PROTECTOR JATEN (PROgram deTEksi dini dan Cegah penyakiT Oleh Remaja Jaten) sebagai upaya peningkatan partisipasi remaja dalam posbindu PTM di dusun Jaten, Yogyakarta

https://doi.org/10.22146/bkm.40592

Yana Yulyana(1*), Octavia Beauty(2), Najiyati Ifa(3)

(1) Gadjah Mada University
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan permasalahan global yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Remaja menjadi kelompok yang rentan karena berada dalam masa perkembangan dan  masa pencarian jati diri serta cenderung melakukan perilaku beresiko. Salah satu upaya penanggulangan PTM adalah dengan pelaksanaan Posbindu PTM. Partisipasi remaja sebagai salah satu kelompok sasaran posbindu masih sangat rendah. Hasil kunjungan pelaksanaan Posbindu PTM di dusun jaten menunjukkan dari 38 peserta hanya ada 5 remaja yang mengikuti kegiatan Posbindu PTM. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta remaja dalam kegiatan Posbindu PTM serta untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi remaja. Metode : Metode yang digunakan dalam kegiatan ini diantaranya adalah 1) Melakukan koordinasi dengan para stakeholder yang ada di Dusun Jaten 2) Melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas 3) Melakukan koordinasi dengan ketua pemuda Dusun Jaten 4) Melakukan diskusi baik secara langsung maupun melalui sosial media (grup whatsApp) dengan para remaja 5) Melakukan sosialisasi permasalahan kesehatan kepada para remaja 6) Pembentukan Posbindu remaja 7) Perekrutan kader posbindu remaja 7) Pelaksanaan sekolah kader sebagai bentuk pelatihan bagi para kader Hasil : Pertama, terbentuknya grup whatsApp  sebagai sarana diskusi bagi para kader remaja. Kedua, terbentuknya kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan Posbindu PTM setiap satu bulan sekali pada pertemuan rutin remaja. Ketiga, terbentuknya kader remaja posbindu sebanyak 14 orang. Keempat, setelah kegiatan Sekolah Kader terdapat peningkatan pengetahuan kader remaja mengenai PTM dan pelaksanaan Posbindu PTM serta peningkatan keterampilan kader remaja dalam melaksanakan pemeriksaan dalam pelaksanaan Posbindu PTM. Kelima, terbentuknya media edukasi berupa filler yang di rancang, dibuat dan dikembangkan oleh para kader remaja. Kesimpulan :Melibatkan remaja secara aktif serta menjalin kerjasama dengan berbagai pihak efektif dalam meningkatkan partisipasi remaja dalam pelaksanaan posbindu PTM di Dusun Jaten. Para kader remaja perlu terus mendapat pendampingan agar terus mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan serta agar tetap melaksanaan Posbindu Remaja secara rutin.


Keywords


Posbindu PTM; Posbindu Remaja; Remaja; Partisipasi remaja



References

  1. Gunarsa, Y.S.D. 2008. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Jakarta: Gunung Mulia 
  2. Kementrian Kesehatan RI. 2012. Petunjuk Teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), Jakarta 
  3. Laverack, G. 2007. Health Promoting Practice. Open University Press. New York 
  4. Mutiara, I dan Rosyida, 2017. Pelatihan Kader Pembentukan Posyandu Remaja di Dusun Ngentak Bangunjiwo Kasihan Bantul Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 
  5. World Health Organization, 2014. Global Status Report on Noncommunicable Diseases 2014. World Health Organization, Geneva, Switzerland World Health Organization, 2018. Adolescent Developmemnt. http://www.who.int/maternal_child_adolescent/topic/adolescence/development/en/



DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.40592

Article Metrics

Abstract views : 113 | views : 48

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter