HUBUNGAN KOMPONEN HASIL DAN HASIL TIGA BELAS KULTIVAR KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.)

https://doi.org/10.22146/veg.10474

Aditya Herwin Dwiputra(1*), Didik Indradewa(2), Eka Tarwaca Susila Putra(3)

(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian bertujuan untuk 1) untuk mencari hubungan antara hasil dan komponen hasil berbagai kultivar kedelai, 2) untuk menentukan variabel komponen hasil yang memiliki hubungan paling erat dengan hasil beberapa kultivar kedelai, dan 3) untuk mendapatkan kultivar kedelai dengan hasil yang tinggi. Penelitian lapangan disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor tunggal yang diuji adalah tiga belas kultivar kedelai yaitu Anjasmoro, Kaba, Argomulyo, Mahameru, Baluran, Muria, Burangang, Sinabung, Gema, Tanggamus, Gepak Kuning, Wilis dan Ijen. Hasil penelitian menunjukkan kultivar tanggamus merupakan kultivar yang memiliki hasil terbaik jika dibandingkan dengan kedua belas kultivar yang diuji hal ini terlihat dari data statistik yang menunjukkan hasil biji per tanaman yang paling tinggi. Variabel jumlah jumlah cabang, jumlah biji dan berat 100 biji adalah komponen hasil yang memilki hubungan erat terhadap hasil kedelai.



References

Aqsa, T., M.. Saleem, and I. Aziz. 2010. Genetic Variability, Trait Association And Path Analysis Of Yield And Yield Components In Mungbean (Vigna radiata (L.) Wilczek). Pak. J. Bot. 42 (6) : 3915-3924.

Baharsyah, J. S, Suwardi, D dan Irsal Las. 1985. Hubungan Iklim dan Pertumbuhan Kedelai. Badan Peneltian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.

Endres, J.G. 2001. Soy protein products characteristics, nutritional aspects, and utilization. AOCS Press 27: 2-5.

Fader, G.M. dan H.R. Koller. 1985. Seed Growth Rate and Carbohydrate Of Soybean Fruit. Plant Physiol 79(3):663-666.

Karamoy, L.T. 2009. Hubungan Iklim Dengan Pertumbuhan Kedelai (Glycine max L Merill). Soil Environment 7: 65-68.

Krishnan dan K. Darly. 2013. Food Product Innovations Using Soy Ingredients. J Hum Nytr Food Sci 2: 1-2.

Umi I., Djati W. S., Parjanto dan Heru K. 2015. Keragaman Galur Kedelai Hasil Persilangan Varietas Tanggamus x Anjasmoro dan Tangamus x Burangrang di Tanah Entisol dan Inceptisol. El Vivo Vol 3: 72-80.

Rusono, N., A. Suanri, A. Canradijaya, A. Muharam, I. Martino, Tejaningsih, P.U. Hadi, S.H. Susilowati, dan M. Maulana. 2013. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Bidang Pangan dan Pertanian 2015-2019. Direktorat Pangan dan Pertanian. Jakarta.

Saeed, I., G.S.S. Khattak dan R. Zamir. 2007. Association of Seed Yield and Some Important Morphological Traits in Mungbean (Vigna radiata (L.)Wilczek). Pak. J. Bot. 39(7): 2361-2366.

Singh, S. K. dan D. B. Chaudhary., 1979. Biometrical Methods In Quantitative Analysis. Kalyani Publisher. Ludhiana. New Delhi.

Somaatmadja, S. 1983. Peningkatan Produksi Kedelai Melalui Perakitan Varietas. BTPP-PPPTP. Bogor.

Suhartina. Deskripsi Varietas Unggul Kacang–Kacangan dan Umbi–umbian. Balitkabi. Malang.

Yusuf, C. 1996. Kedelai dan Permasalahannya. Politeknik Pertanian Universitas Jember. Jember.

Zahara, H., D. M. Arsyad, dan Sutjihno. 1994. Analisis Korelasi dan Sidik Lintas Sifat-sifat Kuantitatif pada Kedelai. Prosiding Seminar Risalah Penelitian Pangan, Bogor. Vol. 1: 65-69.



DOI: https://doi.org/10.22146/veg.10474

Article Metrics

Abstract views : 895 | views : 2164

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Budidaya Pertanian



VEGETALIKA journal indexed by: 

 

       

  

View My Stats