Studi kasus penerapan proses asuhan keperawatan spiritual di rumah sakit Islam Faisal Makassar

https://doi.org/10.22146/bkm.38183

Saharuddin Saharuddin(1*), Safrullah Amir(2), Rosmina Rosmina(3)

(1) Program Profesi Ners Institute of Health Science Binawan Jakarta
(2) Program Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UGM
(3) Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Islam Makassar
(*) Corresponding Author

Abstract


Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Dalam pelayanan kesehatan, perawat sebagai petugas kesehatan harus memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan spiritual. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang mempunyai intesitas dan interaksi paling banyak hendaknya mampu memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien secara holistik dengan mengintegrasikan aspek biologis (fisiologis), psikologis, sosiologis, kultural, dan spiritual. Penelitian ini dikembangkan untuk mengobservasi implementasi model keperawatan spiritual di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Berdasarkan batasan populasi terjangkau yang ditetapkan, sebanyak 9 informan yang terdiri atas kepala perawat, kepala ruangan, perawat pelaksana, dan ustadz diobservasi dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Pemilihan sampel penelitian ditentukan secara purposive dengan metode snowball sampling dengan mewawancarai informan hingga informasi dianggap telah tersaturasi. Hasil in-depth interview dalam verbatim diuji validitas dan realibilitasnya menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik content analisys, yaitu teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha untuk menentukan karakteristik pesan secara objektif dan sistematis, kemudian diinterprestasikan dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan proses pengkajian keperawatan spiritual terhadap pasien tidak diidentifikasi oleh perawat pelaksana. Pada tahap diagnosa, asuhan keperawatan spiritual belum ditegakkan dan didokumentasikan secara maksimal.Dalam tatanan intervensi, keperawatan spiritual belum maksimal disebabkan keterbatasan pengetahuan dari perawat. Hal ini berimbas pada implementasi keperawatan spiritual yang belum menyeluruh baik dari aspek psikomotor maupun dokumentasi. Lebih lanjut, proses asuhan keperawatan spiritual yang tidak berjalan optimal pada proses sebelumnya menyebabkan sulitnya mengevaluasi keberhasilan asuhan keperawatan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi proses asuhan keperawatan spiritual di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar telah mengadopsi 5 tahapan yang meliputi pengkajian spiritual, diagnosis spiritual, perencanaan spiritual, implementasi spiritual, dan evaluasi spiritual. Meskipun demikian, pelaksanaan model keperawatan spiritual tersebut belum berjalan optimal.


Keywords


asuhan keperawatan; model pelayanan; spiritual




DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.38183

Article Metrics

Abstract views : 3736

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter