Smoke free policy in engineering vocational department of Universitas Gadjah Mada: an implementation research

https://doi.org/10.22146/bkm.40471

Ribia Tutstsintaiyn(1*), Atiq harkati(2), Meia Audinah(3), Zainab Zainab(4)

(1) Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
(4) Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi program advokasi peraturan Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) di Sekolah Vokasi Departemen Teknik Mesin UGM dengan melihat proses, penerimaan (acceptable) dan adopsi (adoption) terhadap program. Method: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara terhadap informan yang meliputi stakeholder, dosen, karyawan dan mahasiswa. Results: Proses penyusunan peraturan dalam program advokasi peraturan Kawasan Tanpa Rokok dapat dikatakan berjalan cukup baik dengan melihat aspek penilaian seperti tanggapan positif dari stakeholder, dosen, karyawan dan mahasiswa selama proses sosialisasi awal dan penyusunan peraturan. Hal tersebut yang memudahkan terbentuknya peraturan KTR dan pemberlakuan peraturan setelahnya. Kemudian setelah peraturan diterapkan, terjadi perubahan pada perilaku merokok mahasiswa yakni bahwa mahasiswa mengurangi perilaku merokok di kampus pada jam aktif meskipun beberapa masi terlihat merokok di pojok kantin tetapi di luar jam aktif kampus yaitu mulai pukul 16.00 WIB keatas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan penerimaan dan dukungan yang positif dan  terhadap keberadaan peraturan KTR. Sebagai bentuk tindak lanjut, stakeholder selaku pengelola akan memasang tanda KTR dilingkungan kampus dan inisiatif untuk menegur apabila ditemui mahasiswa yang merokok dilingkungan kampus pada jam perkuliahan. Kemudian hambatan yang mungkin muncul dalam pemberlakuan peraturan penerapan KTR yang baru adalah lekatnya budaya merokok sebagai perilaku yang sudah ada dan menjadi hal yang biasa, serta keberadaan dosen-dosen perokok yang menjadi alasan mahasiswa untuk tetap dapat merokok di kampus.  Disamping itu, dengan adanya dukungan dan penerimaan positif terhadap peraturan Kawasan Tanpa Asap Rokok yang diberikan oleh stakeholder diharapkan dapat menjadi modal sosial yang penting terhadap adanya peningkatan sikap positif terhadap perilaku merokok dan keberlanjutan peraturan KTR di waktu mendatang. Conclusion: Tercapainya penerimaan (acceptable) dan adopsi (adoption) terhadap program advokasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok dengan diterbitkannya Peraturan Penerapan Kawasan Tanpa Rokok secara khusus di Departemen Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM.


Keywords


kawasan tanpa asap rokok; advokasi; rokok pada mahasiswa



References

  1. Allen, J.A.,Jennifer C. D., Kevin C. D., Annice E. K., James M.N., & Matthew C. F., 2015,. Using Mass Media Campaigns to Reduce Youth Tobacco Use: A Review, American Journal of Health Promotion, 30 (2): pp. 71-82. doi: 10.4278/ajhp.130510-LIT-237
  2. Bartholomew, L.K., Parcel, G.S., Kok, G., & Gottlieb, N.H., 2005, Planning Health Promotion Programs, Jossey-Bass, USA
  3. Bich, N. N., Margaret C., Kelly J., Mike C., & Vu T. H. L., 2016, Students Knowledge and Attitudes Tiwards Smoke-Free Universities: Changes Since Enactment of Vietnamese Tobacco Control Legislation, Asian Pasific Journal of Cancer Prevention, 17. doi: 10.7314/APJCP2016.17.S1.65
  4. Braverman, M. T., Hoogesteger, L. A. & Johnson, J. A., 2015, Predictors of support among students, faculty and staff for a smoke-free university campus, Preventive Medicine. Elsevier Inc., 71, pp. 114–120. doi: 10.1016/j.ypmed.2014.12.018.
  5. Burns, S., Hart, E., Jancey, J., Hallett, J., Crawford, G., & Portsmouth, L., 2016, A cross sectional evaluation of a total smoking ban at a large Australian university, BMC Research Notes. BioMed Central, 9 (288), pp. 1–9. doi: 10.1186/s13104-016-2090-7.
  6. Cooper, T. V., Cabriales, J. A., Hernandez, N., & Law, J., 2016, A baseline assessment of attitudes toward tobacco free campus policies in a U.S./México border university, Addictive Behaviors. Elsevier B. V., 60, pp. 223–227. doi: 10.1016/j.addbeh.2016.04.023.
  7. Dignan, M.B., & Carr, P.A., 1992, Program Planning for Health Education and Promotion Second Edition., Pennsylvania, USA.
  8. Fertman, C. I., & Allensworth, D.D., 2010, Health Promotion Programs: from theory to practice. Wiley. San Fransisco.
  9. L˝orincz,E. A., Paulik, E., Szaboa, B., Foley, K., & Gasparik, A. I., 2018, Adolescent smoking and the social capital of local communitiesin three counties in Romania. Gac Sanit. 1628, doi: 0.1016/j.gaceta.2018.05.009
  10. Seo, D. C. et al., 2011, The effect of a smoke-free campus policy on college students’ smoking behaviors and attitudes, Preventive Medicine, Elsevier Inc., 53 (4–5), pp. 347–352. doi: 10.1016/j.ypmed.2011.07.015.



DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.40471

Article Metrics

Abstract views : 214 | views : 53

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter