Peningkatan Pertumbuhan Rumput Laut Halymenia sp. melalui Penentuan Jarak Tanam Rumpun

https://doi.org/10.22146/jfs.48254

Siti Fadilah(1*), Dhini Arum Pratiwi(2)

(1) Loka Riset Budidaya Rumput Laut, Gorontalo, Indonesia
(2) Loka Riset Budidaya Rumput Laut, Gorontalo, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jarak tanam rumpun yang sesuai untuk budidaya rumput laut Halymenia sp. Penelitian dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2017 di perairan Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Satu faktor perlakuan yang diuji adalah jarak rumpun yang terdiri atas 4 taraf perlakuan yaitu 10, 15, 20 dan 25 cm. Tali bentangan yang digunakan panjangnya 15 m dengan jarak antar tali bentangan 1 m dan bobot awal rumpun 50 g. Budidaya dilakukan dengan metode monoline lepas dasar. Pemeliharaan  dilakukan selama 1 siklus (45 hari) dengan sampling pertumbuhan tiap 5 hari dan sampling kualitas air tiap 15 hari. Analisis sampel dilakukan untuk mendapatkan rendemen karaginan dan kualitas air berupa nitrat dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam rumpun 25 cm memberikan laju pertumbuhan terbaik (p<0,5) dan randemen karaginan yang lebih tinggi dari perlakuan jarak 20 cm (p<0.5).


Keywords


Halymenia; planting distance; seaweed

Full Text:

PDF


References

Abdan, A., Rahman & Ruslaini. 2013. Pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan kandungan karagenan rumput laut (Eucheuma spinosum) menggunakan metode long line. Jurnal Mina Laut Indonesia. 3 (12): 113-123

Anggadiredja, J.T., A. Zatnika, H. Purwanto & S. Istini. 2006. Rumput Laut: pembudidayaan, pengolahan, dan pemasaran komoditas perikanan potensial. Penerbit Swadaya. Jakarta

Anggadireja J.T., A. Zatnika, H. Purwoto & S. Istini. 2008. Rumput Laut. Penebar Swadaya. Jakarta

Apriyani, D. 2006. Studi Hubungan Karakteristik Habitat Terhadap Kelayakan Pertumbuhan dan Kandungan KaragenanAlga Euchema spinosum di Perairan Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep [Tesis]. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Burtin, P. 2003. Nutritional value of seaweeds. Electron. J. Environ. Agric. Food Chemistry. 2 (4): 498-503

Dawes, C.J. 1994. Marine botany. John Wiley & Sons, Inc. Canada, 628 pp.

Edward & Sediadi. 2004. Pemantauan kondisi hidrologi di Perairan Raha, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara dalam kaitannya dengan budidaya rumput laut. Lembaga Oceanologi Nasional dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LON-LIPI). Jakarta. 213 pp

Effendi, H. 2003. Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumberdaya dan lingkungan perairan. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Fadilah, S. & W.K.P. Sari. 2018. Pengaruh  jenis tali pengikat rumpun yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut Halymenia sp. Prosiding Jilid I Budidaya Perikanan. Seminar Nasional Tahunan XV Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan 28 Juli 2018, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta.

Freile-Pelegrin, Y. 2006. Carageenan of Eucheuma isiforme Conditions. Botanica Marina. 49: 65-71 pp

Gardner F.P., R.B. Pearce & R.L. Mitchell. 2008. Fisiologi Tanaman Budidaya. Penerjemah: Susilo H. Universitas Indonesia Press. 428 pp.

Handayani, T., Sutarno & A.D. Setyawan. 2004. Analisis komposisi nutrisi rumput laut Sargassum crassifolium J. Agardh. Jurnal Biofarmasi 2 (2): 45-52

Hayashi, L., E.J.D. Paula & F. Chow. 2007. Growth rate and carrageenan analyses in four strain of Kappaphycus alvarezii (Rhodophyta, Gigartinales) farmed in the subtropical waters of Sao Paulo StateBrazil. Journal of Applied Phycology. 19: 393-399

Ismal, W & Kadirman. 2008. Pengaruh jarak tanam pada budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) terhadap spesifikasi mutu karaginan. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. 4: 242-249

Kamlasi, Y. 2008. Kajian ekologis dan biologi untuk pengembangan budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) di Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Kurniasti, D., 2016. Kualitas karaginan hasil ekstraksi dari rumput laut Halymenia durvillaei alami dan hasil budidaya menggunakan pelarut air panas dengan berbagai tingkatan suhu. Abstrak Thesis. Universitas Airlangga

Nur, A,. Ichsan, H. Syam & Patang. 2016. Pengaruh kualitas air terhadap produksi rumput laut (Kappaphycus alvarezii). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. 2: 27-40

Parenrengi, A., Rachmansyah & E. Suryati. 2011. Budidaya rumput laut penghasil karaginan (karaginofit). Edisi revisi. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Periknanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Parnata, A. 2010. Meningkatkan hasil panen dengan pupuk organik. Agromedia Pustaka. Jakarta. 146 hal.

Pong-Masak, P.R., Parenrengi, A., Tjahronge, M., & Rusman. 2011. Protokol seleksi varietas bibit unggul rumput laut. Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Jakarta. 27 hal

Pong-masak, P.R., & Nelly H. Sarira. 2018. Penentuan jarak tanam optimal antar rumpun bibit pada metode vertikultur rumput laut. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 20 (1): 23-30

Pratiwi, D.A., Muslimin & Wiwin, K.P. Sari. 2016. Penentuan pola musim tanam optimal rumput laut Eucheuma striatum di Perairan Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Balitbang Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal: 431-438.

Prihaningrum, A., M. Meiyana & Evalawati. 2001. Biologi rumput laut; Teknologi budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii). Petunjuk Teknis. Departemen Kelautan dan Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Balai Budidaya Laut. Lampung. 66 hal.

Radiarta, I.N., Erlania & J. Haryadi. 2016. Analisis kesesuaian dan daya dukung perairan untuk pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Simeulue, Aceh. Jurnal Segara 14 (1): 11-22

Rahman, 2010. Pengaruh jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut (Eucheuma cottonii) dengan metode lepas dasar. Aquahayati. 75 (2): 57-64

Robledo, D & Y. Freile-Pelegrin. 2010. Prospects for the cultivation of economically important carrageenophytes in Southeast Mexico. J Appl Phycol DOI 10.1007. Spinger.

Samsyuddin, N., Lahming & M.W. Caronge. 2015. Analisis Kesukaan terhadap karakteristik olahan nugget yang disubtitusi dengan rumput laut dan tepung sagu. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian. 1: 1-11

Sudjiharno. 2001. Teknologi Budidaya Rumput Laut. Balai Budidaya Laut. Lampung. 35-46 hal.

Widiastuti, I.M. 2011. Produksi Gracilaria verrucosa yang dibudidayakan di tambak dengan berat bibit dan jarak tanam yang berbeda. Jurnal Agrisains. 12 (1): 57-62



DOI: https://doi.org/10.22146/jfs.48254

Article Metrics

Abstract views : 552 | views : 452

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Indexed by:

 

 

View My Stats