Sikap, beban kerja dan kelelahan kerja pada pekerja pabrik produksi aluminium di Yogyakarta

https://doi.org/10.22146/bkm.16865

Bambang Hermawan(1*), Soebijanto Soebijanto(2), Widodo Haryono(3)

(1) Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada
(3) Department of Health Behavior, Environment and Social Medicine Faculty of Medicine Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Attitude, workload and fatigue among aluminum production factory workers in Yogyakarta

Purpose

This study aimed to determine the effect of age, occupation, nutritional status, sleep duration, smoking habit of work attitude and work load to work fatigue on factory workers of "SP" alumunium unit of Yogyakarta.

Methods

This research was an observational analytic study using a cross-sectional design. The population was 153 people. The sample was taken based on the total sampling on the production unit of the Alumunium "SP" factory. Data were analyzed by using univariate, bivariate, and multivariate analyses.

Results

This study found age to increase risk factors for work fatigue (OR = 2.52). The period of work is another risk factor that affects work fatigue (OR=2.36). Work attitudes and workload are also risk factors for work fatigue (OR=2.4 and OR=3.18). Meanwhile, nutritional status, sleep duration and smoking are not risk factors for work fatigue. Multivariate analysis showed that the most influencing variable of work fatigue was work attitude (p-value=0.022) with risk level 3 times greater in work attitude of weight category and age p-value=0.019 with risk level 3 times greater in people aged > 35 years.

Conclusion

We found that work attitudes, workload, age, length of service, sleep duration can affect work fatigue while nutritional status and smoking habits had no effect on work fatigue.


