REALITAS POLITIK PADA ERA RESTORASI MEIJI DALAM NOVEL HANAUZUMI

https://doi.org/10.22146/poetika.40140

Intannia Cahyasari(1), Anwar Efendi(2*)

(1) Program Pascasarjana - Universitas Negeri Yogyakarta
(2) Fakultas Bahasa dan Seni - Universitas Negeri Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Hanauzumi adalah salah satu bentuk genre karya sastra berupa novel yang menjelaskan perjuangan dan perlawanan Ginko Ogino sebagai tokoh utama perempuan dalam upayanya memenuhi hak-haknya selama era Restorasi Meiji. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan mendeskripsikan wujud realitas politik pada masa pemerintahan Meiji yang banyak dialami tokoh utama, dengan pendekatan Analisis Isi yang terkandung di dalam novel Hanauzumi. Hegemoni kekuasaan yang terjadi pada zaman pemerintahan Shogun tercermin dari praktik politik yang dijalankan dengan menutup Jepang dari pengaruh dunia luar untuk melanggengkan kekuasaannya. Pemerintahan Shogun pada akhirnya tidak bisa mempertahankan kekuasaannya karena dihadapkan dengan kemajuan zaman yang terus berubah. Kemudian muncul era Restorasi Meiji, yaitu diadopsinya pemikiran-pemikiran Barat melalui kebijakan modernisasi negara oleh pemerintah Jepang dengan meniru secara besar-besaran apa yang dilakukan oleh negara Barat dalam membangun negara. Benturan-benturan terkait dengan realita politik pada masa inilah yang sering dialami oleh tokoh utama novel ketika dia berupaya memperoleh hak-haknya sebagai perempuan dan warga negara.


Keywords


politik, restorasi meiji, hak perempuan, novel

Full Text:

PDF


References

Anderson, Marnie S. 2013. Women and Political Life in Meiji Japan : The Case of the Okayoma joshi konshinkai (Okayoma Women’s Friendship Society). US-Japan Women Journal, 44 no.1:43-66.

Brown, Alexander D.2005. Meiji Japan : A Unique Technological Experience? Student Economic Review, vol.19:71-83.

Bruce, Alix. 2014. Steel Chrysanthemums: Feminism and Nationalist Rhetoric in Meiji Japan. Student Research and Creative Works, 2014:1-38.

Budiardjo, Miriam. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT GramediaPustaka Utama.

Cahyasari, Intan. (2017). Kekuatan Memori dan Ke(tidak)mungkinan Pengampunan dalam Novel Hanauzumi Karya Jun’ichi Watanabe. Jurnal Poetika, Vol.V, No.2, 2017: 68-81.

Dubey, Arjun. Literature and Society. IOSR Journal of Humanities and Social Science (IOSR-JHSS), 9(6). 84-85.

Jacob, Frank. 2015. The Alteration of the Image – Woman and Japanese Society (1600-2000). City University of New York (CUNY) Academic Works.

Josephson, Jason A. 2011. The Invention of Japanese Religion. Religion Compas, 5/10: 589-597.

Kiguchi, Junko. 2005. Japanese Women’s Rights at the Meiji Era. The 37th World Congress of The International Institute of Sociology.

Kim, Dong-Won. 2005. On Morris Low’s Building a Modern Japan : Science, Technology, and Medicine in Meiji Era and Beyond. East Asian Science, Technology and Society in International Journal, 1:255-258.

Nosco, Peter. 2007. The Experiences of Christians During the Underground Years and Thereafter. Japanese Journal of Religious Studies, 34/1:85-97.

Ogundokun, Sikiru, A. 2013. Literature and Society: A New Reading of Sembene Ousmane’s Le Mandat. Journal of Studies in Social Sciences, 5(1). 120-134.

Ong, Susy.2017. Seikatsu Kaizen. Jakarta, Penerbit PT. Elek Media Komputindo.

Patessio, Mara. 2001. Iratsume and Journals for Women in the Early Meiji Period. Proceeding of a Postgraduate Research Seminar in Japanese Studies, Oxford Brookes University, UK.

Patria, Nezar dan Andi Arief. (2009). Antonio Gramsci: Negara & Hegemoni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratna, N.K. (2013). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Saito, Yasuo. 2002. The History of Japan’s Educational development. Japan, JICA.

Sakai, Shizu. 2011. History of Medical Care at Inpatient Facilities in Japan. Japan Medical Association Journal, 54(6):351-356.

Segal, Ethan. 2015. Meiji and Taisho Japan: An Introductory Essay. Center for Asian Studies. Program for Teaching East Asia.

Simon, Roger. (2004). Gagasan-gagasan politik Gramsci. Yogyakarta: Insist & Pustaka Pelajar.

Sumikawa, Shunsuke.1999. The Meiji Restoration: Roots of Modern Japan. Asia 163, work paper:1-18.

Suzuki, Akihito and Suzuki, Mika. 2008. Cholera, Consumer, and Citizenship : Modernization of Medicine in Japan. Working Paper of Medical Modernization in the International Perspective.

Takano, Yayori.2010. Foreign Influence and the Transformation of Early Modern Japan. Emory Endeavors in World History, vol.3:82-93.

Tami, R., Faruk, & Adi, I. R. 2016. Hegemonic Culture and Subaltern A Compromised Veil in Indonesian Islamic Popular Novel. Lingua Cultura, 11(1). 13-18.

Walsh, Anthony. 2009. Economies of Excrement : Public Health and Urban Planning in Meiji Japan. Historical Perspectives : Santa Clara University Undergraduate Journal of History, Series II: vol.14, article 9.

Watanabe, Jun’ichi. (1970). Hanauzumi. Japan: Shinchousha.

Watanabe, Jun’ichi. (2012). Ginko. Jakarta: Serambi Cerita Utama

Watanabe, Yoko. 2011. Woman, Work, and Education in Modern Japan. Lifelong education and libraries, 11:25-56.

Whitebrook, Maureen. 1995. Politics and Literature. Political Studies Association, Vol. 15, No. 1.



DOI: https://doi.org/10.22146/poetika.40140

Article Metrics

Abstract views : 167 | views : 99

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal POETIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Poetika : Jurnal Ilmu Sastra Indexed by:

Indonesia One SearchGoogle ScholarIndonesian Publication Index (IPI)Crossref 

Registered number ISSN 2338-5383 (print) ; 2503-4642 (online)


supervised by 

 

free
web stats View My Stats