Manajemen Akhir Hayat Pasien Sakit Kritis Di ICU COVID-19

  • Bowo Adiyanto Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Untung Widodo Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Agung Diky Hernawan Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Kata Kunci: COVID-19, Intensive Care Unit, pasien kritis, perawatan akhir hayat

Abstrak

Keadaan akhir hayat ditunjukkan dengan adanya tanda-tanda kematian batang otak dan kegagalan fungsional berupa kegagalan usaha nafas yang menetap pada pasien yang dapat menyebabkan kematian pada hari ke-5 perawatan. Dokter menjelaskan tentang kondisi akhir hayat pasien berupa tanda-tanda kematian batang otak, prognosis dan kemungkinan yang akan terjadi, dan keputusan yang harus diambil keluarga mengenai keadaan akhir hayat pada pasien. Keluarga memutuskan menerima kondisi pasien, meminta untuk meneruskan bantuan yang sekarang diberikan, namun tidak melakukan pertolongan lanjut jika kondisi memburuk. Rohaniwan melakukan pendampingan berupa bimbingan rohani, konseling spiritual akhir hayat, bimbingan ibadah, dan doa untuk pasien. Belum ada komunikasi yang intensif antara tim medis tentang kondisi akhir hayat pada pasien. Pendampingan dilakukan sampai saat kematian dengan mengundang keluarga, tidak melakukan resusitasi jantung paru sesuai permintaan keluarga dan menyatakan kematian pasien di hadapan keluarga.

Diterbitkan
2023-06-22
Bagaimana cara mengutip
Adiyanto, B., Widodo, U., & Hernawan, A. D. (2023). Manajemen Akhir Hayat Pasien Sakit Kritis Di ICU COVID-19. Jurnal Komplikasi Anestesi, 9(1), 1-9. https://doi.org/10.22146/jka.v9i1.8654
Bagian
Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2