Pemetaan mobilitas penduduk di kawasan pinggiran Kota Bandung

https://doi.org/10.22146/mgi.70636

Lili Somantri(1*)

(1) Program Studi Sains Informasi Geografi, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak   Tingginya mobilitas penduduk dari kawasan pinggiran ke pusat kota menimbukan beberapa dampak negatif yakni kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan lain-lain Upaya penanggulangan mobilitas dapat dilakukan dengan perencanaan dan pembangunan kawasan pinggiran. Sebagai langkah awal perencanaan, pemetaan tingkat dan pola mobilitas penduduk perlu dilakukan agar penanganan yang diberikan menjadi tepat sasaran Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara.. Analisis spasial untuk memetakan data dilakukan dengan bantuan analisis SIG menggunakan teknik overlay. Hasil penelitian pada 7 titik pengamatan pada periodik waktu 06.00 – 18.00 menunjukan bahwa arus masuk ke Kota Bandung jauh lebih 13% besar dibanding arus keluar terutama pada hari kerja dengan total 35.896 kendaraan. Hal tersebut menunjukan bahwa ada ketergantungan wilayah pinggiran terhadap kota Bandung terutama yang berkaitan dengan pekerjaan, pendidikan, dan lain sebagainya. Dengan demikian pola penanggulangan mobilitas ialah membangun sarana dan prasarana sosial, ekonomi, dan pendidikan serta kesehatan pada wilayah pinggiran

 

 

Abstract The high mobility of the population from the suburbs to the city center causes several negative impacts, namely population density, traffic congestion, air pollution, etc. Efforts to overcome mobility can be carried out by planning and developing suburban areas. As a first step in planning, mapping the level and pattern of population mobility needs to be done so that the treatment provided is right on target. This research uses a quantitative descriptive approach with observation and interview data collection techniques. Spatial analysis to map the data is carried out with the help of GIS analysis using overlay techniques. The results of the study at 7 observation points at a periodic time of 06.00 - 18.00 showed that the inflow to the city of Bandung was 13% larger than the outflow, especially on weekdays with a total of 35,896 vehicles. This shows that there is a dependence of suburban areas on the city of Bandung, especially those related to work, education, and so on. Thus, the pattern of overcoming mobility is to build social, economic, educational and health facilities and infrastructure in the periphery.

 

Keywords


Pemetaan; Mobilitas; Pinggiran Kota



References

An Nisa, C.H., Dewi, S., Djamang, L. (2017). Pengembangan Pariwisata melalui Klasifikasi Tipologi Objek dan Variasi Spasial Wisatawan di Kabupaten Bandung Barat. Industrial Research Workshop and National Seminar. Polban, July 26-27 2017. 388-395.

Barbosa, H., Barthelemy, M., Ghoshal, G., James, C. R., Lenormand, M., Louail, T., Menezes, R., Ramasco, J. J., Simini, F., & Tomasini, M. (2018). Human mobility: Models and applications. Physics Reports, 734, 1–74. https://doi.org/10.1016/j.physrep.2018.01.001

Clariano, A. (2019). Sistem Informasi Geografis Untuk Informasi Lokasi Dan Jalur Menuju Rumah Sakit Di Kota Salatiga. (Skripsi) . Semarang: UNNES.

Danafar, S., Piorkowski, M., & Krysczcuk, K. (2017). Bayesian framework for 33 mobility pattern discovery using mobile network events. 25th European Signal Processing Conference, EUSIPCO 2017, 2017-Jan, 1070–1074. https://doi.org/10.23919/EUSIPCO.2017.8081372

Dewa, dan Edi Nurdiantoro. (2014). Proses Mobilitas dan Dampaknya Terhadap Wilayah Pinggiran Kota Denpasar. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha.Vol. 13, No. 2. 70-77.

Erie, S., Ibnu, S., Pradono. (2018). Post-suburbia dan Tantangan Pembangunan di Kawasan Pinggiran Metropolitan: Suatu Tinjauan Literatur. Jurnal Majalah Geografi Indonesia. Vol. 32, No. 2. 130-141.

Haning., Mita Noveria. (2019). Dimensi Mobilitas Penduduk: Berpindah Bukan untuk Menetap. Jurnal Kependudukan Indonesia. Vol. 14, No. 2. 1-14.

Joni, P.H., Hadi, S.Y., Sujali. (2014). Perubahan Daya Dukung Lingkungan di Wilayah Pinggiran Kota (Kasus: Kecamatan Kecamatan yang Berbatasan dengan Kota Yogyakarta, Tahun 1990-2008). Jurnal Majalah Geografi Indonesia. Vol. 28, No. 1. 48-64.

Kharisma, dkk., (2016). Pola Perjalanan Penduduk Pinggiran Menuju Kota Surakarta Ditinjau Dari Aspek Spasial dan Aspek Aspasial. Jurnal Arsitektura. Vol. 14, No. 1.

Kumaat, M. (2014). Analisis Bangkitan Dan Tarikan Pergerakan Penduduk Berdasarkan Data Matriks Asal Tujuan Kota Manado. Tekno Sipil, 11(58), 9– 1.

Muumin, dkk., (2020). Pola Mobilitas Penduduk Kawasan Pinggiran Kota Baubau (Studi Pada Kec. Betoambari Dan Kec. Wolio). Juornal of Urban Planning Studies. Vol.1, No.1. 1-20.

Prittaningtyas, E., Hadi, S.Y., Noorhadi, R. (2014). Kajian Kualitas Lingkungan Permukiman di Daerah Pinggiran Kota Kasus di Desa Ngestiharjo, Yogyakarta. Jurnal Majalah Indonesia.Vol. 28, No.1. 96-102.

Ramdhani, F. (2019). Pemetaan Pergerakan Masyarakat Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Dengan Sistem Informasi Geografis (Sig). Rabit : Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Univrab, 4(2), 86–98. https://doi.org/10.36341/rabit.v4i2.71

Sadali, M.I. (2016). Mobilitas Pekerja Pada Kawasan Industri Piyungan di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Pratawidya. Vol. 17, No. 3. 225-240.

Romdiati, H., & Noveria, M. (2019). Dimensi Mobilitas Penduduk: Berpindah, Bukan Untuk Menetap. Jurnal Kependudukan Indonesia, 14(2), 185. https://doi.org/10.14203/jki.v14i2.476

Shenker, J. (2020). Cities after Coronavirus: How Covid-19 Could Radically Alter Urban Life. The Guardian 26 March 2020.

Singkawijaya, E.B. (2017). Karakteristik Pelaku Mobilitas Penduduk Ulang Alik di Wilayah Peri Urban Studi di Kecamatan Mangkubumi (Kota Tasikmalaya) dan Kecamatan Singaparna (Kabupaten Tasikmalaya). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Geografi FKIP UMP 2017. Purwokerto. 152-164.

Somantri, L. (2013). The Spatial Interaction of Bandung Citizens. Indonesian Journal of Geography, 45(2), 116–124. https://doi.org/10.22146/indo.j.geog,4868

Wang, J., Kong, X., Xia, F., & Sun, L. (2019). Urban Human Mobility: Data-Driven Modeling and Prediction. ACM SIGKDD Explorations Newsletter, 21(1), 1– 19. https://doi.org/10.1145/3331651.3331653 35

Widiawaty, M. A., Dede, M., & Ismail, A. (2018). Analisis Tipologi Urban Sprawl Di Kota Bandung. Seminar Geomatika, 3, 547–554.

Yan, X. Y., Wang, W. X., Gao, Z. Y., & Lai, Y. C. (2017). Universal model of individual and population mobility on diverse spatial scales. Nature Communications. https://doi.org/10.1038/s41467-017-01892-8



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.70636

Article Metrics

Abstract views : 419

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Lili Somantri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI