Sistem informasi manajemen pendamping minum obat pasien tuberkulosis paru

https://doi.org/10.22146/bkm.44981

Iwan Stia Budi(1), Yustini Ardillah(2), Amrina Rosyada(3*)

(1) Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
(2) Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
(3) Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
(*) Corresponding Author

Abstract


Android and web-based application for monitoring patients with tuberculosis for puskesmas level program

Multi-drug resistant tuberculosis (MDR TB) is a challenge in every country with a high prevalence of TB, including Indonesia. MDR TB itself is influenced by many factors including the lack of discipline in taking medication due to forgetfulness or rejection from the patient. This study aims to design a prototype of the drug-taking companion management information system (PMO) of pulmonary tuberculosis patients. The stages of this design are system requirements analysis, logical design, physical design, and interface. The results of the prototype design will be tested with officers responsible for TB and supervisors taking medication. This android platform-based application helps supervisors to remind patients to take their medicine regularly and the dose. This application continues to be developed by fixing bugs and creating a channel for user complaints


Keywords


information; system; medicine; companion; tuberculosis; DOTS

Full Text:

PDF


References

1. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta; 2007. 

2. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta; 2002. 

3. Agustina F, Saleh YD, Kusnanto H. Determinan Kejadian Tuberkulosis Paru BTA+ di Kabupaten Bandung Barat. J Kesmas UI. 2017;33(9). 

4. Sembiring. Masalah Penanganan TB Paru dan Strategi DOTS (Directly Observed Therapy Short-course). Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara; 2001. 

5. Sumarman, Bantas K. Peran Pengawas Minum Obat dan Kepatuhan Periksa Ulang Dahak Fase Akhir Pengobatan Tuberkulosis di Kabupaten Bangkalan. J Kesmas UI. 2011;6(2). 

6. Fadila RN, Riono P. Pengaruh Rejimen terhadap Ketidakpatuhan Berobat Tuberkulosis. Berita Kedokteran Masyarakat. 2014;9(2). 

7. Kementerian Kesehatan RI. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan:Riset Operasional Intensifikasi Pemberantasan Penyakit Menular Tahun 1998/1999-2003. Jakarta; 2004. 

8. Abbas A. Penderita TB Paru di Kota Kediri: Analisis Mixed Method Keteraturan Berobat dan Kecepatan Konversi BTS Pengobatan IntensIf. In: Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium. 2018: Berita Kedokteran Masyarakat; 2018. 

9. Widodo. Perilaku Penderita dan Anggota Keluarga dalam upaya Pencegahan Penularan Tuberkulosis di Kelurahan Muktiharjo Lor Semarang. 2003. 

10. Istiawan R, Sahar I, Bachtiar A. Hubungan peran pengawas minum obat oleh keluarga dan petugas kesehatan terhadap pengetahuan, perilaku pencegahan dan kepatuhan klien TBC dalam konteks keperawatan komunitas di Kabupaten Wonosobo. J Keperawatan Soedirman (The Soedirman J Nursing). 2006;1(2). 

11. Erawatyningsih E, Purwanta, Subekti H. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Ketidakpatuhan Berobat Penderita Tuberkulosis Paru. Berita Kedokteran Masyarakat. 2009;25(3). 

12. Novianto DR, Suryoputro A, Widjarnarko B. Pengaruh aplikasi “Remaja Cerdik Mobile” terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Efikasi Diri Remaja Tentang Pencegahan Prediabetes. Berita Kedokteran Masyarakat. 2019;35(8). 

13. Suharna, Rintiswati N. Faktor Resiko Kegagalan Pengobatan Ulang Pasien Tuberkulosis di Yogyakarta. Berita Kedokteran Masyarakat. 2017;33(9). 

14. Fadhilah N, Nuryati E, Duarsa A, Djannatun T, Hadi RS. Perilaku Kader dalam Penemuan Suspek Tuberkulosis. J Kesmas UI. 2014;8(6). 

15. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta; 2007. 

16. Reviono, Sulaeman ES, Murti B. Modal Sosial dan Partisipasi Masyarakat dalam Penemu Penderita Tuberkulosis. J Kesmas UI. 2013;7(11). 

17. Wahyuni CU, Artanti KD. Pelatihan Kader Kesehatan untuk Penemuan Penderita Suspek Tuberkulosis. J Kesmas UI. 2013;8(2).



DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.44981

Article Metrics

Abstract views : 135 | views : 227

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter