Dinamika perubahan garis pantai Kabupaten Kendal tahun 2000-2020

https://doi.org/10.22146/mgi.62301

Bernadetta Indri Dwi Astuti(1), Agung Laksono(2), Dzakwan Taufiq Nur Muhammad(3), Intan Fatin Nurbaiti(4), Noverita Nur Hanifah(5), Oki Silvie Wildiyanti(6), Ramadhani Nurazizah Junaedi(7), Muh Aris Marfai(8*)

(1) Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(4) Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(5) Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(6) Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(7) Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(8) Departemen Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak Pemantauan garis pantai akibat adanya proses akresi dan abrasi merupakan salah satu upaya untuk menjaga batas wilayah wilayah di Kabupaten Kendal. Lima multitemporal citra Landsat 7 ETM+ dalam periode tahun 20 tahun (2000-2020) digunakan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Kabupaten Kendal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan garis pantai dan menganalisis dampak serta upaya mitigasi dalam menangani perubahan garis pantai di Kabupaten Kendal. Digital Shoreline Analysis System (DSAS) digunakan untuk menganalisis perubahan garis pantai dengan metode Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR), dan Linear Regression Rate-of-Change (LRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi dari Linear Regression Rate-of-Change (LRR) selama periode 20 tahun adalah sebesar 50,9 m/tahun sedangkan nilai terendah sebesar -35,81 meter/tahun. Nilai rata-rata EPR dan NSM selama periode 20 tahun adalah sebesar -0,07 m/tahun dan -1,14 meter. Berdasarkan studi ini, dampak dari perubahan garis pantai yang disebabkan abrasi dan akresi adalah adanya peningkatan dan penurunan luas wilayah. Bentuk mitigasi perubahan garis pantai di Kabupaten Kendal yakni dengan pembangunan breakwater dan penanaman hutan mangrove.

 

Abstract Monitoring shoreline change due to accretion and abrasion processes is one of the efforts to protect the maritime boundary of Kendal Regency. Five multi-temporal Landsat 7 ETM + images spanning 20 years (2000-2020) is used in the tudy for the analysis of shoreline change in Kendal Regency. This study aims to investigate the shoreline change, analyze the impact, and propose mitigation of shoreline change in Kendal Regency as well. Digital Shoreline Analysis System (DSAS) is utilized for the analysis of the shoreline change through Net Shoreline Movement (NSM), End Point Rate (EPR), and Linear Regression Rate-of-Change (LRR). The result shows that the highest value of the Linear Regression Rate (LRR) for 20 years is 50.09 m/year and the lowest value of LRR is -35.81 m/year. The average EPR and NSM are -0.07 m/years and -1.14 m. From this study, it can be observed that the impact of shoreline change induced by accretion and abrasion are the addition and subtraction of the predetermined area. The impacts can be mitigated by building breakwaters and planting mangroves.

Keywords


abrasi, akresi, NSM, EPR, LRR

Full Text:

PDF


References

Arief, M., Winarso, G., & Prayogo, T. (2011). Kajian Perubahan Garis Pantai Menggunakan Data Satelit Landsat di Kabupaten Kendal. Jurnal Penginderaan Jauh, 8, 71–80.

Bidang Cipta Karya Kabupaten Kendal. (2020). Bab V Keterpaduan Strategi Pengembangan Kabupaten Kendal. Penyusunan Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM) Bidang CIpta Karya Kabupaten Kendal. Kendal: Bidang Cipta Karya Kabupaten Kendal.

Dewi, I. N. C. (2019). Pemanfaatan Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi untuk Proyeksi Perubahan Garis Pantai (Studi Kasus: Kota Semarang dan Sekitarnya). Skripsi.Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Diposaptono S, Budiman, Firdaus A. (2009). Menyiasati Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Bogor: PT. Sarana Komunikasi Utama.

Galloway, William E. (1975). Process framework for describing the morphologic and stratigraphic evolution of deltaic depositional systems. In: Broussard ML (ed) Deltas: models of exploration. Houston Geological Society, Houston, pp 87–98.

Hausmann, H. (2019). Soft vs Hard Engineering for Coastal Defense Adaptation. Climate Institute. New York. Diakses tanggal 24 November 2020 dari http://climate.org/soft-vs-hard-engineering-for-coastal-defense-adaptation/.

Hazazi, G., Sasmito, B., & Firdaus, H. S. (2019). Analisis Perubahan Garis Pantai Terhadap Eksistensi Mangrove Menggunakan Penginderaan Jauh dan Aplikasi Digital Shoreline Analysis System (DSAS) Tahun 2014-2018 (Studi Kasus : Kabupaten Kendal). Geodesi Undip, 8(1), 19–27.

Himmelstoss, E.A., Henderson, R.E., Kratzmann, M.G., & Farris, A.S., (2018). Digital Shoreline Analysis System (DSAS) version 5.0 user guide: U.S. Geological Survey Open-File Report 2018–1179, 110 p., https://doi.org/10.3133/ofr20181179.

Fajrin, F. M., Muskananfola, M. R., & Hendrarto, B. (2016). Karakteristik Abrasi dan Pengaruhnya Terhadap Masyarakat di Pesisir Semarang Barat. Journal Management of Aquatic Resources 5. Universitas Diponegoro. Diakses tanggal 23 November 2020 dari http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/maquares

Indarsih, R., & Masruri, M. S. (2019). Mangrove conservation as an abration strategy risk reduction based on ecosystem in the coastal area of the Rembang Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 271, 012021. https://doi.org/10.1088/1755-1315/271/1/012021

Istiqomah, F., B. Sasmito, & F. Amarrohman. (2016). Pemantauan Perubahan Garis Pantai Menggunakan Aplikasi Digital Shoreline Anaysis System (DSAS) Studi Kasus : Pesisir Kabupaten Demak. Jurnal Geodesi Undip, 5(1), 78–79.

Kresteva, G. D., Rochaddi, B., & Satriadi, A. (2014). Studi Kenaikan Muka Air Laut di Perairan Kendal. Jurnal Oseanografi, 3(4), 535-539.

Kurniawan, Irvan Agung. (2018). Dinamika Perubahan Garis Pantai Antara Muara Sungai Blorong dan Sungai Sibeo Tahun 1990 - 2017, Kabupaten Kendal. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Leo van Rijin. (2010). Coastal Erosion Control Based On The Concept Of Sediment Cells. Diakses dari http://www.conscience-eu.net/documents/deliverable13a-controlling.pdf

Lumbanbatu, U.M., & Hidayat, S. (2007). Evaluasi Awal Kerentanan Pelulukan/Likuefaksi Daerah Kendal dan Sekitarnya, Jawa Tengah. Jurnal Geologi Indonesia, 2, 159 - 176.

Mahendra, I. W. W. Y., Maulana, E., Wulan, T. R., Rahmadana, A. D. W., & Putra, A. S. (2017). Pemetaan Kawasan Rawan Abrasi di Provinsi Jawa Tengah Bagian Utara. Bunga Rampai: Kepesisiran Dan Kemaritiman Jawa Tengah, 2, 93–105.

Marfai, M.A., Almohammad, H., Dey, Sudip., Susanto, B., & King, Lorenz. (2008). Coastal Dynamic and Shoreline Mapping: Multisources Spatial Data Analysis in Semarang, Indonesia. Environ Monit Assess, 142(1-3), 297-308. DOI: 10.1007/s10661-007-9929-2

Marfai, M.A. (2011). The Hazards of Coastal Erosion in Central Java, Indonesia: An Overview. Geografia Malaysia Journal of Society and Space, 7(3), 1-9.

Marfai, M.A. (2014). Impact of sea level rise to coastal ecology: A case study on the northern part of Java Island, Indonesia. Quaestiones Geographicae, 33(1), 107-114.

Marfai, M.A., Hizbaron, D.R., & Mardiatno, D. (2015). Research Report International Research Collaboration and Scientific Publication (Third Year): Coastal Geomorphological Hazard in North Central Java, Indonesia. Yogyakarta dan Amsterdam: UGM dan Vrije

Marfai, M.A., Tyas, D.W., Nugraha, I., Fitriatul’Ulya, A. & Riasasi, W. (2016). The Morphodynamics of Wulan Delta and Its Impacts on the Coastal Community in Wedung Subdistrict, Demak Regency, Indonesia. Journal of Environmental Protection. 7: 60-71. http://dx.doi.org/10.4236/jep.2016.71006

Marfai, M. A., Rosaji, F. S. C. (2018). GIS Exercise Book Coastal Monitoring and Hazard Modelling. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Muskananfola, Max Rudolf & Sigit Febrianto. (2020). Spatio-temporal analysis of shoreline change along the coast of Sayung Demak, Indonesia using Digital Shoreline Analysis System. Regional Studies in Marine Science, 34.