Keywords


workload; individual factors; fatigue; work attitude



References

  1. Bukhori E. Hubungan faktor risiko pekerjaan dengan terjadinya keluhan musculokeletal disorders (MSDs) pada tukang angkut beban penambang emsa di kecematan cilograng kabupaten lebak Banten tahun 2010.
  2. Tarwaka SH, Sudiajeng L. Ergonomi untuk keselamatan, kesehatan kerja dan produktivitas. UNIBA, Surakarta. 2004.
  3. Silastuti, A. Hubungan antara Kelelahan dengan Produktivitas Tenaga Kerja di Bagian Penjahitan PT Bengawan Solo Garment Indonesia. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang; 2006.
  4. Sutajaya, I.M., Ristiati, N.P. Perbaikan Kondisi Kerja Berbasis Kearifan Lokal Yang Relevan Dengan Konsep Ergonomi Untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Dan Produktivitas Pematung di Desa Peliatan Ubud Gianyar. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Sains Dan Humaniora; 2011 Vol. 5 (3), hal. 259-270.
  5. Nurmianto, E. Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya Edisi Kedua. Surabaya: Guna Widya. 2004.
  6. Setyawati. Handout, PAK Hiperkes. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. 2002.
  7. Susihono W, Prasetyo W. Perbaikan postur kerja untuk mengurangi keluhan muskuloskeletal dengan pendekatan metode owas (Studi Kasus Di UD. Rizki Ragil Jaya–Kota Cilegon). Spektrum Industri. 2012 Apr 1;10(1).
  8. Arief, A., Erzeddin, A., Zikra. Pengaruh Stasiun Kerja Terhadap Kelelahan dan Waktu Kerja Mekanik Sepeda Motor di Kotamadya Padang. Prosiding Seminar Nasional “Keselamatan Dan Kesehatan Kerja”. Univeristas Gadjah Mada, hal.173-179. 2013.
  9. Sari WN. Hubungan antara Sikap Kerja Duduk dengan Keluhan Subyektif Nyeri Punggung Bawah pada Pekerja Pembuat Terasi di Tambak Rejo Tanjung Mas Semarang. Unnes Journal of Public Health. 2013;2(2).
  10. Mariyam S, Pertiwi KR. Faktor Determinan Tingkat Stres Dan Kelelahan Kerja Karyawan Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal Sains Dasar. 2015;4(2):114-21.
  11. Manuaba, A. Penerapan Ergonomi Meningkatkan Produktivitas. Makalah Denpasar: Universitas Udayana. 2000.
  12. Tarwaka SH, Sudiajeng L. Ergonomi untuk keselamatan, kesehatan kerja dan produktivitas. UNIBA, Surakarta. 2004.
  13. Ihsan T, Salami IR. Hubungan Antara Bahaya Fisik Lingkungan Kerja dan Beban Kerja Dengan Tingkat Kelelahan Pada Pekerja Di Divisi Stamping PT. X Indonesia. Jurnal Dampak. 2015 Jan 1;12(1):10-6.
  14. Wati, M.M., Hariyono, W. Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Karyawan Laundry Di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta. Jurnal Kesmas UAD; 2011 Vol. 5 (3), 162-232.
  15. Dorrian J, Baulk SD, Dawson D. Work hours, workload, sleep and fatigue in Australian Rail Industry employees. Applied ergonomics. 2011 Jan 1;42(2):202-9.
  16. Rambulangi, C.J. Hubungan Antara Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja Pegawai Badan Pertanahan Nasional Tingkat II Samarinda. Psikoborneo; 2016 Vol. 4 (2), hal. 292-300.
  17. Suma'mur, P.K. Ergonomi Untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: CV. Haji Masagung; 1989.
  18. Setyawati L. Selintas tentang kelelahan kerja. Yogyakarta: Amara Books. 2010.
  19. Winwood PC, Lushington K, Winefield AH. The contribution of age, domestic responsibilities and shiftwork to work-related fatigue and recovery within a sample of full-time Australian nurses. Journal of Advanced Nursing. 2006;56(4):438-49.
  20. Hallowell, M.R. Worker Safety. Worker Fatigue. Managing Concerns In Rapid Renewal Highway Construction Project. The American Society Of Safety Engineers. 2010. Diakses Melalui Www.Assse.Org/Professionalsafety Pada Tanggal 15 September 2016.
  21. Kocalevent RD, Hinz A, Brähler E, Klapp BF. Determinants of fatigue and stress. BMC research notes. 2011 Dec;4(1):238.
  22. Bonder, B.R., Haas. V.D.B. Functional Performance in Older Adults. David Company. Philadelphia; 2009.
  23. Elia, K. P., Josephus, J., Tucunan, A. T. Hubungan Antara Kelelahan Kerja Dan Masa Kerja Dengan Produktivitas Kerja Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Di Pelabuhan Bitung. Jurnal Ilmiah Farmasi; 2009 Vol. 5 (2), hal. 107-113.
  24. Langgar DP, Setyawati VA. Hubungan antara asupan gizi dan status gizi dengan kelelahan kerja pada karyawan perusahaan Tahu Baxo Bu Pudji Di Unggaran Tahun 2014. Jurnal FKM Dian Nuswantoro Semarang. Diakses. 2014;16:03-15.
  25. Mentari A, Kalsum SA. Hubungan Karakteristik Pekerja dan Cara Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pemanen Kelapa Sawit di PT. Perkebunan Nusantara IV (PERSERO) Unit Usaha Adolina: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Medan. 2012.
  26. Robbins, S.P. Organizational Behavior: Concepts, Controversies, Applications. New Jersey: Prentice-Hall, Inc;
  27. Setyowati DL, Shaluhiyah Z, Widjasena B. Penyebab Kelelahan Kerja pada Pekerja Mebel. Kesmas: National Public Health Journal. 2014 May 1;8(8):386-92.
  28. Triyunita, N., Ekawati., Daru, L. Hubungan Beban Kerja Fisik, Kebisingan Dan Faktor Individu dengan Kelelahan Pekerja Bagian Weaving Pt.X Batang. Jurnal Kesehatan Masyarakat; 2013 Vol. 2 (2).
  29. Ramayanti R. Analisis Hubungan Status Gizi Dan Iklim Kerja Dengan Kelelahan Kerja Di Catering Hikmah Food Surabaya. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health. 2017 Mar 16;4(2):177-86. 
  30. Chesnal H, Raitu AJ, Lampus BS. Hubungan antara Umur, Jenis Kelamin, dan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja pada Tenaga Kerja di Bagian Produksi PT. Putra Karangetang Popontelen Minahasa Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2012:12-5.
  31. Nainggolan, R.S.D. Hubungan Beban Kerja Dan Karakteristik Tenaga Kerja Dengan Kelelahan Pada Tempat Kerja Yang Bertekanan Panas (Studi Di Industri Roti Di Kabupaten Jepara). Tesis. Univeritas Diponegoro. Semarang; 2010.
  32. Rahayu, R.N.B. Pengaruh Metode 5As Terhadap Sikap Rokok. Tesis. Universitas Sebelas Maret; 2010.
  33. Weingarten TN, Vincent A, Luedtke CA, Beebe TJ, Welch TL, Chong EY, Schroeder DR, Warner DO. The perception of female smokers with fibromyalgia on the effects of smoking on fibromyalgia symptoms. Pain Practice. 2016 Nov 1;16(8):1054-63. 
  34. Ridwansyah., Nurbeti, M., Sunarto. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan pada Lanjut Usia di Desa Umbulmartani, Sleman Tahun 2015. JKKI; 2015 Vol. 6 (4), hal. 188-197.
  35. Gaghiwu, L., Josephus, J., Rompas, R.M. Analisis Beberapa Faktor Penyebab Kelelahan Kerja Pada Tenaga Bongkar Buat Di Pelabuhan Samudera Bitung. Paradigma, Vol. 4 (1); 2016, hal. 59-70.
  36. Tayyari. F., Smith. J.L. Occupational Ergonomics: Principles and Applications. Chaman & Hall. London; 1997.
  37. Diani, A.W. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecenderungan Kesulitan Tidur Pada Mahasiswa yang Menyusun Skripsi. Tesis. Surabaya: UIN Sunan Ampel; 2014.
  38. Wulandari. I. N.,Adiputra. L.M.I.S.H., Hubungan Gangguan Tidur Dengan Kelelahan Pada Sistem Kerja Bergilir (Shift) Malam Terhadap Karyawan Minimarket 24 Jam Di Kota Denpasar. The Indonesian Journal Of Ergonomic; 2015 Volume 1, No 1, 2015 Hal 51-60.
  39. Hamaguchi, M., Kawahito, Y., Takeda, N., Kato, T., Kojima, T. Characteristics Of Chronic Fatigue Syndrom In Japanese Community Population; Chronic Fatigue Syndrome In Japan. Clin Rheumatol; 2011 Vol. 30 (7), pp. 895- 906.
  40. Rose M, Giray N. Universal fatigue management strategies. Sleep Medicine Clinics. 2013 Jun 1;8(2):255-63.
  41. Yogisutanti G, Kusnanto H, Setyawati L, Otsuka Y. Kebiasaan Makan Pagi, Lama Tidur dan Kelelahan Kerja (Fatigue) Pada Dosen. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2013;9(1):53-7.
  42. Richter K, Acker J, Adam S, Niklewski G. Prevention of fatigue and insomnia in shift workers—a review of non-pharmacological measures. EPMA journal. 2016 Dec 1;7(1):16.

 



DOI: https://doi.org/10.22146/bkm.16865

Article Metrics

Abstract views : 4937 | views : 1612

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Berita Kedokteran Masyarakat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Berita Kedokteran Masyarakat ISSN 0215-1936 (PRINT), ISSN: 2614-8412 (ONLINE).

Indexed by:


Web
Analytics Visitor Counter