Need for stricter control of waste disposal in small scale industry: a case from community based batik production in Indonesia

https://doi.org/10.22146/bkm.26284

Rofiatun Rofiatun(1*), Vena Jaladara(2), Mubasysyir Hasanbasri(3)

(1) Akademi Fisioterapi YAB, Yogyakarta
(2) Department of Health Behavior, Environment and Social Medicine, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada
(3) Department of Biostatistics, Epidemiology and Population Health, Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


 

Introduction. Monitoring of chemical wastes from informal sector is often weak due to government policy to create jobs to unemployed people.  With the increasing growth of informal sector, activists have concerned about the future negative impact of current unmanaged waste disposal coming from community based home industry. Purpose. This study used home-based batik production to explore the reasons underlying government “no actions” on informal industry waste management. Method: Informants came from 15 respondents representing the business owners, workers, craftsmen groups and local government institutions. Result: This case study showed that chemical waste from batik making process was disposed around residential areas. The  workers had no attention as to whether the chemicals they dispose will have adverse effect to their environment and health in the future. This case was contrary to our expectation in having stronger environmental monitoring. Overseeing unit, used to be at the district level, was delegated to the one at sub-district level, which made local officer less independent when dealing with income interests of their own people and weakened public health protection to the people. Conclusion: This case study was consistent with “no action” argument that favor income opportunity and put health concern as low priority. This condition bring up urgent discussion as to whether waste disposal regulation from small scale industries should be in place, in particular when people living around the small scale industry watch daily  damages to their surrounding environment.

Keywords: safety practice; environmental literacy; batis waste disposal; smal

Kebutuhan pengawasan yang lebih kuat dalam pembuangan limbah di industri skala kecil berbasis masyarakat: studi kasus dari produksi batik berbasis komunitas di Indonesia

Tujuan: Pengawasan lingkungan di sektor industri informal sering lemah karena pemerintah menganggap penduduk memerlukan industri untuk memperoleh pendapatan dan karena itu memaklumi dampak buruk dari pengelolaan limbah industri rumah tangga. Dengan perkembangan industri yang makin pesat, jika pengawasan lingkungan tidak dilakukan sekarang, maka limbah akan berdampak serius pada penduduk di lingkungan sekitar industri rumah tangga. Hasil Penelitian ini mengeksplorasi alasan-alasan praktik pembuangan limbah industri informal masih belum mendapat perhatian di kalangan otoritas public health, yang seharusnya bertanggung jawab untuk melindungi penduduk dari berbagai potensi bahaya kimia dalam lingkungan  pemukiman akibat industri informal. Metode: Informan berasal dari  15 orang yang merepresentasi pengusaha batik, pekerja batik, kelompok pengrajin batik dan pemerintah daerah. Penelitian ini disetujui komisi etik Fakultas Kedokteran UGM. Hasil: Penelitian ini menunjukkan limbah dari proses pembatikan dibuang begitu bebas di sekitar pemukiman penduduk. Pekerja industri tidak memperhatikan apakah bahan kimia yang mereka buang akan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan mereka di kemudian hari. Berbeda dari dorongan penguatan dalam pengawasan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh industri kecil, otoritas pengawasan yang dulu berada di tingkat kabupaten justru diberikan pada tingkat kecamatan, yang membuat makin tidak independen ketika berurusan dengan kepentingan ekonomi, yang memperburuk perlindungan public health untuk penduduk sekitar. Situasi itu makin memaklumi jika industri kecil perlu memiliki standar dalam pembuangan limbah di lingkungan penduduk sekitar. Simpulan: Penelitian ini konsisten dengan argumen permissiveness dari kepentingan ekonomi versus kesehatan. Kondisi ini harus menjadi pertimbangan utama untuk memperkuat sistem regulasi industri informal ketika lingkungan di wilayah pemukiman penduduk menjadi tercemar dan tidak terkendali.  


Keywords


waste from informal industry; small scale batik making industry; environmental regulation in community residence; permissiveness; income opportunity versus health; political economy of health; indonesia




DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.26284

Article Metrics

Abstract views : 337

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter