Sistem aliran dan potensi airtanah di sebagian desa Sembungan ditinjau dari aspek kuantitas dan kualitas

https://doi.org/10.22146/mgi.32297

Melati Ayuning Putri(1), Anindya Arma Risanti(2*), Kurniawan Andre Cahyono(3), Latifah Latifah(4), Novita Rahmawati(5), Roesdi Fitra Ariefin(6), Safira Prameswari(7), Wisnu Agung Waskita(8), Tjahyo Nugroho Adji(9), Ahmad Cahyadi(10)

(1) Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(2) Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(3) Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(4) Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(5) Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(6) Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(7) Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(8) Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(9) Universitas Gadjah Mada
(10) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Desa Sembungan merupakan daerah recharge area dengan resapan air yang disuplai oleh banyak bukit di sekitarnya sehingga pola ruang airtanahnya difungsikan untuk arahan konservasi. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk mengkaji potensi airtanah Desa Sembungan beserta sistem alirannya, mengingat airtanahnya yang juga dimanfaatkan oleh penduduk untuk berbagai keperluan, seperti domestik, pertanian, dan wisata. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengidentifikasi sistem aliran airtanah, (2) mengestimasi kuantitas airtanah, dan (3) menganalisis kondisi kualitas airtanah di  Desa Sembungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan mengumpulkan data primer melalui metode sensus sumur dan mataair di Desa Sembungan. Lokasi sumur untuk pumping test metode slug test ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kondisi airtanah yang melimpah dan mengalir dari arah utara menuju barat daya yang merupakan lembah dengan mataair. Desa Sembungan memiliki nilai konduktivitas hidrolik sebesar 0.0196 m/hari, potensi airtanah dengan debit dinamis sebesar 726,24 liter/hari dan debit rata-rata mataair sebesar 1,15 liter/detik. Potensi lainnya berupa kualitas air sumur di permukiman dan mataair termasuk kategori aman untuk memenuhi kebutuhan domestik apabila dilihat dari parameter suhu, DHL, TDS, dan pH, karena hampir seluruhnya menunjukkan nilai sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan.

 

ABSTRACT

Sembungan Village is a recharge area that supplied by many hills around, so its pattern of groundwater reservoir should be functioned for conservation. Based on the fact that researchers interested in conducting research on groundwater potency and its flow system in Sembungan Village because the groundwater also used for many needs, such as domestic, agriculture, and tourism.  The purposes of this research are 1) to identify the groundwater flow system, 2) to estimate the quantity of groundwater, and 3) to analyze the groundwater quality in Desa Sembungan. The study used quantitative and qualitative approach by censused all wells and springs to collect the primary data. Purposive sampling used to determine the location of the pumping test with slug test method. The results showed that an abundant supply of groundwater flows from north to southwest, leading to a valley and springs. The hydraulic conductivity value in Desa Sembungan is 0.0196 m/day. Its potential groundwater as illustrated through debit from the dynamic method is 726.24 liters/day, and the average debit of five springs in the valley is 1.15 liters/s. Water quality in settlements and springs still quite safe for villager’s need, including domestic use. Almost all the value of temperature, conductivity, total dissolved solids, and pH were not meet quality standards that have been determined.


Keywords


potensi airtanah; flown; kualitas dan kuantitas airtanah

Full Text:

PDF


References

Asdak, C., (1995), Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Gadjah Mada University Press, Yogayakarta.

Asrifah, D., (2012), Evaluasi Potensi airtanah Bebas untuk Penyediaan Air di Kalasan dan Prambanan, Majalah Geografi Indonesia, 27 (1), 56-78.

Freeze dan Cherry, (1979), Groundwater Hydrology, Prentice-Hall, New Jersey.

Hardjito, (2014), Metode Pumping Test Sebagai Kontrol Untuk Pengambilan Airtanah Secara Berlebihan. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 6, 138-149.

Heath, R. C., (1983), Basic Ground-Water Hydrology, US Geological Survey Water, Reston.

Hendrayana, H. dan Vicente, V. A. D. S., (2013), Cadangan Airtanah Berdasarkan Geometri dan Konfigurasi Sistem Akuifer Cekungan Airtanah Yogyakarta-Sleman, Prosiding Seminar Nasional Kebumian Ke-6 Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, 356-370.

Kodoatie, R. J. dan Roestam, S., (2010), Tata Ruang Air, Andi, Yogyakarta.

Kuliah Kerja Lapangan III Geografi Lingkungan. 2017. Laporan Kuliah Kerja Lapangan III: Analisis Sumberdaya Lingkungan dan Wilayah Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Yogyakarta: Departemen Geografi Lingkungan Fakultas Geografi UGM

Linsley, R. K. dan Franzini, J. B. (1985), Teknik Sumberdaya Air Jilid 1 Edisi Ketiga, diterjemahkan oleh Sasongko, D., Erlangga, Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air.

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Purnama, S. (2010), Hidrologi Air Tanah, Kanisius, Yogyakarta.

Riyadi, A., Kusno, W., Mardi, W., dan Sabaruddin, W.T., (2005), Identifikasi Potensi Air Tanah di Kecamatan Mangkubimi Tasikmalaya dengan Metode Uji Pompa. Jurnal Teknik Lingkungan P3PL – BPPT, 6 (2), 365-371.

Santosa, L.W. dan Adji, T. N., (2014), Karakteristik Akuifer dan Potensi Airtanah Graben Bantul, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Setianto, H., Tjahyo N. A., dan Andri K., (2016), Analisis Kualitas Dan Pengelolaan Mata Air di Sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Desa Sikunang Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Majalah Geografi Indonesia, 30 (1), 29-36.

Simoun, S., (2000),  Monitoring  The  Seawater  Intrusion  Into  Coastal-Aquifer Using Geo-Electrical Sounding, A Case Study Of The Northern-Coastal Area of Central Java Indonesia. The Indonesian Journal of Geography, 32 (78-90), 13-47.

Sudadi, P., (2003), Penentuan Kualitas Airtanah melalui Analisis Unsur Kimia Terpilih, Buletin Geologi Tata Lingkungan, 13 (2), 81-89.

Sudarmadji, Hadi, P., dan Widyastuti, M., (2016), Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Sunarwan, B., Kamal, N., dan Luthfi, M., (2015), Identifikasi Parameter Fisika dan Kimia Airtanah pada Akifer Endapan Produk Gunung Api, Jurnal Teknologi, 2 (26), 53-58.

Todd, D.K., (1980), Groundwater Hydrology Second Edition, John Wiley



DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.32297

Article Metrics

Abstract views : 554 | views : 2174

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI