HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN HASIL DAN HASIL WIJEN (Sesamum Indicum L.)

https://doi.org/10.22146/veg.9281

Siska Permata(1*), Taryono Taryono(2), Suyadi Mitrowihardjo(3)

(1) 
(2) Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Dalam rangkaian program pemuliaan tanaman untuk meningkatkan produktivitas wijen, informasi keragaman dan hubungan antar sifat sangat penting untuk menentukan keberhasilan seleksi. Oleh karena itu, penelitian untuk mengetahui besarnya keragaman genetik pada komponen hasil dan hasil wijen, serta mengetahui komponen hasil yang berpengaruh langsung terhadap hasil wijen merupakan kajian yang sangat penting. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2012 di Padangan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan bahan tanam adalah benih tetua SBR3, SBR2, Turki DT36, F1 dan F2 hasil persilangan antara SBR3 x SBR2, SBR3 x Turki DT36, SBR2 x Turki DT36 dan resiproknya. Benih ditanam secara rapat pada petak-petak sesuai dengan galurnya. Hasil penelitian menunjukkan komponen yang memiliki keragaman besar secara berturut-turut yaitu berat biji per tanaman (68,43%), berat polong (40,532%), jumlah cabang (33,251%), jumlah polong (30,269%), tinggi tanaman (21,256%), dan jumlah ruas (15,511%). Nilai heritabilitas tinggi terdapat pada tinggi tanaman (65,52%) dan umur panen (55,00%). Nilai heritabilitas sedang terdapat pada jumlah ruas (21,91%), umur berbunga (44,68%), berat biji per tanaman (27,05%). Komponen hasil yang berkorelasi positif nyata terhadap hasil adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, berat polong, jumlah ruas, dan umur berbunga. Komponen hasil yang memiliki pengaruh langsung terhadap hasil adalah tinggi tanaman, jumlah polong, berat polong, umur berbunga, dan berat 1000 biji. Kelima komponen hasil tersebut dapat dijadikan indek seleksi terhadap hasil.




References

Astuti, A. 2011. Uji Daya Hasil Beberapa Galur Kedelai (Glycine max L. Merr) Di Majalengka pada Dua Musim Tanam. Institut Pertanian Bogor. Tesis. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/51344/2011aas.pdf?sequence=1. 17 Februari 2013.

Hartati, S., A. Setiawan, B. Heliyanto, dan Sudarsono. 2011. Keragaman Genetik, Heritabilitas, dan Korelasi Antar Karakter 10 Genotip Terpilih Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Di Pakuwon, Sukabumi. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/49796/2011rsh_Judul%202.%20Keragaman%20Genetik.pdf?sequence=7. 17 Februari 2013.

Ibrahim, S. E. dan M. O. Khidir. 2012. Genotypic Correlation and Path Coefficient Analysis of Yield and Some Yield Components In Sesame. International Journal of Agriscience 2: 664–670.

Khan, N.I., M. Akbar, K.M. Sabir, dan S. Iqbal. 2001. Characters Association and Path Coefficient Analysis In Sesame (Sesamum indicum L.). Journal of Biology Science 1: 99–100.

Mahajan, R.C., P.B. Wadikar, S.P. Pole, dan M.V. Dhuppe. 2011. Variability, Correlation and Path Analysis Studies In Sorghum. Research Journal of Agricultural Sciences 2: 101–103.

Mangoendidjojo, W. 2003. Dasar–dasar Pemuliaan Tanaman. Kanisius. Yogyakarta.

Miftahorrachman, H.F. Mangindaan, dan H. Novarianto. 2000. Analisis Lintas Karakter Vegetatif dan Generatif Kelapa dalam Kupal terhadap Jumlah Bunga Betina. Zuriat 11: 39–45.

Narayanan, R. dan S. Murugan. 2013. Studies on variability and heritability in sesame (Sesamum indicum L.). International Journal of Current Agricultural Research 2: 52–55.

Nasution, M.A. 2010. Analisis korelasi dan sidik lintas karakter morfologi dan komponen buah tanaman nenas (Ananas comosus L. Merr.). Crop Agro 3: 1–9.

Nurheru. 1996. Wijen. Monograf Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat No. 2, Malang.

Parameshwarappa, S.G., M.G. Palakshappa, P.M. Salimath dan K.G. Parameshwarappa. 2009. Studies On Genetic Variability and Character Association In Germplasm Collection of Sesame (Sesamum indicum L.). Karnataka J. Agric. Sci. 22: 252–254.

Ruchjaniningsih, A. Imran, M. Thamrin, dan M.Z. Kanro. 2000. Penampilan Fenotipik dan Beberapa Parameter Genetik Delapan Kultivar Kacang Tanah pada Lahan Sawah. Zuriat 11: 8–15.

Singh, H.K. dan B.D. Chaudhary. 1979. Biometrical Methods In Quantitative Genetic Analysis. Revised Edition. Kalyani Publishers, New Delhi.

Soenardi. 2004. Peluang Wijen di Lahan Sawah. http://www.litbang.deptan. go.id/artikel/one/52/pdf/Peluang%20Wijen%20di%20Lahan%20Sawah.pdf. 13 November 2012.

Soenardi. 2005. Budidaya dan Pascapanen Wijen (Sesamum indicum Linn.). Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Malang.

Sudarmadji, R. Mardjono, dan H. Sudarmo. 2007. Variasi Genetik, Heritabilitas, dan Korelasi Genotipik Sifat-sifat Penting Wijen. Jurnal Littri 13: 88–92.

Sumathi, P. dan V. Muralidharan. 2010. Analysis of Genetic Variability, Association and Path Analysis In The Hybrids of Sesame. Tropical Agricultural Research & Extension 13: 63 – 67.

Vidhyavathi, R., N. Manivannan, dan V. Muralidharan. 2005. Association Studies In Sesame (Sesamum indicum L.). Agricultural Science Digest 25: 130–132.

Wulandari, R.A. 2006. Heterosis dan Analisis Lintas Beberapa Komponen Hasil Padi Hibrida. Ilmu Pertanian 13: 13–24.

Yol, E., E. Karaman, S. Furat dan B. Uzun. 2010. Assessment of Selection Criteria In Sesame by Using Correlation Coefficients, Path and Factor Analyses. Australian Journal of Crop Science 4: 598–602.



DOI: https://doi.org/10.22146/veg.9281

Article Metrics

Abstract views : 856 | views : 772

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Budidaya Pertanian



VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats