Crown lengthening disertai perawatan saluran akar dengan restorasi pasak parallel self threading dan mahkota penuh fusi metal

https://doi.org/10.22146/mkgk.65724

Ilma Yudistian(1*), Tri Endra Untara(2)

(1) Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(2) Departemen Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Mahkota klinis pendek menimbulkan permasalahan pembuatan restorasi mahkota kurang adekuat sehingga perlu dilakukan tindakan operatif, disebut fungsional crown lengthening. Tujuan laporan kasus ini untuk menginformasikan hasil perawatan crown lengthening agar didapat ferrule effect untuk restorasi mahkota penuh porselin fusi metal disertai pasak radix anchor. Pasien laki-laki 17 tahun datang ke RSGM UGM Prof. Soedomo untuk menambalkan gigi belakang kanan bawah berlubang dengan riwayat sakit spontan, saat datang tidak sakit. Pemeriksaan klinis, gigi 45 nekrosis, kavitas permukaan distal subgingiva. Radiograf menunjukkan kavitas mencapai pulpa, dasarnya hampir sejajar puncak tulang alveolar disertai lesi periapikal. Awalnya, dilakukan crown lengthening pada daerah distal, seminggu setelahnya dilakukan perawatan satu saluran akar multi kunjungan, kemudian dilakukan preparasi dan insersi radix anchor menggunakan semen resin, sekaligus pembuatan core, dilanjutkan preparasi mahkota penuh, kemudian dicetak dengan tehnik double impression. Mahkota penuh PFM diinsersikan dengan semen resin. Hasil evaluasi enam bulan, tidak ada keluhan dari pasien, dan adaptasi tepi restorasi baik. Dengan pemilihan kasus dan diagnosis yang tepat serta prosedur perawatan dan restorasi adekuat maka perawatan saluran akar dapat berhasil dan tahan lama.

Keywords


crown lengthening; mahkota penuh porselin fusi metal; parallel self threading dowel; perawatan saluran akar

Full Text:

PDF


References

Gulabivala K. Restoration of the root-treated tooth. dalam: Stock CJR, Gulabivala K, Walker RT. Endodontics. 3rd ed., Elsevier Mosby, Edinburgh, 2004; 279-305.

Planciunas L, Puriene A, Mackeviciene G. Surgical lengthening of the clinical tooth crown. Baltic Dental and Maxillofacial Journal. 2006; 8(3): 88-95.

Ng CCH, Dumbrigue HB, Al-Bayat MI, Griggs JA, Wakefield CW. Influence of remaining coronal tooth structure location on the fracture resistance of restored endodontically treated anterior teeth. J Prosthet Dent. 2006; 95(4): 290-296.

Cheung W. A review of management of endodontically treated teeth. J Am Dent Assoc. 2005: 611-619.

Ingle Jl, Backland LK. Endodontics Ed 5. London: BC Decker Inc; 2002. 203-210

Dimitriu, Bogdan. Current opinions concerning the restoration of endodontically treated teeth: basic principles. Journal of Medicine and Life. 2009; 2(2): 165-172.

Ricketts DN, Tait CM, Higgins AJ. Post and core systems, refinements to tooth preparation and cementation. Br Dent J. 2005; 198(9): 533-541.

Le Bell AM, Tanner J, Lassila LV, Kangasniemi I, Vallittu P. Bonding of composite resin luting cement to fiber-reinforced composite root canal posts. J Adhes Dent. 2004; 6(4): 319-325.

Sorensen JA, Martinof JT. Clinical significant factor in dowel design. J Prosthet Dent. 1984; 52: 28-35.



DOI: https://doi.org/10.22146/mkgk.65724

Article Metrics

Abstract views : 788 | views : 5678

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Currently, Majalah Kedokteran Gigi Klinik indexed by:


View my stats

site
stats