Mutaqin, Bachtiar. W. (2017). Shoreline Changes Analysis in Kuwaru Coastal Area, Yogyakarta, Indonesia: An Application of The Digital Shoreline Analysis System (DSAS). International Journal of Sustainable Development and Planning, 12(7), 1203-1214. DOI: 10.2495/SDP-V12-N7-1203-1214

Nathesan, U., Parthasarathy, A., Vishnuat, R., Kumar, G.E.J., & Ferrer, V.A. (2015). Monitoring Longterm Shoreline Changes Along Tamil Nadu, India Using Geospatial Techniques. Aquatic Procedia, 4, 325-332

Richard, & Sunarto. (2015). Perubahan Garis Pantai Dan Kerusakan Pantai Di Kawasan Kepesisiran Kabupaten Tuban Bagian Barat. Jurnal Bumi Indonesia 4(4), 1-10.

Sanjoto, T. B., Juhadi, & S. B. Nugraha. (2019). Comparison of Delta Model in the North Coast of Central Java Using Remote Sensing Techniques (Case Study in Delta Comal, Delta Bodri and Delta Wulan). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 243(1).

Satrio & Taufiq, A. (2015). Studi Air Tanah Akuifer Dalam di Cekungan Semarang-Demak Menggunakan Isotop Alam 14C. Prosiding Pertemuan dan Penilaian Ilmiah BATAN, 79-82.

Seno, Hananto. (2020). Telephone Interview. 24 November 2020

Setyawan, A. D., & Winarno, K. (2006). Permasalahan Konservasi Ekosistem Mangrove di Pesisir Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Biodiversitas, 7(2), 159–163.

Siregar, C., Handoyo, G., & Rifai, A. (2014). Studi Pengaruh Faktor Arus dan Gelombang Terhadap Sebaran Sedimen Dasar di Perairan Pelabuhan Kaliwungu Kendal. Journal of Oceanography, 3(3) : 338–346.

Solihuddin, T., Kepel, T. L., Husrin, S., Pubani, D., Heriati, A., Ati, R. N. A.,Tusadiah, A. (2019). Strategi Rehabilitasi Pantura Jawa Berdasarkan Dinamika Wilayah Pesisir. Jakarta Pusat: AmaFrad Press. Diakses tanggal 24 November 2020 dari https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/271/1/012021

Stephenson, W. (2016). Coastal Erosion. Dunedin. New Zealand : University of Otago.

Sunarto. (2000). Studi Geografi Pertumbuhan Bura dengan Acuan Pranata Mangsa pada Muara Sungai Opak & Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Laporan Penelitian. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Sunarto, Marfai, M. A., & Setiawan, M. A. 2014. Geomorfologi & Dinamika Pesisir Jepara. Yogyakarta: UGM Press.

Wardhana, H.S., dan Susandi, A. (2015). Proyeksi Awal Musim di Jawa Berbasis Hasil Downscaling Conformal Cubic Armospheric Model (CCAM). Jurnal Sains Dirgantara, 13 (1),1 -14.

Wahib, M. (1993). Peta Geologi Tata Lingkungan Bersistem, Jawa Lembar Semarang dan Magelang Skala 1:100.000. Bandung: Direktorat Geologi Tata Lingkungan.

Winarso, Gathot, Haris Joko, & Samsul Arifin. (2009). Kajian Penggunaan Data Inderaja Untuk Pemetaan Garis Pantai (Studi Kasus Pantai Utara Jakarta). Jurnal Penginderaan Jauh, 6, 65–77.



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.62301

Article Metrics

Abstract views : 2776 | views : 1932

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Bernadetta Indri Dwi Astuti, Agung Laksono, Dzakwan Taufiq Nur Muhammad, Intan Fatin Nurbaiti, Noverita Nur Hanifah, Oki Silvie Wildiyanti, Ramadhani Nurazizah Junaedi, Muh Aris Marfai

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI