Pengaruh Model Pemanenan Air Hujan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Empat Kultivar Padi (Oryza sativa L.) dalam Sistem Agroforestri dengan Kayu Putih (Melaleuca cajuputi L.) pada Musim Hujan

https://doi.org/10.22146/veg.60049

Rochmad Nur Nadif(1), Dody Kastono(2*), Suci Handayani(3), Taufan Alam(4)

(1) Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(4) Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Permasalahan lahan kering di bawah tegakan kayu putih untuk budidaya padi adalah keterbatasan kandungan lengas tanah yang tergantung pada curah hujan. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh model pemanenan air hujan terhadap pertumbuhan dan hasil empat kultivar padi dalam sistem agroforestri dengan kayu putih. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-April 2020 di Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Menggoran, Bagian Daerah Hutan (BDH) Playen, Kesatuan Pengelolaan Hutan dan Pemangku Hutan (KPH) Yogyakarta. Penelitian dirancang dengan menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) tiga ulangan. Petak utama (main plot) adalah model pemanenan air hujan terdiri dari tanpa parit + tanpa serasah organik (P0), parit + serasah organik (P1), dan parit + serasah organik + biopori (P2). Anak petak (sub plot) yaitu kultivar padi yang terdiri atas Situ Patenggang (V1), GM 2 (V2), GM 8 (V3), dan GM 28 (V4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan parit + serasah organik + biopori meningkatkan produktivitas padi sebesar 11,02 % dibandingkan tanpa parit + tanpa serasah organik. Kultivar padi Situ Patenggang menghasilkan produktivitas sebesar 3,03 ton/ha atau lebih tinggi dibandingkan kultivar GM 2, GM 28, dan GM 8 sebesar 2,92 ton/ha, 2,86 ton/ha, dan 2,42 ton/ha.


Keywords


biopori; kayu putih; padi; parit; serasah organik; sistem agroforestri

Full Text:

PDF


References

Arinta, K., dan I. Lubis. 2018. Pertumbuhan dan produksi beberapa kultivar padi lokal Kalimantan. Bul. Agrohorti 6 (2): 270 -280.


Badan Pusat Statistika. 2019. Impor Beras Menurut Negara Asal Utama, 2000-2018. <https://www.bps.go.id/statictable/2014/09/08/1043/impor-beras-menurut-negara-asal-utama-2000-2018.html>. Diakses pada Tanggal 3 Desember 2019.


Badan Pusat Statistika. 2020. Luas panen dan produksi padi pada tahun 2019 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2018 masing-masing sebesar 6,15 dan 7,76 persen. <https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/02/04/1752/luas-panen-dan-produksi-padi-pada-tahun-2019-mengalami-penurunan-dibandingkan-tahun-2018-masing-masing-sebesar-6-15-dan-7-76-persen.html>. Diakses pada Tanggal 19 Agustus 2020.


Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. 2019. VUB Padi Gogo. <http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/varietas-padi/inbrida-padi-gogo-inpago/tag/VUB%20Padi%20Gogo>. Diakses pada Tanggal 19 Agustus 2020.


Benjamin, J.G. and D.C. Nielsen. 2005. Water deficit effects on root distribution of soybean, field pea and chickpea. Field Crops Research 97: 248–253.


Effendi, Y. 2008. Kajian resistensi beberapa varietas padi gogo (Oryza sativa L.) terhadap cekaman kekeringan. Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Tesis.


Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.


Istiawan, N.D., dan D. Kastono. 2019. Pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap hasil dan kualitas minyak cengkih (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry.) di Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo. Jurnal Vegetalika 8(1): 27-41.


Kuswandi, P.C., dan L. Sugiyarto. 2015. Aplikasi mikoriza pada media tanam dua varietas tomat untuk peningkatan produktivitas tanaman sayur pada kondisi cekaman kekeringan. Jurnal Sains Dasar 4 (1): 17-22.


Mawardi., C. N. Ichsan., dan Syamsuddin. 2016. Pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman padi (Oryza sativa L.) pada tingkat kondisi kekeringan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah 1(1): 176-187.


Mulyani, A. dan M. Sarwani. 2013. Karakteristik dan potensi lahan suboptimal untuk pengembangan pertanian di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan 2: 47-56.


Rosawanti, P. 2015. Toleransi beberapa genotipe kedelai terhadap cekaman kekeringan. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Tesis.


Sitohang, F.R.., L.A.M. Siregar., dan L.A.P. Putri. 2014. Evaluasi pertumbuhan dan produksi beberapa varietas padi gogo (Oryza sativa L.) pada beberapa jarak tanam yang berbeda Jurnal Online Agroekoteknologi 2(2): 661-679.


Stevenson, F.J. 1982. Humus Chemistry Genesis, Composition and Reaction. John Willey and Sons, New York.


Subagyono, K., U. Haryati dan S. H. Tala’ohu. 2009. Teknologi konservasi air pada pertanian lahan kering. Balai Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor.


Supriyanto, B. 2013. Pengaruh cekaman kekeringan terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo lokal kultivar jambu (Orysa sativa Linn). Jurnal Agrifor 12: 77-83.


Suryanto, P., B. Kurniasih., E. Faridah., H. H. Nurjanto., R. Rogomulyo., S. Handayani., D. Kastono., A. S. Muttaqien., dan T. Alam. 2020. Influence of furrow with organic material and Chromolaena odorata compost on upland rice productivity in an agroforestry system with Melaleuca cajuputi. Jurnal Biodiversitas 21(2): 780-791.


Tufaila, M., and S. Alam. 2014. Karakteristik tanah dan evaluasi lahan untuk pengembangan tanaman padi sawah di kecamatan oheo Kabupaten Konawe Utara. Jurnal Agriplus 24(2): 176-183.


Yunizar. 2014. Kajian Teknologi Hemat Air Pada Padi Gogo Pada Lahan Kering Masam Dalam Mengantisipasi Perubahan Iklim di Propinsi Riau, Prosiding pada Seminar Nasional “Lahan Suboptimal”. Palembang 26-27 September 2014.



DOI: https://doi.org/10.22146/veg.60049

Article Metrics

Abstract views : 919 | views : 910

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Vegetalika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats