Kearifan Lokal Komunitas Sebagai Modal Sosial alam Manajemen Bencana Alam

https://doi.org/10.22146/mgi.48548

Untoro Hariadi(1*), Suratman Suratman(2), Totok Gunawan(3), Armaidy Armawi(4)

(1) Janabadra University
(2) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(3) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(4) Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengkaji kearifan lokal komunitas sebagai modal sosial dalam manajemen bencana alam untuk memperoleh gambaran secara utuh tentang makna substantif dari komunitas, kearifan lokal dan manajemen bencana alam. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan yang bersifat kualitatif. Terbentuknya komunitas tidak terlepas dari kebutuhan individu untuk berada dalam rasa aman dan memiliki mekanisme pertahanan ketika menghadapi situasi yang membahayakan. Komunitas mengembangkan suatu pengetahuan untuk memahami cara kerja alam, dan kemudian mengikutinya, serta berupaya menghindari apa yang dapat mengancam keselamatan. Kearifan lokal seharusnya dimaknai sebagai pengetahuan komunitas tentang keadaan setempat, atau kearifan setempat, yaitu pengetahuan yang menjawab situasi setempat, yang mana di tempat lain tidak ada. Suatu manajemen bencana alam perlu memperjelas kedudukan komunitas, serta memberi ruang gerak komunitas untuk menggunakan seluruh modal utama yang dimilikinya, yaitu diri (komunitas) dan kearifannya.

 

This study aims to examine the local wisdom of the community as social capital in the management of natural disasters to obtain a full picture of the substantive meaning of the community, local wisdom and management of natural disasters. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. The formation of a community is inseparable from the individual's need to be in a sense of security and to have a defense mechanism when facing a dangerous situation. The community develops a knowledge to understand how nature works, and then follows it, and seeks to avoid what can threaten safety. Local wisdom should be interpreted as community knowledge about local conditions, or local wisdom, namely knowledge that answers the local situation, which is not available elsewhere. A management of natural disasters needs to clarify the position of the community, and provide space for the community to use all the main capital they have, namely themselves (the community) and their wisdom.

 


 


Keywords


komunitas; kearifan setempat; manajemen bencana alam

Full Text:

PDF


References

Alwi, Idaman, et al, (2017). Natural Disaster Managements In
Indonesia: Perspective of Local Wisdom and Heidegger Hermeneutics, AL ALBAB Volume 6 Number 1 June 2017.

Habibullah,  (2013),  Kebijakan  Penanggulangan  Bencana
Berbasis  Komunitas:  Kampung  Siaga  Bencana Dan  Desa/Kelurahan  Tangguh  Bencana,  Majalah Informasi, Vol. 18, No. 02, Tahun 2013, hal. 133 – 149.

Jha, Vanya, et al, (2011), Traditional Knowledge on Disaster
Management:  A  preliminary  study  of  the  Lepcha Community of Sikkim, India, Indian Journal of Traditional Knowledge  Vol.10  (1),  January  2011,  pp  173-182.

Masykur,  Achmad  M.,  (2006),  Potret  Psikososial  Korban
Gempa  27  Mei  2006  (Sebuah  Studi  Kualitatif  di Kecamatan  Wedi  dan  Gantiwarno,  Klaten),  Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro Vol.3 No. 1, Juni 2006.

Mungmachon,  Miss  Roikhwanphut,  (2012),Knowledge  and  Local  Wisdom:  Community Treasure,  International  Journal  of  Humanities and  Social  Science  Vol.  2  No.  13;  July  2012. Ngwese,  Nsioh  Macnight,  et  al,  (2018),  Traditional
and  Local  Knowledge  Practices  for  Disaster  Risk Reduction  in  Northern  Ghana,  Sustainability 2018,  10,  825;  doi:10.3390/su10030825.

Permana,  Raden  Cecep  Eka,  dkk.,  (2011),  Kearifan  Lokal Tentang Mitigasi Bencana Pada Masyarakat Baduy, Jurnal Makara, Sosial Humaniora, Vol. 15, No. 1, Juli 2011: 67-76.

Sairin,  Sjafri,  dkk.,  (2008),  Bantul  Bangkit  Songsong Peradaban Baru, Yogyakarta: Pemerintah Daerah Bantul. Santoso,  Meilanny  Budiarti,  dkk.,  (2018),  Mekanisme
Masyarakat  Lokal  Dalam  Mengenali  Bencana Di  Kabupaten  Garut,  Share  Social  Work Jurnal  Volume  8  Nomor  2,  Halaman:  142- 149,  ISSN:  2339-0042  (p)  ISSN:  2528-1577  (e).

Suparmini,  dkk.,  (2014),  Mitigasi  Bencana  Berbasis Kearifan  Lokal  Masyarakat  Baduy,  Jurnal  Penelitian Humaniora,  Vol.  19,  No.1,  April  2014:  47-64.

Zamroni,  M.  Imam,  (2011),  Islam  Dan  Kearifan  Lokal Dalam Penanggulangan Bencana Di Jawa, Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana Volume 2 Nomor 1, Tahun 2011.

Yusutria, dkk., (2018), Local Wisdom Values in Faceng Natural Disasters  On Module  of  Geographic  Planning  Subject Based  on  Faith,  International  Journal  of  Progressive Sciences  and  Technologies  (IJPSAT)  ISSN:  2509-0119.



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.48548

Article Metrics

Abstract views : 279 | views : 337

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Untoro Hariadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI