Pemodelan Spasial Peak Ground Acceleration dan Prediksi Luas Genangan Tsunami di Kota Bengkulu

https://doi.org/10.22146/mgi.44168

Dewi Susiloningtyas(1*), Della Ayu Lestari(2), Supriatna Supriatna(3)

(1) Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
(2) Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
(3) Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Abstrak Kota Bengkulu merupakan salah satu kota yang berada pada pesisir barat Pulau Sumatera yang mendapat pengaruh dari pertemuan  Lempeng  Indo-Australia  dan  Lempeng  Eurasia  serta  Patahan  Mentawai.  Kondisi  ini  menyebabkan  Kota  Bengkulu rawan akan bencana gempa bumi dan tsunami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola spasial kawasan rawan gempa bumi dan tsunami sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Kawasan rawan gempa bumi diamati dengan mencari Peak Ground Acceleration (PGA) gempa bumi di Kota Bengkulu  pada tahun 2010 hingga 2018 sedangkan kawasan rawan tsunami diamati dengan mencari luas genangan tsunami dalam 3 skenario yaitu ketinggian gelombang  5 meter, 20 meter dan 25 meter dari garis pantai. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  wilayah  terbangun  eksiting  yang  memiliki  resiko  tertinggi  berada  bagian  pesisir selatan Kota Bengkulu dengan  wilayah  PGA tinggi serta genangan tsunami yang luas dari tinggi gelombang tsunami 25 meter.Wilayah ini berada pada Kecamatan Kampung Melayu dengan prediski luas terdampak sebesar 653,69 Ha.

 

Abstract Bengkulu City is one of the cities on the west coast of Sumatra Island which has been influenced by the Indo-Australian Plate  and  the  Eurasian  Plate  as  well  as  the  Mentawai  Fault.  This  condition  makes  Bengkulu  City  prone  to  earthquakes  and tsunamis. The purpose of this study is to determine the spatial pattern of earthquake and tsunami prone areas as one of the disaster mitigation efforts. Earthquake-prone areas were observed by looking for the Peak Ground Acceleration (PGA) of earthquakes in Bengkulu City from 2010 to 2018 while tsunami-prone areas were observed by looking for the area of tsunami inundation in 3 scenarios, namely the wave height of 5 meters, 20 meters and 25 meters from the coastline . The results showed that the highly developed area with the highest risk was the southern coast of Bengkulu City with a high PGA area and a large tsunami inundation from a tsunami wave height of 25 meters. This area is located in the Kampung Melayu sub-district with a predisposition of an affected area of 653.69 hectares.


Keywords


gempa bumi, peak ground acceleration, tsunami,wilayah terbangun

Full Text:

PDF


References

Badan Informasi Geospasial. (2018, 1 Agustus). DEMNAS Seamless Digital Elevation Model (DEM) dan Batimetri Nasional. Diakses tanggal 1 Agustus dari 2018 dari http://tides.big.go.id/DEMNAS/DEMNAS.php

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Nasional. (2018, 1 Agustus). Gempabumi. Diakses tanggal  1 Agustus dari 2018 dari http://www.bmkg.go.id/bmkg

Berryman, Kelvin. (2006). Review of Tsunami hazard and risk in New Zealand. New Zealand: Institute of Geological and Nuclear Sciences, pp. 64.

Cahayadinata I & Arianti, N.N. (2016). Kajian Dampak Pemekaran Wilayah terhadap Kesenjangan Ekonomi Antar Daerah Pesisir di Provinsi Bengkulu. Jurnal Agrisep Universitas Bengkulu

Damanik, M. R. S., Nurman A, Restu, R., & Berutu,N. (2018). Tsunami Risk Analysis With Run-up Variation Scenario Based On Modeling Of Geographic Information System On Sibolga City North Sumatera. Int. J. Eng. Technol.

Emad G.S.M. & Sarah L.G. (2016). Application of GMPEs to Estimate the Minimum Magnitude and Peak Ground   Acceleration of Prehistoric Earthquakes at Hollywood, Journal of Engineering Geology, vol.214,1               pp.60-66

Fauzi, et al. (2016). Geographic Information System for Natural Disater Map in Indonesia.

Gandomi M., Soltanpour M., Zolfaghari M.R., & Gandomi A.H. (2016). Prediction of Peak Ground Acceleration of Iran's Tectonic Regions Using a Hybrid Soft Computing Technique, Journal of Geoscience Frontiers, vol.7, pp.75-82

Hadi, A.I., Farid. M., & Fauzi. (2012). Pemetaan Percepatan Getaran Tanah Maksimum dan Kerentanan Seismik Akibat Gempa Bumi untuk Mendukung Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Bengkulu. SIMETRI, Jurnal Ilmu Fisika Indonesia vol. 1, no.2, pp. 82-86. 

Horspool, N., Griffin, J., Pranantyo, I. R., Latief, H., Natawidjaja, D., Kongko, W., Cipta, A., Bustaman, A., Suci D. & Hong K.T..  (2013).  A National Hazard Assesment for Indonesia.  Commonwealth of Australia

Ibrahim, G & Subardjo. (2005). Pengetahuan Seismologi. Jakarta: Badan Meteorologi dan Geofisika

Kumar P., Chamoli B.P., Kumar A., & Gairola A. (2019). Attenuation relationship for peak horizontal acceleration of strong ground motion of Uttarakhand region of central Himalayas. Journal of Earthquake Engineering, 2019, pp.1-18

Latief, Hamzah., Puspito, Nanang & Rumuhiko Imamura. (2000).  Tsunami Catalog and Zones in Indonesia. Journal of Natural Disaster Science, Vol.22, Number 1, pp .5-43

Lestari, D.A & Sakti, B. (2020). Social Vulnerability to Earthquake Hazard at Pringsewu District, Lampung Province. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 561 (1), 012046

Lestari, D.A., Susiloningtyas, D., Hartanto, M., Ahmad, T.E., Azhari, D.R. & Rais, A. (2021). Spatial Patterns of Peak Ground Acceleration (PGA) Earthquake on Final Disposal Sites Plan in Samosir Regency.  IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, vol. 1062, no.1, 2021, doi: doi:10.1088/1757-899X/1062/1/012010

Natawidjaja, D.H. (2006). Gempabumi dan Tsunami di Sumatra dan Upaya  Untuk Mengembangkan Lingkungan Hidup Yang Aman dari Bencana Alam. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI)

Perka BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Pratami, Mentari. (2018). Pemodelan Cellular Automata untuk Daya Dukung Lahan Permukiman di Kota Bengkulu. Depok : Tesis Departemen Geografi, FMIPA, Universitas Indonesia.

Rahpeyma S., Halldorsson B., Hranskelsson B., Green R.A., & Jonsson S. (2019). Site Effect Estimation on Two1     Icelandic Strong-Motion Arrays Using a Bayesian Hierarchical Model for the Spatial Distribution of1                Earthquake Peak Ground Acceleration, Journal of Soil Dynamics and Earthquake Engineering, vol.120, 1    pp.369-385

Santius, S.H. (2015). Pemodelan Tingkat Risiko Bencana Tsunami Pada Permukiman Di Kota Bengkulu Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Permukiman Vol. 10 No. 2. Hal.: 92-105

Supartoyo & Surono. (2008). Katalog Gempa Bumi Merusak di Indonesia tahun 1629-2007. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Supriatna, Samedi, J.M., & Nurmala, C. (2010). Peak Ground Acceleration (PGA) of Destructive Earthquake in Cimandiri Fault, Sukabumi, West Java.  Paper Reference Number 17. Depok: Department of Geography, Faculty of Mathemathic and Natural Science University of Indonesia

United States Geological Survey. (2018, 14 Juni). Earthquake Hazard Program. Diakses tanggal 14 Juni 2018 dari https://earthquake.usgs.gov/

 



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.44168

Article Metrics

Abstract views : 1413 | views : 274

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Dewi Susiloningtyas, Della Ayu Lestari, Supriatna Supriatna

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI