Perawatan anopthalmic soket dengan protesa mata custom pada pengguna protesa mata ready made yang tidak sesuai

https://doi.org/10.22146/mkgk.64654

Antoni Halim(1*), Haryo Mustiko Dipoyono(2), Murti Indrastuti(3)

(1) Program Studi Prostodonsia, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(2) Departemen Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(3) Departemen Prostodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Laporan kasus ini menjelaskan metode sederhana pembuatan protesa mata custom made dengan bahan akrilik pada pasien wanita berumur 19 tahun yang memiliki keluhan kesulitan untuk melepaskan protesa matanya, ukuran protesa mata yang terlalu besar sehingga merasakan ketegangan otot mata, dan estetik kurang baik. Pemeriksaan objektif pada soket mata pasien tidak ditemukan adanya gambaran peradangan, otot kelopak mata yang sehat
dan kedalaman sulkus yang cukup untuk menahan protesa mata. Tujuan Studi kasus ini menunjukkan perbedaan penggunaan protesa mata custom made dibandingkan protesa mata ready made dalam hal kepercayaan diri dan penerimaan sosial pasien. Rencana perawatan adalah pembuatan protesa mata custom made berbahan akrilik. Bahan dasar akrilik adalah salah satu bahan yang paling banyak digunakan dalam pembuatan protesa mata. Prosedur perawatan dilakukan dengan tahap-tahap yaitu pencetakan daerah sekitar mata dengan sendok cetak
perorangan, pencetakan soket mata dengan sendok cetak mata perorangan dan pengisian hasil cetakan dilakukan dengan 2 tahap. Pembuatan pola malam sklera, mencoba pola malam sklera, pewarnaan sklera, membuat sklera akrilik, mencoba sklera akrilik, dan penentuan lokasi pupil dan diameter iris, pewarnaan iris, pupil dan pembuluh darah pada sklera, penyempurnaan protesa mata, serta insersi protesa mata custom made. Hasil kontrol setelah satu minggu tidak didapati keluhan rasa sakit dan peradangan. Hal ini menunjukkan rehabilitasi defek mata berhasil
dilakukan, ukuran protesa mata yang sesuai dengan mata pasien dan dapat diterima dalam estetika, retensi, dan stabilisasi. Kesimpulan, pasien merasa lebih nyaman menggunakan protesa mata custom made daripada protesa mata ready made. Penggunaan protesa mata dapat meningkatkan kepercayaan diri pasien dan penerimaan sosial terhadap pasien.


Keywords


custom made enukleasi mata; protesa mata custom made; protesa mata ready made ABSTRACT: Anopthalmic socket treatment with custom ocular prosthesis in

Full Text:

PDF


References

1. Yusuf AF, Wibowo JS. Sistem pakar diagnosa penyakit mata pada manusia menggunakan
algoritma C4.5. Proceeding SENDI_U. 2020; 227-32.

2. Lanzara R, Thakur A, Viswambaran M, Khattak A. Fabrication of ocular prothesis
with a digital customization technique: a case report. J Family Med Prim Care. 2019; 8(3):
1239-1242. doi: 10.4103/jfmpc.jfmpc_133_19

3. Sutjipto RG. Protesa mata paska enukleasi dan eviserasi. Media Jurnal Oftalmologi
Indonesia. 2008; 6(2): 69-80.

4. Spaeth GL. Ophthalmic surgery, principles and practice. 3rd ed. Philadelphia: Saunders.
2003. 487-488.

5. Maulinda F. Teknik pembuatan protesa mata custom made akrilik pada pasien retinoblastoma
dengan ukuran soket dangkal dan defek yang kecil. Poltekkes Tanjungkarang: Doctoral
Dissertation; 2019. 4-20.

6. Stewart WB, Carraway JH. Surgery of the eyelid, orbit and lacrimal system. Plastic and
Reconstructive Surgery. 1995; 95(3): 595. doi: 10.1093/oso/9780195340211.001.0001

7. Doshi PJ, Aruna B. Prosthetic management of patient with ocular defect. J Indian Prosthodont
Soc. 2005; 5(1): 37-38. doi: 10.4103/0972-4052.16340


8. Shenoy KK, Nag PVR. Ocular impressions: an overview. J Indian Prosthodont Soc. 2007;
7(1): 5-7. doi: 10.4103/0972-4052.32508


9. Rosalina C, Sugiatno E, Mustiko H. Pembuatan obturator mata pada pasien dengan
kehilangan mata akibat cacat bawaan. Majalah Kedokteran Gigi Indonesia. 2010; 17(1): 35-
38. doi: 10.22146/majkedgiind.16017

10. Waskitho A, Sugiatno E, Ismiyati T. Protesa mata: rehabilitasi pasien. Majalah Kedokteran
Gigi Indonesia. 2013; 20(2): 178-183. doi: 10.22146/majkedgiind.7957

11. Adarsh N, Pradeep S, Suresh BS, Yogesh RB, Rachana KB. Ocular prosthesis made
easy: a case report. International Journal of Dental Clinics. 2011; 3(1).

12. Deacon BS. Orbital implants and ocular prostheses: a comprehensive review. Journal
of Ophthalmic Medical Technology. 2008; 4(2).

13. Brajesh PA, Nivedita MH, Ramesh C, Nagaraj E. Rehabilitation of phthisis bulbi: a case report.
J Clin Diag Res. 2011; 5(8): 1679-1681.


14. Alam MS, Sugavaneswaran M, Arumaikkannu G, Mukherjee B. An innovative method of
ocular prosthesis fabrication by bio-CAD and rapid 3-D printing technology: a pilot
study. Orbit. 2017; 36(4): 223-227. doi: 10.1080/01676830.2017.1287741



DOI: https://doi.org/10.22146/mkgk.64654

Article Metrics

Abstract views : 358 | views : 118

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Currently, Majalah Kedokteran Gigi Klinik indexed by:

site
stats