POLIKULTUR RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DAN IKAN BARONANG (Siganus gutatus) DI TAMBAK

https://doi.org/10.22146/jfs.8883

Suharyanto Suharyanto(1*)

(1) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau
(*) Corresponding Author

Abstract


The aim of this experiment was to find out data and information of growth rate, survival rate and yield of swimming crabs (Portunus pelagicus) and rabbit fish (Siganus gutatus) which cultured together with different stocking density of rabbit fish in brackishwater ponds. Nine brackishwater ponds with the dimention of 100 m2 with 100 cm depth were used. Crablet of 17th of 7.2 + 0.2 mm charapace width and 0.05 + 0.02 g body weight were used in this research with stocking density of 300 ind/100 m2. During the rearing the crabs were fed trash fish (Sardinella sp) given of twice a days, dosage 5% of total body weight. Experiment was carried out on complete randomized design with treatments were stocking density of rabbit fish i.e. 20 ind/100m2 (A), 30 ind/100 m2 (B), and 40 ind/100m2 (C) with three replicates. The rabbit fish of length were 9.1 + 0,8 cm and weight of 15+ 0.6 g were used. The result showed that the growth of body length and weight and survival rate of swimming crabs and rabbit fish were not significantly different (P>0.05), but the yield of rabbit fish was significantly different (P<0.05).

Keywords


polyculture, swimming crab, rabbit fish, brackishwater ponds, survival rate

Full Text:

PDF


References

Burhanuddin. 1987. Pengaruh kadar garam air terhadap pertumbuhan dan angka kematian ikan beronang (Siganus vermiculatus C.V). Jur.Pen. Budidaya Pantai 3(2): 37-48.

Chan, W.L., 1981. The culuture of marine finfish in floating net cages Indonesia. Project FAO/UNDP/ INS/80/005. Report SFP/81/WP/1 Jakarta. 39 pp.

Chande, A. I. and Y. D. Mgaya. 2003. The fishery of Portunus pelagicus and species diversity of portunid crabs along the coastal of Dar es Salaam, Tanzania. Western Indian Ocean. J. Mar. Sci. 2(1): 75 – 84.

Cholik, F., Rachmansyah, S. Tonnek. 1990. Pengaruh padat penebaran terhadap produksi nila merah, Oreochromis niloticus dalam keramba jaring apung di laut. J. Penel. Budidaya Pantai. 6(2):87-96.

Chu, S.P. 1943. The influence of mineral composition of the medium on the growth of phytoplankton algae. Part II. The influence of concentration of inorganic nitrogen and phospate phosphorus. The Ecol. 31(2): 1-19.

Coleman, N. 1991. Encyclopedia of marine animals. Angus& Robertson. An Inprint of Harper Collins Publishers. Australia. 324 pp.

Effendi, M.I. 2000. Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta. 163 pp.

Juwana, S. 1993. Pengaruh pencahayaan, salinitas dan suhu terhadap kelulushidupan dan laju pertumbuhan benih rajungan (Portunus pelagicus) Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi-LIPI. Majalah Ilmu Kelautan. 16: 194-204.

Juwana, S. 2004. Penelitian budidaya rajungan dan kepiting: Pengalaman Laboratorium dan Lapangan. Dalam: W.B. Setyawan, P. Purwati, S. Sunanisari, D. Widarto, R.Nasution, dan O. Atijah (eds.), Interaksi daratan dan lautan: Pengaruhnya terhadap sumber daya dan lingkungan. Prosiding Simposium Interaksi Daratan dan Lautan, Kedeputian Ilmu Pengetahuan Kebumian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta, 428-473.

Koesbiono. 1981. Biologi laut. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 150 pp.

Lam, T.J., 1974. Siganid: Their biology and mariculture potensial. Departement of Zoology University of Singapore. 325-54 p.

Mansyur, A., S. Tonnek, M. Amin dan Utojo. 1987. Budidaya campuran udang windu (Penaeus monodon, Fabr.) dan ikan bandeng (Chanos chanos, Forskal) di Tambak. J. Penel. Budidaya Pantai. 3(2); 49-59.

Nontji, A. 1986. Laut nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta. 367 pp.

