Gerakan Organisasi Filantropi pada Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak saat Banjir Bandung Selatan Tahun 2014-2016

https://doi.org/10.22146/bkm.37000

Nurlienda Hasanah(1*)

(1) UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Pendahuluan: Kematian bayi akibat diare merupakan kasus tertinggi pada situasi bencana. Pemberian makan bayi dan anak (PMBA) berperan dalam mengatasi hal tersebut.

Tujuan: Untuk menggambarkan gerakan organisasi filantropi dalam pemberian makan bayi dan anak, penyintas Banjir Bandung Selatan.

Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dan desain studi kasus. Penelitian ini mengulas partisipasi organisasi filantropi pada pemberian makan bayi dan anak pasca bencana banjir di Bandung Selatan Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitin ini disajikan dalam bentuk naratif.

Hasil: Terdapat tiga organisasi filantropi yang berpartisipasi pada pemberian makan bayi dan anak pasca bencana banjir di Bandung Selatan yaitu Kidzsmile Foundation, Dompet Dhuafa dan Healthy Homemade Baby Food (HHBF). Organisasi tersebut berperan membantu penyintas berupa meningkatkan kesadaran masyarakat, menyediakan makanan lokal yang sesuai untuk makanan bayi dan anak, konseling menyusui dan pendidikan gizi. Salah satu organisasi (Kidzsmile Foundation) juga  mengembangkan jaringan dan melakukan advokasi pada Forum Pengurangan Risiko Bencana Jawa Barat (FPRB) terkait pemberian makan bayi dan anak saat banjir guna menghasilkan kebijakan PMBA bagi organisasi-organisasi filantropi. FPRB Jabar berperan penting dalam koordinasi dan distribusi pengganti ASI (breast-milk subtitutes) bagi penyintas saat terjadi bencana. Organisasi filantropi menjadi wadah masyarakat untuk menjembatani adanya gap dalam penanganan penyintas pasca bencana. Pedoman kegiatan gizi dalam penanggulangan bencana belum optimal. Sehingga keterlibatan sektor pemerintah terkait PMBA perlu mendapatkan perhatian serius.

Kesimpulan: Koordinasi organisasi filantropi dan sektor pemerintah berperan penting dalam mempromosikan praktik pemberian makan bayi dan anak pada situasi bencana.


Keywords


Pemberian Makan Bayi dan Anak; Situasi Bencana; Bencana Banjir; LSM



References

Aitsi-Selmi, Amina and Virginia Murray. 2015. The Sendai Framework: Disaster Risk Reduction through a Health Lens. Bulletin of the World Health Organization 2015;93:362. doi: http://dx.doi.org/10.2471/BLT.15.157362

Hipgrave, David B et al. 2010. Donated Breast milk Substitutes and Incidence of Diarrhoea among Infants and Young Children after The May 2006 Earthquake in Yogyakarta and Central Java. Public Health Nutrition: 15(2), pp. 307–315.

IFE Core Group [WHO, UNICEF, UNHCR, WFP, IBFAN-GIFA, CARE USA, Foundation Terre des hommes and the Emergency Nutrition Network (ENN)]. 2007. Infant and young child feeding in emergencies (Version 2.1). Operational Guidance for Emergency

Relief Staff and Policy-Makers.

UNICEF. 2016. From the first hour of life, Making the Case for Improved Infant and Young Child Feeding Everywhere. New York, USA.

Wuehler Sara E. and Djasndibye Nadjilem. 2011. Situational Analysis of Infant and Young Child Nutrition Policies and Programmatic Activities in Chad. Maternal and Child Nutrition (2011), 7 (Suppl. 1), pp. 63–82.



DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.37000

Article Metrics

Abstract views : 142

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter