Kelayakan Usahatani Padi dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Petani di Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan

https://doi.org/10.22146/mgi.54500

Sudrajat Sudrajat(1*)

(1) Department of Environmental Geography UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Kelayakan usahatani secara finansial harus menjadi perhatian yang sangat penting dalam kebijakan pembangunan pertanian.  Hal ini terjadi karena kelayakan usahatani  menentukan besarnya nilai keuntungan finansial yang diterima petani. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan: pertama mengetahui kondisi sosial-demografi dan ekonomi petani padi; kedua menganalisis kondisi finansial usahatani padi yang mencakup biaya, penerimaan dan pendapatan  atau keuntungan usahatani padi;  dan ketiga menganalisis kelayakan  usahatani padi  dan pengaruhnya terhadap pendapatan petani di Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan. Jumlah sampel sebanyak 90 petani  yang diambil secara random sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari instatsi pemerintah. Data disajikan dalam bentuk tabel  dan dianalisis secara deskriptif  kuantitatif. Hasil penelitian menemukan adanya variasi kondisi sosial-ekonomi dan demografi petani, sedangkan hasil analisis finansial menemukan  adanya variasi  biaya usahatani menurut luas lahan dan variasi  penerimaan atau pendapatan  menurut perbedaan hasil  produksi dan  biaya. Sementara itu, berdasarkan analisis kelayakan usahatani padi dengan  R/C ratio maupun dengan B/C ratio menunjukkan bahwa kegiatan usahatani padi masih layak dan secara signifikan nilai kelayakan tersebut berpengaruh positif  terhadap pendapatan yang diterima petani. 

 

Financial feasibility of farming must be a very important concern in agricultural development policy.This happens because the feasibility of farming determines the value of financial benefits received by farmers. Based on this, this research was conducted with the aim to; firstly knowing the socio-demographic and economic conditions of rice farmers; the second analyzes the financial condition of rice farming  which includes the cost, revenue and income or profits from rice farming; and third, analyzing the feasibility of rice farming and its effect on farmers' income in  Margoluwih Village of Seyegan District. The total sample of 90 farmers taken by random sampling. Primary data was collected through structured interviews using a questionnaire,  while secondary data is collected from government agencies. Data is presented in tabular form and analyzed descriptively quantitatively. The results of the study found variations in the socio-economic and demographic conditions of farmers, whereas the results of financial analysis found variations in farming costs according to land area and variations in revenue or income according to differences in production results and costs. Meanwhile, based on the feasibility analysis of rice farming with R/C ratio and with the B/C ratio shows that rice farming activities are still feasible and significantly the feasibility value has a positive effect on the income received by farmers.

 


Keywords


kelayakan; finansial, usahatani ; pendapatan , petani

Full Text:

PDF


References

Badan Pusat Statistik. (2019). Kecamatan Sayegan Dalam Angka. Sleman. BPS Kabupaten Sleman.

Barokah U.,  W. Rahayu dan M.T. Sundari. (2014). Analisis Biaya dan Pendapatan Usahatani Padi di Kabupaten Karanganyar. Jurnal Agric. Vol. (26)1: Hal. 12-19. 

Edyson M. D. A., Natelda. R. T. dan J. M. Luhukay. (2015). Analisis Tingkat Kelayakan Usahatani Padi Sawah  (Studi Kasus Di Desa Wanareja Kecamatan Waepo Kabupaten Buru). Jurnal Agrilan. Vol. 3(2): Hal. 179-190.               

Gilarso S. J. (2003). Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Yogyakarta. Kanisius.

Gittinger, J. P. dan Adler. A H. (1993). Analisis Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Cetakan Ketiga. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Gustiana C. (2015). Strategi Pembangunan Pertanian Dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis. Jurnal AGRISAMUDRA.Vol. (2)1: Hal. 7-80.

Hoar E. dan Yoseffina M.F. (2017). Pengaruh  Faktor  Sosial  Ekonomi  Petani  terhadap  Produksi  Usahatani  Jagung  di  Desa  Badarai  Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Jurnal Agrimor. Vol. 2(3): Hal. 36–38.

Kantor Desa Margolowih. (2019). Monografi Desa Margoluwih. Kantor Desa Morgoluwih. Pemerintahan Desa Margoluwih Kecamaran Sayegan.

Khai H.V. and M. Yabe. (2011). Technical Efficiency Analysis of Rice Production in Vietnam. Journal of ISSAAS. 17 (1) : 135-146.

Mamilianti W. (2015). Analisis Ekonomi Usahatani Padi Organik Di Prigen Pasuruan. Jurnal Argromix. Vol (6)1: Hal. 20-37. 

Mamondol M. dan F. Sabe. (2016). Pengaruh Luas Lahan Terhadap Penerimaan, Biaya Produksi, Dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Di Desa Toinasa Kecamatan Pamona Barat. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 10 (3): Hal 267-294.

Maria M.N. (2013). Analisis Kelayakan Finansial Kelapa Sawit Rakyat (Studi Kasus: Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau). Makalah Seminar. Medan..Fakultas Pertanian USU.

Maulidah1 S. dam  D.E. Pratiwi. (2010) Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Anggur Prabu Bestari. Jurnal AGRISE. Vol. (10)3: Hal. 1412-1425. 

Mawardati. (2013). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Kentang Di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Jurnal Agrium. Vol. 10(2): Hal. 38–42.

Muin M. (2017). Pengaruh Faktor Produksi Terhadap Hasil Produksi Merica Di Desa Era Baru Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai. Jurnal Economix.  Vol. 5 (1): Hal 203-2014.

Munandar, A. (2016). Analisis Usaha Tani Kentang Di Desa Sembungan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Jurnal SPATIAL Wahana Komunikasi Dan Informasi Geografi. Vol. 15(1): Hal. 34–29.

Munizar, Andi, dan Dance T. (2019). Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah Sistem Hambur Benih Langsung di Desa Dolago Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Agrotekbis. Vol. (7)1: Hal.  51-58.

Nainggolan H.L. dan Johndikson A. (2016). Pengaruh Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah Dalam Sistem Integrasi Di Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Hubang hasundutan. Jurnal Agrifo. Vol. 1(2): Hal. 43-70.

Napitupulu dan  Marasi T.E. (2000). Pembangunan Pertanian dan Pengembangan Agroindustri. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Nguyen T.T., V.N. Hoang and B. Seo. (2012). Cost and Environmental Efficiency of Rice Farms in South Korea. Journal of Agricultural Economics. 43(4) : 369– 378.

Novianto  F. W. dan Setyowati  E. (2009). Analisis Produksi Padi Organik di Kabupaten Sragen. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol. 10(2); Hal 267–288.

Nurmalina R., Sarianti T. dan  Karyadi A. (2009). Studi Kelayakan Bisnis. Bogor. Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.

Palobo F., Herman M. dan  Siska T. (2019). Analisis Kelayakan Usahatani Jagung Hibrida Pada Lahan Kering di Merauke Papua. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis  (SEPA): Vol. (16)1: Hal  1– 10 .

Pratiwi C.A., Diah S.G. dan Istiqomah (2018).  Analisis Ekonomi Usahatani Padi Dan Kelayakan Rumah Tangga Tani Di Desa Sambeng Kulon Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Jurnal Sosial Ekomoi Pertanian (JSEP).  Vol 11 (1): Hal 33-45.

Prayoga A. (2010).  Produktivitas dan Efisiensi Teknis Usahatani Padi Organik Lahan Sawah.  Jurnal Agro Ekonomi. Vol. (28)1: Hal. 1-19.

Rustam W. (2014). Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah Di Desa Randomayang Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Mamuju Utara. Jurnal

Agrotekbis. Vol. 2 (6): Hal. 634-638.

Sajogyo dan Sumantoro M. (2005). Pemberdayaan Ekonomi Ralcyat Dalam Knncah Globalisasi. Bogor. Yayasan Sajogyo Utama.

Sari P. Nawang, Yahya S. Hilmi dan Windy S. Hariswanti. (2018). Kelayakan dan Nilai Tukar Petani Padi Organik di Kabupaten Sleman. Jurnal Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Vol. (7)2: Hal. 120-128.

Simanullang E.S dan Saragih F.H. (2017). Pengenalan Analisis Kelayakan Usaha Tani  Padi Sawah di Desa Kebun Kelapa Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Vol. (23)1: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Hal. 206-2010.

Soekartawi. (2011). Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. Jakarta: UI-PRESS.

Sudrajat. (2018). Analisis Ketidakpastian dalam Memanfaatkan Lahan Pertanian di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Majalengka. Majalah Geografi Indonesia. Vol. (32)1: Hal. 33-43.

Supartama, Made, Made Antara, dan Rustam Abd Rauf, 2013. Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Padi Sawah di Subak Baturiti Desa Balinggi Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Agrotekbis. Vol. (1 )2 : Hal. 166-172.

Suratiyah, K. 2015. Ilmu Usahatani Edisi Revisi. Jakarta. Penebar Swadaya.

Suseno D. dan  H. Suyatnal, (2007). Mewujudkan Kebijakan Pertanian yang Pro-Petani. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Vol. 10(3): Hal. 267-294.

Syarif K. (2011). Analisis Kelayakan Usaha Produk Minyak Aromatik Merek Flosh. Program Sarjana Alih Jenis Manajemen. Departemen Manajemen. Bogor. Fakultas  Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.

Tahir A.G., D.H. Darwanto, J.H. Mulyo dan Jamhari. (2010). Analisis Efisiensi Produksi Sistem Usahatani Kedelai di Sulawesi Selatan. Jurnal Agro Ekonomi. Vol. (28)2: Hal.133 – 151.

Umar H. (2005). Riset pemasaran dan Perilaku Konsumen. Jakarta. PT Gramedia   Pustaka Utama.

 



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.54500

Article Metrics

Abstract views : 243 | views : 190

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Sudrajat Sudrajat Sudrajat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI