Perawatan perforasi bifurkasi dengan Mineral Trioxide Aggregate (MTA) dan restorasi resin komposit desain preparasi onlei

https://doi.org/10.22146/mkgk.65722

Enny Yuliati(1), Tunjung Nugraheni(2*)

(1) Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(2) Departemen Konservasi Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Perforasi dapat terjadi karena karies yang dalam, proses resorpsi maupun kejadian iatrogenik pada saat dan setelah perawatan saluran akar. Pemakaian Mineral Trioxide Aggregate (MTA) pada penutupan perforasi furkasi memberikan kerapatan yang lebih baik dibandingkan material penutup yang lain. Studi kasus ini melaporkan penutupan perforasi bifurkasi menggunakan MTA pada perawatan saluran akar gigi molar satu kiri mandibula nekrosis pulpa dilanjutkan restorasi resin komposit kavitas kelas II desain preparasi onlei dan pasak fiber prefabricated. Pasien perempuan berusia 45 tahun datang ke klinik Konservasi RSGM Prof. Soedomo atas rujukan dari puskesmas dengan keluhan ingin merawat gigi belakang kiri bawahnya yang sakit dan bengkak dua minggu yang lalu. Diagnosis kasus ini adalah gigi 36 nekrosis pulpa disertai lesi periapikal dan perforasi bifurkasi. Preparasi saluran akar dengan teknik crown down menggunakan protaper hand use. MTA diaplikasikan diatas area perforasi. Obturasi saluran akar dengan teknik single cone. Enam bulan setelah penutupan perforasi bifurkasi dan perawatan saluran akar, dilanjutkan restorasi resin komposit kavitas kelas II desain preparasi onlei dan pasak fiber prefabricated. Kasus gigi molar satu kiri bawah yang mengalami perforasi bifurkasi dapat disembuhkan dengan penggunaan MTA sebagai bahan penutup perforasi. Evaluasi pasca pengaplikasian MTA dilakukan setelah 6 bulan menunjukkan hasil yang cukup memuaskan dengan ditandai area radiolusensi yang mengecil di bawah bifurkasi dan bagian apikal akar mesial.

Keywords


mineral trioxide aggregate; perforasi bifurkasi; perawatan saluran akar

Full Text:

PDF


References

Bains R, Bains VK, Loomba K, Verma K, Nasir A. Management of pulpal floor perforation and grade II Furcation involvement using mineral trioxide aggregate and platelet rich fibrin: A clinical report. Cont Clin Dent. 2012. 3: S223-S227.

Bakhtiar H, Mirzaei H, Bagheri MR, Fani N, Mashhadiabbas F, Eslaminejad MB, Sharifi D, Nekoofar MH, Dummer PMH. Histologic tissue response to furcation perforation repair using mineral trioxide aggregate or dental pulp stem cells loaded onto treated dentin matrix or tricalcium phosphate. Clin Oral Invest. 2016. doi: 10.1007/s00748-016-1967-0.

Silveira CMM, Sanchez-Ayala A, Lagravere MO, Pilatti GL, Gomes OMM. Repair of furcal perforation with mineral trioxide ggregate: long-term follow-up of 2 cases. www.cda-adc.ca/jcda. 2008. 74: 729-733.

Unal GC, Maden M, Isidan T. Repair of furcal iatrogenic perforation with mineral trioxide aggregate: two years follow-up of two cases. Eur Jou of Dent. 2010. 4: 475-481.

Cohen S & Burns RC. Pathways of the pulp, 8th ed., Mosby, St Louis; 1998. 611-615.

Fridland M & Rosado R. Mineral trioxide aggregate (MTA) solubility and porosity with different water-to-powder ratios. J.Endod. 2003; 29: 814-817.

Holland R, de Souza V, Nery MJ, Otoboni FJA, Bernade PF & Ezan Jr E. Reaction of rat connective tissue of implanted dentin tubes filled with mineral trioxide aggregate of calcium hydroxide. J.Endod. 1999; 25:161-166.

Andelin WE, Shabahang S, Wright K, & Torabinejad M. Identification of hard tissue after experimental pulp capping using dentin sialo-protein (DSP) as a marker. J Endod. 2003; 29: 646-650.

Thomson TS, Berry JE, Somerman MJ, & Kirkwood KL. Cementoblas maintain expression of osteocalcin in the presence of mineral trioxide aggregate. J.Endod. 2003; 29: 407-412.

Koh ET, McDonald F, Pitt Ford TR, & Torabinejad M. Celullar response to mineral trioxide aggregate. J.Endod. 1998; 24: 543-547.

Walker MP, Diliberto A, & Lee C. Effect of setting conditions on mineral trioxide aggregate Flexural strength. J.Endod. 2006; 32: 334-336.

Torabinejad M. Pulp periradicular pathosis, in: Principles and practice of endodontics, Penny Rudolph (ed.), WB Saunders Co., Philadelphia; 2002. 38-39.

Walton RE & Torabinejad M. Prinsip dan praktik ilmu endodonsia (terj.) 3rd ed., Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2008. 350-362.

Grossman LI, Oliet S, & Rio CED. Ilmu endodontik dalam praktek (terj.), 11th ed., Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 1995. 235-239.

Harty FJ. Endodonti klinis (terj.), 3rd ed., Jakarta: Hipokrates; 1993. 137-138.

Robbins JW. Restorations of the endodontically treated tooth. Dent Clin North Am. 2002; 46(2): 367-384.

Sturdevant JR, Lundeen TF, & Sluder TB. Clinical significance of dental anatomy, histology, physiology and occlusion, in: Roberson TM, Heyman HO, & Swift EJ, Sturdevant’s art and science of operative dentistry, Mosby Inc., St Louis; 2002. 32-35.



DOI: https://doi.org/10.22146/mkgk.65722

Article Metrics

Abstract views : 2646 | views : 9431

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Currently, Majalah Kedokteran Gigi Klinik indexed by:


View my stats

site
stats