Pirzan, A.M., S. Tahe dan A. Ismail. 1992. Polikultur udang windu Penaeus monodon dan nila merah, Oreochromis niloticus di Tambak. J. Penel. Budidaya Pantai. 8(2): 63-70.

Ranoemihardjo, B.S. dan E. Kusnendar. 1984. Budidaya ikan samadar (Siganus spp). Hal. 156-77. Dalam Pedoman Budidaya Tambak. Ditjen Perikanan. Departemen Pertanian. Jakarta.

Reid, G.K. 1961. Ecology of Inland water estuaries. Rein hald Published Co. New York. 375 pp.

Schmittou, H.R. 1991. Budidaya keramba: Suatu metode produksi ikan di Indonesia. FRDP. Puslitbang Perikanan. Jakarta. Indonesia. 126 pp.

Suharyanto dan S. Tahe. 2005. Pengaruh padat tebar berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan kepiting rajungan (Portunus pelagicus) di tambak. Laporan Penelitian. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros.10 hal. (In press).

Suharyanto, S. Tahe., Y. Aryani dan M. Mangampa. 2006. Pembesaran kepiting rajungan (Portunus pelagicus) di tambak dengan penambahan selter yang berbeda. Laporan Teknis. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros. 20 hal.

Suharyanto, S. Tahe, dan M. Mangampa. 2006. Pemeliharaan ikan baronang (Siganus gutatus) sebagai biokontrol terhadap perkembangan lumut (Chaetomorpha sp dan Enteromorpha intestinalis) di tambak. Laporan hasil penelitian. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros 12 hal. (In press).

Sulaeman dan Burhanuddin. 1990. Penelitian pendahuluan budidaya ikan baronang (Siganus javus, Lim) di tambak. Laporan Penelitian Balai Penelitian Perikanan Budidaya Pantai Maros. 12 hal.

Supito, Kuntiyo dan I. S. Djunaidah. 1998. Kaji pendahuluan pembesaran kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) di tambak. dalam Perkembangan terakhir teknologi budidaya pantai untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Prosiding Seminar Teknologi Perikanan Pantai. Puslitbangkan, Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol-Bali bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency. Bali, 6-7 Agustus 1998. hal. 149-154.

Susanto, B. 2005. Pengembangan teknologi perbenihan rajungan (Portunus pelagicus). Makalah disampaikan pada seminar Akuakultur Indonesia. Hotel Sahid Jaya, Makassar. 23-25 Nopember 2005. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut. 11 pp.

Susanto, B., I. Setyadi, Haryanti dan A. Hanafi. 2005. Pedoman teknis: teknologi perbenihan rajungan (Portunus pelagicus). Pusat Riset Perikanan Budidaya. Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta. 21 hal.

Tjaronge, A., M. Mangampa, A.G. Mangawe dan A. Ismail. 1992. Polikultur udang windu Penaeus monodon dan ikan baronang, Siganus sp secara semi intensif di Tambak. J. Penel. Budidaya Pantai. 8(2): 57-62.

Utojo dan A. Mansyur. 1988. Budidaya campuran udang windu (P. monodon) dan ikan nila merah (Oreochromis niloticus) di tambak. J. Penel. Budidaya Pantai. 4(3); 27-34.

Weno, P.A., A.W. Aoumokil dan O. Pattirane. 2005. Potensi dan prospek pembudidayaan rajungan di perairan Maluku. Makalah disampaikan pada seminar Akuakultur Indonesia. Hotel Sahid Jaya, Makassar. 23-25 Nopember 2005. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut. 10 pp.

Williams, K., D.P. Schwarts., G.E. Gebhart and O.E. Maughan. 1987. Budidaya ikan yang dikerambakan skala kecil di kolam Oklahoma. Penerjemah. Langston University Agricultural Research. 21 pp.

Zonneveld, N., E.A. Huisman dan J.H. Boon. 1991. Prinsip-prinsip budidaya ikan. Pustaka Utama Gramedia. Jakarta. 71p.



DOI: https://doi.org/10.22146/jfs.8883

Article Metrics

Abstract views : 1929 | views : 6712

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Journal of Fisheries Sciences



Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Indexed by:

 

 

View My Stats