Sebaran spasial-temporal kasus malaria berdasarkan kecepatan angin dan kelembapan di Kabupaten Kulon Progo DIY

https://doi.org/10.22146/bkm.26179

Nilasari Nilasari(1*), Lutfan Lazuardi(2)

(1) Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada,
(*) Corresponding Author

Abstract


Spatial-temporal distribution of malaria cases based on wind speed and humidity in Kulon Progo Regency of DIY

Purpose

The purpose of this study was to determine the correlation of weather variables (humidity and wind flow velocity) in 2005-2015.

Methods

This secondary data study used 1439 cases of malaria and weather data for 11 years. The re­search design was an ecologi­cal study, with analysis using time/series graph and bivariate analysis.

Results

Statistical analysis showed that the vari­ables significantly related to the distribution of malaria cases were wind flow velocity lag 0, wind flow velocity speed lag 1, wind flow velocity lag 2, wind flow velocity lag 3. The humid­ity was not statistically related to the distribution of malaria cases.

Conclusion

There was a relation­ship between wind speed up to three months earlier, while the humidity was not related to the spread of malaria cases. Kulon Progo Dis­trict Health Office needs cross-sectoral cooperation with other agencies, and malaria control programs need to pay attention to weather patterns in order to decrease morbidity and mortality due to malaria.


Keywords


malaria; humidity; wind velocity; Yogyakarta; Kulon Progo

Full Text:

PDF


References

  1. CDC. Malaria. Centers for Disease Control and Prevention; 2016.
  2. Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Profil Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tahun 2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2015.
  3. Sucipto, C. D. Manual Lengkap Malaria. Yogyakarta: Gosyen Publishing; 2015.
  4. WHO. World Malaria Report 2015, World Health Organization, Geneva, Switzerland; 2015.
  5. Pokja Sanitasi Kabupaten Kulon Progo. Buku Putih Sanitasi Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Pokja Sanitasi Kabupaten Kulon Progo; 2012.
  6. Dinas Kesehatan Kulon Progo. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Tahun 2016.Yogyakarta: Dinas Kesehatan Kulon Progo; 2016.
  7. Dinas Kesehatan, DIY. Profil Kesehatan D.I Yogyakarta Tahun 2015. Yogyakarta: Dinas Kesehatan, DIY; 2015.
  8. Harijanto P.N., Nugroho, A., Gunawan, C.A., Malaria dari Molekuler ke Klinis, Ed.2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2009.
  9. Achmadi, U.F. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. Jakarta: UI Press; 2010.
  10. Chandra, B. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2005.
  11. Dahlan, M. s. Mendiagnosis dan Menata Laksana 13 Penyakit Statistik. Jakarta: Sagung seto; 2010.
  12. Arsin, A. Pola Spasial Kasus Malaria dengan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Halmahera Tengah 2008. Jurnal Masyarakat Epidemiologi Indonesia; 2008 1(2).
  13. Mardiana., Musadad, D. A. Insiden Malaria di Kabupaten Bintan Kepulauan Riau dan Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah.Jurnal Ekologi Kesehatan; 2012 11(1).
  14. Santjaka, A. Malaria Pendekatan Model Kausalitas. Yogyakarta: Nuha Medika; 2013.
  15. Sunarsih, E. Nurjazuli, Sulistiyani. Faktor Risiko Lingkungan dan Perilaku Yang Berkaitan dengan Kejadian Malaria di Pangkalbalam Pangkalpinang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia; 2009 8 (1).
  16. Mofu, R. M., Hubungan Lingkungan Fisik , Kimia dan Biologi dengan Kepadatan Vektor Anopheles di Wilayah Kerja Puskesmas Hamadi Kota Jayapura..Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia; 2013 12(2).
  17. Lubis, H. S. and Boy, E. Gambaran Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Kejadian Malaria di Desa Telagah Kecamatan Namu Kabupaten Langkat Tahun 2016.pp. 13–21.
  18. Arifianto, R., Studi Bionomik Nyamuk Anopheles Sundaicus Rodenwaldt di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo. Jember: Digital Repository Universitas Jember; 2015
  19. Hakim, L., Ipa, M. Sistem Kewaspadaan Dini KLB Malaria berdasarkan Curah Hujan, Kepadatan Vektor dan Kesakitan Malaria di Kabupaten Sukabumi. XVII, pp. 34–40; 2007.
  20. Rahman, A., Kogan, F., Roytman, L., Goldberg, M. and Guo, W. Modelling and Prediction of Malaria Vector Distribution in Bangladesh From Remote-Sensing Data.International Journal of Remot Sensing; 2011.



DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.26179

Article Metrics

Abstract views : 419 | views : 743

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments




Copyright (c) 2017 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter