Data Collection Standardisation. In Orang-Utan Cultural Workshop, San Anselmo, CA.
  9. Primack RBJ, Supriatna M, Indrawan P, & Kramadibrata.1998. Biologi Konservasi. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
  10. Rijksen DH. 1978. A Fieldstudy on Sumatran Orang Utans ( Pongo pygmaeus abelii Lesson 1827) – Ecology, Behaviour And Conservation. Agricultural University, Wageningen. Netherlands.
  11. Singleton I & van Schaik C. 2000. Orangutan Home Range Size and Its Determinants in a Sumatran Swamp Forest. International Journal of Primatology, 22.
  12. Singleton I, Wich SA & Griffiths M. 2008. Pongo abelii. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2014.1. <www.iucnredlist.org>. Downloaded on 04 July 2014.
  13. Suryo Hadikusomo, D. 2001. Pedoman Rehabilitasi Orangutan (Pongo pygmaeus) ke Habitat Alaminya Atau ke dalam Kawasan Hutan. dalam : Orangutan Reintroduction and Protection Workshop Final Report August 2001, Wanariset-Samboja and Balikpapan, Kalimantan Timur.
  14. Van Schaik CP, Azwar, & Priatna D. 1995. Population Estimates and Habitat Preferences of Orangutan Based on Line Transects of Nests. The Neglected Ape. Plenum Press, New York.



DOI: https://doi.org/10.22146/jik.6133

Article Metrics

Abstract views : 7144 | views : 12230

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Jurnal Ilmu Kehutanan




© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by:

 

Jurnal Ilmu Kehutanan is under the license of Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International

Creative Commons License