Pertimbangan penggunaan plat ekspansi pada perawatan ortodontik cekat kasus borderline

https://doi.org/10.22146/mkgk.31982

Endhira Lentik Rousstia(1*), Cendrawasih Andusyana Farmasyanti(2), Kuswahyuning Kuswahyuning(3)

(1) Program Studi Ortodonsia, Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(2) Departemen Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(3) Departemen Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Kasus gigi berjejal di regio anterior kadang membuat keraguan dalam merencanakan perawatan bagi operator dalam melakukan pencabutan, atau disebut sebagai kasus borderline. Tujuan dari pemaparan studi kasus ini adalah untuk mengevaluasi pemilihan pemecahan masalah ruang dengan ekspansi pada kasus borderline. Seorang pasien perempuan usia 22 tahun datang ke klinik ortodonti RSGM Prof. Soedomo dengan keluhan gigi depan atas bawah yang berjejal dan terdapat gigi depan kiri atas yang tumbuh lebih ke belakang. Pasien memiliki maloklusi Angle Klas I dengan hubungan skeletal Klas I bimaksiler retrusif malrelasi deepbite pada gigi 12 11 22 dengan 32 41 42, crossbite 21 dan 31, overjet 1,4 mm, overbite 4 mm serta malposisi gigi individual, berdasarkan diagnosis dan perancangan ketersediaan ruang diputuskan kasus ini termasuk kasus borderline. Pertimbangan perhitungan pont, bukal koridor yang sempit, profil wajah pasien yang baik maka dipilih perawatan ekspansi untuk kebutuhan ruang. Pasien dirawat dengan alat ortodontik cekat teknik straightwire kombinasi alat ekspansi lepasan yang dimulai Desember 2014. Kontrol dilakukan 3 minggu sekali untuk alat ortodontik cekat dan seminggu sekali untuk alat ekspansi, setelah 25x putaran (2x1/4 putaran) alat ekspansi lepasan dilepas dan dilanjutkan hanya dengan alat ortodontik cekat. Setelah sekitar 6 – 7 bulan perawatan ortodontik cekat ini mendapatkan kontak interdigitasi yang baik, overjet overbite normal, dan profil muka cembung normal. Kesimpulan dari studi kasus ini bahwa penggunaan plat ekspansi pada perawatan ortodontik cekat kasus borderline mempunyai hasil yang memuaskan.  

ABSTRACT: Considerations of the use of expansion plate on fixed orthodontic appliance in borderline case. Cases of anterior crowding often makes a hesitation to make a treatment plan for the operator to preform extraction or referred to as a borderline case. The purpose of this case study is to evaluate the selection of this problem solving the case of perimeter arch in borderline case is expansion. A 22 years old patient came to the RSGM Prof. Soedomo orthodontic clinic complained anterior crowding of the upper and lower teeth and left upper front teeth is in a crossbite position. Patient had Angle Class I malocclusion with Class I skeletal relationship bimaxiller retrusive malrelation, deepbite 12 11 22 to 32 41 42, crossbite 21 and 31, overjet of 1.4 mm, overbite 4 mm and malposition of individual teeth. based on diagnosis and upon space availability decided this case including borderline cases. Consideration of the Pont calculation, narrow buccal corridors, good facial profile then selected that expansion for space requirements. Patient was treated with straightwire fixed orthodontic appliance combination removable expansion from December 2014. Control carried out every 3 weeks for fixed orthodontic appliance and once a week to expansion plate, after 25 time activation (2x1/4 turns) removable expansion plate was removed and continued by fixed orthodontic appliance. After 6 – 7 months fixed orthodontic appliance treatment has a good interdigitation contact, normal overbite overjet, and normal convex face profil. Conclusion for this case study is that the use of plate expansion on fixed orthodontic treatment in borderline cases presents a satisfactory result.


Keywords


alat ortodontik cekat, kasus borderline, plat ekspansi, fixed orthodontic aplliance, borderline case, expansion plate

Full Text:

PDF


References

1. Konstantonis D, Anthopoulou C, Makou M. Extraction decision and identification of treatment predictors in Class I malocclusions. Progress in Orthodontics. 2013; 14: 47.

2. Phulari BS. Orthodontics: Principles and Practice, JP Medical Ltd; 2011. 322.

3. Buchin ID. Borderline extraction cases: Facial esthetics and cephalometric criteria as the determinants in the extraction decision. J Clin Orthod. 1971; 5: 481 – 491.

4. English JD, Akyalcin S, Peltomaki T, Litschel K. Mosby’s Orthodontic Review 2nd Edition, Elsevier, Missouri; 2015. 64 – 65.

5. Bhalajhi SI. Orthodontics The Art and Science, Arya Publishing House, New Delhi; 2004. 377.

6. Dhiman S, Maheshwari S. A dilemma in orthodontics: Extractions in borderline cases. J Adv Clin Res Insights. 2015; 2: 36 – 39.

7. Arnett GW, Bergman RT. Facial keys to orthodontic diagnosis and treatment planning. Part I. Am J Orthod Dentofacial Orthop. 1993; 103: 299 – 312.



DOI: https://doi.org/10.22146/mkgk.31982

Article Metrics

Abstract views : 1336 | views : 5058

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Currently, Majalah Kedokteran Gigi Klinik indexed by:

site
stats